PUNDI PEREMPUAN

SEJARAH

Kondisi dimana berkurangnya dukungan dari lembaga donor untuk inisiatif dan kerja dalam rangka penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) khususnya untuk pendanaan pendampingan kasus baik secara hukum maupun non-hukum, membuat Komnas Perempuan menghadirkan sebuah wadah dukungan publik yang dinamakan sebagai Pundi Perempuan (Women’s Fund). Komnas Perempuan adalah lembaga independen yang didirikan paska Tragedi Mei 1998 atas desakan masyarakat sipil pada pelaksanaan tanggung jawab negara untuk menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.Sebagai institusi negara, Komnas Perempuan tidak memiliki mandat untuk mengelola dana publik. Untuk itu disepakati Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai lembaga pengelola dan berinovasi dalam melakukan kegiatan-kegiatan penggalangan dana mandiri untuk kemudian dimobilisasikan kepada lembaga-lembaga pemberi layanan yang memiliki keterbatasan sumberdaya khususnya dalam pendanaan.

Pundi Perempuan bekerja dari tahun 2003 sebagai Women’s Fund pertama di Indonesia yang memiliki tempat dan kekhasan tersendiri karena menjangkau jaringan organisasi maupun komunitas pengada layanan baik di tingkat nasional maupun di akar rumput yang memiliki potensi yang layak untuk didukung dan dikembangkan. Pundi Perempuan juga menekankan kerja bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui penyediaan akses sumberdaya melalui mekanisme yang sederhana, transparan, terpercaya dan membangun kemandirian kerja-kerja pemberdayaan yang dilakukan oleh mitra-mitranya.



 

VISI


Tersedianya dukungan yang berpihak, memberdayakan dan berkelanjutan bagi perempuan korban kekerasan berbasis solidaritas, kedermawanan public dan pelaksanaan tanggungjawab negara.

MISI


Melakukan penggalangan, pengelolaan, pengembangan dan pendistribusian sumberdaya yang akuntabel.

Memberi dukungan dan mendorong keberlanjutan organisasi, komunitas atas individu yang memiliki inisiatif penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Memberikan dukungan bagi kesehatan, keselamatan, kesejahteraan dan kapasitas perempuan pembela HAM.

Membangun dan mengembangkan jaringan baik di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk memperkuat peran Pundi Perempuan.


NILAI

Solidaritas
Kesetaraan
Pemberdayaan
Membangun Kesadaran Kritis
Semangat Kerelawanan
Anti Kekerasan dan Anti Diskriminasi
Bertanggungjawab
 


Galang Dana dan Kemitraan Pundi Perempuan

Selama perjalanan Pundi Perempuan dalam penggalangan dana, kemitraan yang terbangun sangat beragam baik dari segi jenis mitra; perusahaan, komunitas, jaringan, media, individu maupun latar belakangnya; bisnis, institusi pendidikan dan seni, dengan menghasilkan sumberdaya yang berasal dari sumbangan institusi, sumbangan individu, upaya social entrepreneurship maupun kerjasama program.

Ada begitu besar variasi usaha dan eksperimentasi penggalangan dukungan public mulai dari penjualan karya perupa, konser music, kerjasama pertunjukan opera dan theater, kerjasama CSR, royalty buku, donasi individual, pengumpulan zakat, beragam kompetisi hingga pengelolaan gerai komunitas.

Kampanye 16HAKtP (16 Days of Activism against Gender Violence) merupakan kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia. Komnas Perempuan sebagai institusi nasional HAM di Indonesia menjadi inisiator kegiatan ini di Indonesia. Pertama kali digagas oleh Women’s Global Leadership Institute tahun 1991 yang disponsori oleh Center for Women’s Global Leadership.Setiap tahunnya kegiatan ini berlangsung dari 25 November (Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan) hingga 10 Desember (Hari HAM Internasional).

Dipilihnya rentang waktu tersebut adalah dalam rangka menghubungkan secara simbolik antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM serta menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.