Pertemuan Kader Penggerak Komunitas

Gathering with Komunitas Pemberdaya
January 3, 2018
Hibah 3,5 M Cipta Media Ekspresi Untuk Perempuan Pencipta Seni dan Budaya Diluncurkan
February 6, 2018

Pertemuan Kader Penggerak Komunitas

Enam CO dari berbagai mitra yakni RPuK, PK2TL, IKOHI, FOPERHAM, PBH Nusra dan SKPHAM selama 5 hari pada 15-19 Januari 2018 berkumpul di Disaster Oasis Training Center, Yogyakarta dalam acara Pertemuan Refleksi & Penguatan Keterampilan Kader Penggerak Komunitas. Ini merupakan pertemuan lanjutan dari setahun sebelumnya, yang merupakan rangkaian dari Program Peduli di mana IKa menjadi mitra payung.
Selama 5 hari ini, dua fasilitator senior dari LPTP, Ahmad Mahmudi dan Bonar Saragih mendampingi peserta untuk membahas pengorgarganisasian desa. Ditambah dengan dua narasumber: Yando Zakaria dan Muh. Najmuddin yang khusus mempresentasikan tentang bagaimana sebuah proses pendataan desa dilakukan. Pelatihan ini menjadi ajang bertukar pengalaman sekaligus pembelajaran di lapangan serta menguatkan keterampilan pendamping lapangan dalam melakukan pengorganisasian dan kerja-kerja lapangan.

Suasana pelatihan

Bagaimana melakukan strategi pengorganisasian dan bagaimana mengintegrasikan pendataan desa, merupakan materi pokok dari para narasumber.Masing-masing mitra mempresentasikan kisah lapangan masing-masing. Fasilitator dan narasumber mempertajam dan menambahkan analisis. Soal pendataan menjadi salah satu pokok bahasan yang sangat membuat antusias peserta, khususnya ketika narasumber berkisah tentang pengalaman proses pendataan di lapangan, yang dilengkapi dengan foto-foto dan video rekaman proses.
Pada hari terakhir, peserta belajar untuk menuliskan pengalaman-pengalaman di lapangan, mempresentasikan di hadapan seluruh peserta dan tentu saja mendapat masukan-masukan dari para fasilitator dan narasumber. Sebagai selingan, dilakukan kunjungan ke peternakan yang dikelola oleh LPTP di Jalan Kaliurang. Peserta belajar tentang teknik perawatan sapi hingga proses pembuatan biogas.
“Kebutuhan akan data sangat terasa setelah hari kedua workshop. Betapa keputusan-keputusan yang diambil untuk desa (bisa jadi) bukan kebutuhan. Workshop ini benar-benar memberi sebuah cara pandang yang berbeda dalam merencanakan sesuatu seperti kegiatan. Karena semua dilihat dari data bukan asumsi.” Demikian kesan Azharul Husna dari RPuk usai acara. Kabul Hendrawan dari PK2TL menambahkan bahwa ia merasa mendapatklan banyak hal baru dalam pelatihan: ”Kami mendapat materi tentang database, menulis data dalam bentuk narasi laporan, bagaimana cara melakukan riset dan sistematika penulisan laporan. Ini berguna sekali bagi saya…” tambahnya.
(LHS)
#IDInklusif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *