Layanan Pendampingan Bagi Perempuan Korban Kekerasan dan Edukasi Kepada Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

05 Nov 2020

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia tidak menghentikan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia (LBH APIK) Semarang untuk tetap melakukan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan berbasis gender. Nur Siti Aisyah, salah satu advokat di LBH APIK Semarang, menyatakan bahwa saat ini LBH APIK Semarang secara intensif sedang melakukan pendampingan terhadap dua kasus kekerasan seksual di Demak, Jawa Tengah.

Tidak hanya terus menerus melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan berbasis gender, LBH APIK Semarang juga melakukan berbagai kegiatan edukasi dan pencegahan kekerasan berbasis gender. Hal tersebut dilakukan dengan dukungan bantuan dana hibah Pundi Perempuan yang merupakan kerja sama antara Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).

Dua kasus kekerasan seksual yang saat ini ditangani oleh LBH APIK Semarang didampingi oleh dua advokat, tiga paralegal dari posko paralegal Puspita Bahari, dan dua pendamping. Proses tuntutan di pengadilan telah dilakukan bagi salah satu kasus dari dua kasus yang saat ini ditangani oleh LBH APIK Semarang, sementara satu kasus lainnya masih dalam tahap pendampingan di Polres Demak dan investigasi lanjutan kepada korban oleh LBH APIK Semarang. Investigasi atau konsultasi terhadap korban ini terus menerus dilakukan oleh LBH APIK Semarang dengan memperhatikan kondisi psikologis korban, khususnya karena korban tergolong pada usia anak.

Saat ini langkah lanjutan oleh LBH APIK Semarang yang paling penting adalah akses bantuan psikologi dan akses pendidikan bagi korban karena korban dikeluarkan dari sekolah lamanya. Proses pendampingan dua kasus kekerasan terhadap perempuan di Demak ini yang kemudian dilakukan dengan dukungan dana hibah Pundi Perempuan. LBH APIK Semarang juga memanfaatkan dana hibah Pundi Perempuan untuk keperluan pendampingan pada proses BAP yang cukup panjang, membayar visum, serta proses investigasi ke rumah korban yang jangkauannya cukup jauh dari Semarang ke Demak.

Pada proses pendampingan dua kasus kekerasan seksual di Demak, LBH APIK Semarang tetap menjaga kewaspadaan dan selalu memperhatikan protokol kesehatan. Nur Siti Aisyah menyatakan bahwa sebelum melakukan pendampingan, koordinasi selalu dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan kesehatan pendamping. Upaya perlindungan bagi pendamping juga dilakukan oleh LBH APIK Semarang dengan membagikan masker dan face shield. Tidak hanya melakukan pendampingan, LBH APIK Semarang juga melakukan berbagai kegiatan sebagai upaya edukasi dan pencegahan kekerasan seksual di masa pandemi.

Pada masa pandemi, LBH APIK Semarang melakukan upaya edukasi dan pencegahan kekerasan seksual melalui beberapa kegiatan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Nur Siti Aisyah memaparkan bahwa terdapat tiga kegiatan yang telah dilakukan oleh LBH APIK Semarang dengan dukungan Dana Pundi Perempuan. Pada Minggu, 30 Agustus 2020 LBH APIK Semarang mengadakan kegiatan dengan tema “Perlindungan Hukum terhadap Kasus Kekerasan terhadap Pekerja Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid 19” yang difasilitatori oleh Nur Hasanah dengan peserta sebanyak 25 orang.

Kegiatan yang dilangsungkan di Posko Paralegal Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) Merdeka ini menjelaskan beberapa peraturan hukum yang bisa dipelajari dan dipahami berkaitan dengan perempuan kepada peserta. Kegiatan lanjutan yang dilakukan oleh LBH APIK Semarang juga masih berkaitan dengan pekerja rumah tangga. Pada Minggu, 20 September 2020 LBH APIK Semarang mengadakan sekolah pekerja rumah tangga dengan tema “Pencegahan Kasus Kekerasan Seksual di Masa Pandemi Covid 19” yang berlangsung di Posko SPRT Merdeka. Kegiatan ini difasilitatori oleh Suryati selaku Ketua Posko Paralegal SPRT Merdeka dengan peserta sebanyak 20 orang. Kegiatan yang melibatkan pekerja rumah tangga ini dilakukan karena posisi mereka rentan di masa pandemi.

LBH APIK Semarang juga telah melakukan kegiatan dengan tema “Perlindungan Hukum terhadap Perempuan Nelayan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga di Masa Pandemi Covid 19”. Difasilitatori oleh Masmu’ah, kegiatan ini berlangsung pada Senin, 28 September 2020 di Desa Tambakboyo dengan 25 peserta. Namun, kegiatan ini bukan menjadi yang terakhir bagi LBH APIK Semarang. Setidaknya terdapat dua kegiatan lanjutan yang masih akan diselenggarakan oleh LBH APIK Semarang.

LBH APIK Semarang masih akan menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan tema “Pencegahan Seksual terhadap Anak di Masa Pandemi Covid 19”. Hal ini dilakukan karena banyak korban kekerasan berbasis gender justru masih mendapatkan stigma oleh orang-orang sekitar, seperti keluarga, masyarakat, hingga aparat penegak hukum. Selain itu, LBH APIK Semarang juga rencananya akan melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan tema “Pencegahan Perkawinan Anak di Masa Pendemi Covid 19”.