Bincang Buku Foto "Mereka yang Dipisahkan" dan "Para Pembuka Jalan"

10 Mar 2020

"Dua karya ini mengubah berbagai angka statistik menjadi cerita dan gambar yang bisa diterima dan dibaca oleh semua orang", ujar Erik Prasetya, fotografer sekaligus pelopor streetphotography di Indonesia, dalam bincang buku “Mereka yang Dipulangkan” dan “Para Pembuka Jalan”, di Jakarta, Sabtu (03/07/2020), di Kedai Tempo. Ia juga kurator pada kedua buku ini, yang secara gamblang bercerita mengenai potret nyata kehidupan korban/penyintas pada masa kini serta perjalanan mereka mencari jalan untuk ruang-ruang pemulihan bersama komunitas korban, pendamping dan masyarakat sipil.
.
“Melalui kumpulan foto ini, saya berusaha membawa cerita dari para korban dan penyintas kepada dengan cara lebih personal. Membiarkan orang-orang melihat sendiri bagaimana ekspresi dan cerita personal mereka. Agar setiap orang bisa memahami bahwa mereka tidak berbeda dengan kita.” Ucap Raharja Waluya Jati, Fotografer buku Mereka yang Dipisahkan. Buku yang terbit pada 2001 ini berkisah tentang keluarga-keluarga korban penculikan.
.
Memberi suara bagi mereka yang dibungkam oleh negara adalah kerja yang harus terus dilakukan demi upaya memanusiakan manusia. Membawa suara-suara itu dalam bentuk gambar yang bisa menceritakan ribuan rasa para korban dan penyintas menjadi satu upaya alternatif untuk mengungkap kebenaran yang masih gelap selama puluhan tahun.

Banyak foto menarik di dalam kedua buku meski menampilkan potret yang berbeda, jika buku Mereka yang Dihilangkan menampilkan wajah suram dari para keluarga yang ditinggalkan, yang kini juga belum berubah, buku Para Pembuka Jalan lebih menampilkan optimisme dan daya juang dari para penyintas dalam upaya menempuh ruang-ruang pemenuhan hak ekonomi sosial budaya korban pelanggaran berat HAM masa lalu. Upaya yang dilandasi kerja keras untuk merawat ingatan dan mencegah keberulangan.
.
Diskusi buku ini sekaligus menjadi pembukaan pameran foto Para Pembuka Jalan: Harkat Korban untuk Martabat Bangsa. Jika penasaran dengan cerita dari para korban dan penyintas pelanggaran berat HAM, teman-teman bisa datang ke Kedai Tempo, Komunitas Utan Kayu, Jl. Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur. Pameran foto ini akan berlangsung hingga tanggal 2 April 2020.