500 Langkah Awal Sahkan RUU P-KS

26 Nov 2020

JakartaThe Body Shop Indonesia menggelar demo diam bertajuk 500 Langkah Awal Sahkan RUU P-KS bertepatan dengan Awal Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) yakni Rabu, 25 November 2020.

Aksi ini juga menggaungkan tagar #TBSFightForSisterhood dan menjadi simbol permulaan untuk mendorong kembali RUU P-KS agar segera disahkan. Melalui aksi ini, The Body Shop Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif terlibat dan berpartisipasi dalam sebuah petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/ sebagai bentuk dukungan suara publik untuk berjuang melawan kekerasan seksual, dan memberikan perlindungan serta pemulihan kepada korban.

“Pandemi COVID-19 mungkin membatasi ruang kita bergerak, namun semangat dan antusias masyarakat yang ingin mendukung dapat terlihat dari 500 lebih pasang sepatu yang hadir di tengah-tengah kita. Sepatu yang dikirimkan oleh pelanggan, karyawan dan kolega kami ini adalah bukti bahwa perwakilan masyarakat hadir secara simbolik di depan DPR RI. Meminta khususnya Komisi VIII agar dapat segera mengembalikan RUU P-KS ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2020 dan mengesahkannya di tahun 2021,” ujar Aryo Widiwardhono, CEO Of The Body Shop® Indonesia
Aryo menambahkan, The Body Shop® Indonesia mengadakan “Shoes in Silence to Stop Sexual Violence” dengan menggunakan 500 lebih pasang sepatu yang telah dikumpulkan sebagai simbol untuk menggalang aspirasi dan memberi dukungan terhadap perempuan Indonesia melalui aksi diam di depan Gedung DPR RI.

“Lima ratus sepatu tersebut sebagai simbol langkah awal bersama The Body Shop® Indonesia dalam memperjuangkan hak perempuan mewujudkan pengesahan RUU P-KS untuk mencegah bertambahnya kasus kekerasan seksual serta memfasilitasi perlindungan dan rehabilitasi bagi korban,” tegas Aryo.

Veryanto Sitohang, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan mengatakan, Komnas Perempuan hadir dan turut mendukung kampanye The Body Shop® Indonesia bertajuk: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood ini. Menurutnya, kampanye ini mengajak publik untuk lebih sadar tentang pentingnya pengesahan RUU P-KS sekaligus merupakan wujud dukungan bagi para korban kekerasan seksual.

Sejak tahun 2003 Komnas Perempuan menginisiasi kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan. Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember sebagai peringatan Hari Hak Asasi Manusia. Ini menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan secara simbolik merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

“Komnas Perempuan mengajak masyarakat untuk terlibat bersama melakukan kampanye ini untuk memenuhi perlindungan dan keadilan terhadap penyintas. Komnas Perempuan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif mendorong pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual. Mari kita melakukan gerak bersama. Jangan tunda lagi pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual,” tegas Veryanto Sitohang.
Turut hadir dalam acara tersebut Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih. Ia dan Yayasan Pulih mendukung kampanye The Body Shop® Indonesia: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU PKS #TBSFightForSisterhood. Menurutnya, RUU PKS harus segera disahkan untuk menghentikan kasus kekerasan seksual dan memulihkan korban kekerasan seksual.

“Pembahasan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menemui jalan buntu di tahun 2020, karena DPR memutuskan untuk mengeluarkan RUU tersebut dari Program Legislasi Nasional (PROLEGNAS) dengan beragam alasan. Padahal sebagaimana diketahui, Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki persoalan kekerasan seksual, “ lanjutnya.
Hasil survei Badan Pusat Statistik tahun 2017 menemukan 1 dari 3 perempuan mengalami kekerasan seksual. Sementara survei nasional yang dilakukan oleh Koalisi Ruang Publik Aman pada 2019 menemukan 3 dari 5 perempuan mengalami kekerasan seksual.

Yayasan Pulih turut menyampaikan beberapa sikap dalam aksi diam: 500 LANGKAH AWAL Sahkan RUU P-KS #TBSFightForSisterhood tersebut. Pertama, DPR RI tidak mengeluarkan lagi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari PROLEGNAS 2021; Kedua, DPR RI menjadikan pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai RUU prioritas di tahun 2021; Dan ketiga, DPR RI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual di tahun 2021. (Ida)