Sejiwa Memotivasi Anak Korban Banjir Bandang Jakarta

11 Feb 2020

Awal tahun baru, Jakarta dirundung bencana. Setidaknya banjir menggenangi lima wilayah administrasi Jakarta. Akibat banjir, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejumlah permukiman penduduk hingga ruas jalan terendam banjir mulai dari ketinggian 30 cm hingga 2,5 meter.

Secara keseluruhan, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB, Agus Wibowo menyebut setidaknya ada 63 titik banjir di DKI Jakarta. Setidaknya ada 31.232 warga mengungsi, yang mana 1.515 pengungsi tersebar di 23 posko di Jakarta Utara, salah satunya di Kapuk Muara.

Kejadian banjir ini bukan hanya berdampak bagi orang dewasa, namun juga pada anak-anak. Bahkan, dampak tersebut bisa lebih buruk. Situasi pasca banjir ini masih menyisakan anak-anak yang berada dalam kondisi semangat serta motivasi yang menurun, murung dan sedih, dan tak memiliki semangat untuk belajar.

Hal ini diperparah dengan kondisi orang tua yang tidak dapat memberikan support secara psikologis terhadap anak-anak mereka. Faktor ekonomi yang sulit membuat Orang tua harus berfokus pada bagaimana mengembalikan kondisi ekonomi untuk dapat bertahan hidup pasca banjir. “Tujuan dari kegiatan hari ini, pertama adanya perubahan perilaku ke depan dari anak-anak yang akan menjadi dewasa. Seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga lingkungan, dan penanganan terhadap banjir. Kalo kita mau mengubah perilaku pasti tidak cukup hanya dari sini.” Ucap Diena Hariani, dari Sejiwa, organisasi yang fokus pada isu perundungan, adiksi di ranah online, dan pornografi terhadap anak.

Melihat dampak banjir pada anak-anak yang seringkali diabaikan. Sejiwa dengan dukungan Pundi Hijau, mengadakan Bakti Sosial dan Penguatan Motivasi untuk Anak-Anak Korban Banjir Kapuk Muara, Jakarta Utara untuk mengembalikan motivasi anak-anak dan sekaligus memberi dorongan agar mereka ikut menjaga kelestarian lingkungan

Donasi ini merupakan salah satu kegiatan dari Pundi Hijau– IKa. Pundi Hijau adalah wadah penggalangan daya (dana, pengetahuan, jejaring, kerelawanan) untuk pemulihan dan pemberdayaan korban/ pejuang kedaulatan pangan dan keadilan ekologis.