Tetap Semangat Membantu Perempuan Korban Kekerasan di Tengah Pandemi

02 Nov 2020

Pandemi Covid 19 di dunia memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan. Pembatasan sosial yang dilakukan di berbagai wilayah juga memberikan hambatan tersendiri bagi berbagai kalangan untuk menjalankan kegiatannya masing-masing. Hal tersebut juga dialami oleh organisasi masyarakat sipil dalam melakukan kegiatan-kegiatannya, padahal kondisi pandemi secara bersamaan memunculkan ancaman dalam berbagai bentuk terhadap kelompok-kelompok rentan. Menyikapi hambatan tersebut organisasi masyarakat sipil terus melakukan inisiatif untuk beradaptasi terhadap situasi pandemi, sesuatu yang juga dilakukan oleh Women Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara.

Sebagai dampak Pandemi Covid-19, WCC Dian Mutiara sempat menghentikan layanan penanganan kasus di awal Pandemi. Hal ini dilakukan karena kebanyakan relawan berada di kelompok usia lanjut, sehingga menempatkan mereka dalam kelompok rentan. Pada masa pemberhentian layanan, laporan kasus tetap diterima oleh WCC Dian Mutiara. Menyikapi hal tersebut, WCC Dian Mutiara mulanya mengarahkan pelapor untuk mengakses layanan dari pemerintah. Namun menurut pelapor, belum ada respon yang tanggap dari layanan tersebut.

Pada perkembangannya, WCC Dian Mutiara kembali melakukan pelayanan dengan inisiatif pemberian layanan secara daring. Meskipun begitu, pemberian layanan secara langsung juga tidak dapat dihindarkan. Dihubungi via telepon, Ina Irawati dari WCC Dian Mutiara menuturkan bahwa home visit beberapa kali tetap dilakukan. Pada konteks ini tidak semua keluarga yang dikunjungi melakukan protokol kesehatan, sementara WCC Dian Mutiara juga sedikit kesulitan untuk mendorong pemberlakuan protokol kesehatan di setiap rumah yang dikunjunginya. Hal ini menjadi catatan pembelajaran tersendiri untuk WCC Dian Mutiara.

Pandemi Covid 19 juga memberikan dampak tersendiri bagi korban yang didampingi oleh WCC Dian Mutiara. Rumah aman bagi korban yang belum tersedia di Malang Raya menjadikan WCC Dian Mutiara harus mencari lokasi lain untuk sementara menampung korban—termasuk di luar kota. Hal tersebut memiliki hambatan di masa pandemi karena masing-masing wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial tersendiri. Pada konteks lain, pandemi juga memberikan hambatan bagi korban untuk menerima layanan kesehatan. Hal ini terjadi karena terdapat pembatasan pasien untuk beberapa rumah sakit dan dialihkannya beberapa fasilitas kesehatan untuk melayani pasien covid. Namun, WCC Dian Mutiara pada prosesnya tetap berupaya untuk memberikan bantuan dan layanan terhadap perempuan dan anak di tengah Pandemi Covid 19.

Pelayanan yang dilakukan secara daring menjadi inisiatif dan bentuk adaptasi WCC Dian Mutiara terhadap situasi pandemi di tahun 2020. Memasuki suatu kondisi perubahan yang baru, WCC Dian Mutiara juga melakukan berbagai penyesuaian terhadap kondisi pandemi ini. Hal tersebut juga dilakukan melalui dukungan dana hibah Pundi Perempuan yang merupakan kerja sama antara Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Ina Irawati selaku perwakilan dari WCC Dian Mutiara menyatakan dana hibah Pundi Perempuan sangat membantu, khususnya bagi WWC Dian Mutiara secara internal. Manfaat yang paling terasa adalah tersedianya alat pelindung diri, wadah untuk mencuci tangan di kantor WCC Dian Mutiara, dan pembersih tangan—sesuatu yang menjadi kebutuhan tersendiri di masa pandemi. Tidak hanya itu, bantuan pundi perempuan juga dianggap membantu dalam pelayanan terhadap korban.
Perubahan model layanan yang dilakukan secara daring juga meningkatkan kebutuhan terhadap paket data internet. Bantuan Pundi Perempuan dianggap membantu WCC Dian Mutiara terkait dengan hal tersebut. Secara lebih lanjut, bantuan Pundi Perempuan juga membantu salah satunya terhadap paralegal yang ada di WCC Dian Mutiara.

“Paralegal mereka punya skill-nya, tetapi ketika pandemi itu kan gak bisa hanya skill yang kemarin gitu. Itu yang perlu kita sampaikan, terhadap mereka bagaimana (penanganannya). Ada hal-hal yang harus kita tambahin lagi gitu. Jadi tidak hanya mereka merefleksikan apa yang telah dilakukan, tetapi ini ada situasi (pandemi-red) yang gak bisa dianggap ringan” jelas Ina Irawati selaku Koordinator Program WCC Dian Mutiara.

Bersama dengan ketersediaan fasilitas tersebut WWC Dian Mutiara tidak hanya melakukan edukasi penyadaran hak, tetapi juga edukasi mengenai Covid 19. Terdapat kebiasaan baru—mencuci tangan, memakai masker, dan sebagainya—yang berusaha ditanamkan kepada korban dampingan WCC Dian Mutiara. Pada suatu waktu terdapat korban yang membawa anak-anaknya, tetapi belum menggunakan masker. Bersama dengan edukasi dari WCC Dian Mutiara hal tersebut dapat diatasi pada pertemuan berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan oleh WCC Dian Mutiara mengenai pencegahan Covid 19 memberikan dampak tersendiri.

Tidak hanya itu, dukungan dari Pundi Perempuan juga dikatakan menjadi penyemangat dan memberikan ketenangan tersendiri untuk WCC Dian Mutiara dalam melakukan pelayanan—khususnya di wilayah-wilayah yang masih menjadi zona merah.
Ina Irawati memaparkan “Meskipun juga katakanlah kita berelasi dengan banyak teman, tetapi dengan dukungan ini menjadi energi tersendiri begitu. Katakanlah pembelanjaan belum seluruhnya kita gunakan, tetapi ini kayak semacam oke kita bisa memanage ini, yang sekian untuk wilayah sana. Kita juga menjadi lebih tenang begitu.”

“Untuk teman-teman di sana karena kabupaten arah utara benar-benar zona merah, kehati-hatian kita menjadi lebih. Ada kewaspadaan tersendiri. Jadi dukungan Pundi Perempuan sangat penting sekali gitu” kata Ina Irawati merujuk kepada bantan Pundi Perempuan terhadap pendamping WCC Dian Mutiara di beberapa lokasi.