Optimalisasi Social Crowdfunding dengan Digital Marketing

07 Jan 2021

Pada tanggal 1 Desember2020, kegiatan peningkatan kapasitas BRI Institute bersama dengan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) kembali digelar untuk ketiga kalinya dengan tajuk “Optimalisasi Social Crowdfunding dengan Digital Marketing” dengan menghadirkan pembicara yaitu Rizky Adha, seorang dosen di BRI Institute. Kegiatan peningkatan kapasitas ini merupakan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh BRI Institute bekerja sama dengan Indonesia untuk Kemanusiaan.

Pada tahap awal pemaparan, Rizky Adha mengajak semua peserta untuk berdiskusi mengenai apa saja yang mereka ketahui tentang platform digital marketing. Peserta diskusi diberikan kesempatan untuk menyebutkan satu persatu contoh media yang biasa dipakai untuk digital marketing.

Berdasarkan voting yang dilakukan peserta dalam diskusi ini, media yang paling sering disebut dan dianggap efektif untuk melakukan digital marketing tertinggi di pegang oleh media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, E-commerce, diikuti website dan yang terakhir Email Marketing.

IKa sendiri telah lama menggunakan platform digital yang disebutkan oleh peserta untuk sebagai marketing dalam program penggalangan sumber daya publik seperti menginformasikan event donasi dan kegiatan-kegiatan per-PUNDI yang dilakukan organisasi.
Fungsi dari publikasi digital ini adalah supaya program yang sedang dikembangkan ini tersampaikan dengan baik kepada orang yang tepat. Dan dalam proses publikasi digital penggalangan dana yang pertama harus diperkuat terlebih dahulu adalah sistem pembayaran/penggalangan dan jika sudah diperkuat bisa kepada proses publikasi melalui media sosial.

Pada kesempatan yang sama, Rizki Adha juga menyebutkan kriteria website yang berkualitas, yaitu :
- Website yang responsive,
- Design website yang simple dan mudah digunakan,
- Speed website yang cepat,
- Konten yang menarik dan relevan

Selain website, Google Ads juga diperlukan karena melalui Google Ads ini kita dapat mengiklankan konten yang kita buat untuk menjangkau khalayak umum lebih banyak secara online. Bukan hanya menarik khalayak, disini kita juga dapat menawarkan produk apa yang sedang kita kerjakan sehingga audience tertarik untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Selain Google Ads, strategi media sosial tidak boleh ketinggalan seperti yang dipaparkan oleh Rizky Adha. Salah satu media sosial yang digunakan oleh IKa ialah instagram, instagram sendiri merupakan milik dari facebook dan IKa merupakan salah satu pengguna instagram untuk melakukan kampanye di media sosial tersebut. Bagaimana cara memaksimalkannya sebagai pengguna instagram? yaitu dengan memahami cara kerja Algoritma Instagram. Berikut cara kerja Algoritma Instagram tahun 2020. Mari kita simak bersama

  1. Algoritma Instagram memperdiksi seberapa kita peduli terhadap sebuah post
  2. Algoritma Instagram juga memperkirakan relasi kita dengan followers
  3. Algoritma Instagram juga memperhatikan waktu
  4. Algoritma Instagram menggunakan frekuensi untuk mengurutkan post
  5. Algoritma Instagram mencatat jumlah akun yang kita follow
  6. Foto dan video diperlakukan dengan sama
  7. Interaksi palsu tidak dihitung
  8. Semua comment tetap dihitung sebagai interaksi
  9. Semua tipe akun diperlakukan sama.

Itulah ilmu yang bisa kami bagi untuk Sahabat IKa di manapun berada, semoga dengan adanya diskusi yang dilakukan pada bulan Desember lalu dapat bermanfaat bagi kita semua.