Belajar Bersama dalam Lokakarya Komunikasi Mitra Peduli 2017 -2018

Konferensi Pers FightBack Run
November 2, 2017
Ketoprak Srawung Bersama, Merawat Ingatan, Merayakan Inklusi
November 14, 2017

Belajar Bersama dalam Lokakarya Komunikasi Mitra Peduli 2017 -2018

Perwakilan IKa, para CSO dan staff TAF untuk program Peduli pilar HAM dan restorasi sosial

IKa berkesempatan untuk mengikuti Lokakarya Komunikasi Mitra Peduli 2017 – 2018 pada 30 Oktober – 1 November 2017 di Sentul, Bogor. IKa mengikuti lokakarya sebagai mitra payung (EO) pilar HAM dan restorasi sosial bersama 7 CSO (RPuK Aceh, PK2TL Talangsari, IKOHI Jakarta, SKPHAM Sulteng, Fopper HAM Yogyakarta, Sekber 65 Solo, PBH Nusra Sikka) dan 3 mitra payung lainnya. Totalnya sebanyak 40 orang dari organisasi yang berbeda mengikuti lokakarnya ini.

Materi yang diberikan di hari pertama adalah menulis, membuat caption foto, branding dan membuat desain grafis. Pengisi materi adalah teman-teman dari Communicaption, konsultan komunikasi untuk Program Peduli. Para peserta pertama-tama dijelaskan mengenai perbedaan jenis-jenis tulisan seperti berita, press release, dan sebagainya. Kemudian peserta latihan membuat premis yang menjadi inti dari sebuah tulisan. Caption foto tidak selalu dibutuhkan di setiap foto, kegunaannya adalah sebagai keterangan tambahan untuk hal yang tidak terlihat dalam foto.

Para peserta menyimak materi hari pertama

Kemudian materi branding dibawakan dengan permainan, yaitu para peserta menebak merek/brand dari potongan logo, gambar, tagline, dan jingle. Dari materi ini dapat diketahui pentingnya branding agar khalayak mengetahui lembaga atau organisasi kita. Desain grafis juga menjadi hal penting dalam komunikasi. Peserta diminta untuk mengenali gejala-gejala desain yang baik dan kurang baik dari sisi gambar, jenis tulisan, warna, tingkat keterbacaan, dan sebagainya. Setelah itu peserta praktik membuat desain dengan platform canva.

Di hari kedua peserta diajak untuk bersama-sama membahas hasil desain yang sudah dibuat di hari sebelumnya. Kemudian materi dibawakan oleh pembicara tamu dari Imooji yaitu membuat dan mendesain produk komunikasi interaktif (undangan, brosur, flyer dsb) menggunakan platform online Imooji.com. Para peserta cukup antusias mencoba program Imooji ini.

Setelah itu peserta lokakarya berlatih wawancara dalam kelompok dan menulis hasilnya berupa foto, teks, dan kutipan. Menjelang sore hari materi dilanjutkan dengan media sosial. Para peserta yang sudah dibagi ke dalam kelompok membuat fanpage facebook yang nantinya dapat diterapkan untuk organisasi masing-masing. Konten-konten yang sudah dibuat sebelumnya yaitu desain menggunakan canva dan hasil wawancara diunggah ke fanpage. Selain itu peserta saling memberi tanggapan untuk fanpage satu sama lain. Teman-teman Communicaption menjelaskan cara menganalisis fanpage agar penggunaannya dapat lebih optimal.

Hari ketiga diisi dengan materi tentang etika komunikasi. Karena pekerjaan para mitra dekat dengan para korban dengan berbagai kondisi, materi ini menjadi penting. Pemateri menjelaskan bagaimana menampilkan foto, identitas dan menggunakan terminologi yang baik untuk publikasi kerja-kerja para mitra Peduli. The Asia Foundation juga memiliki beberapa kebijakan terkait hal tersebut. Executive producer dari CNN Indonesia menjadi pemateri tamu di hari tersebut menjelaskan bagaimana para jurnalis bekerja pada hal-hal yang beresiko dan juga menjelaskan materi tentang produksi video mulai dari ide cerita sampai hal teknis.

Materi hari kedua

Para peserta melakukan praktik pembuatan video per kelompok mulai dari pra produksi sampai penyuntingan dengan peralatan milik masing-masing di sekitar lokasi lokakarya. Video buatan para peserta ditampilkan dan dinilai untuk dilihat apa saja yang perlu diperbaiki. Setelah itu tim Communicaption menjelaskan bentuk atau format video yang mudah dibuat. Kecenderungan publik di masa sekarang adalah daya fokusnya cepat menurun sehingga sebaiknya video dibuat dengan singkat dan sederhana.

Hari ketiga sekaligus menjadi hari terakhir lokakarya. Acara ditutup dengan menyanyi dan berfoto bersama. Para mitra CSO IKa menuturkan pelatihan ini memberi banyak pengetahuan baru bagi mereka. Akan tetapi teknis pembuatan konten komunikasi yang sebagian besar berbasis pada internet agak sulit jika diaplikasikan di lembaga masing-masing karena adanya berbagai keterbatasan. Teman-teman CSO yang hadir sebagian besar juga tidak bertugas secara khusus di bidang komunikasi sehingga penting untuk membagikan materi yang didapat ke seluruh staff/anggota lembaganya. Secara keseluruhan lokakarya ini berjalan lancar dan menyenangkan.

#IDinklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *