Kunjungan Akhir Tahun di Nusawungu Cilacap

08 Jan 2021

29 Desember 2020 kami Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) mengunjungi Wira Shanti yang merupakan penerima dana hibah dari Tifa Foundation melalui Pundi Insani. Wira Shanti sendiri berada di Nusawungu, Kabupaten Cilacap.

Wira Shanti merupakan perkumpulan dari generasi kedua penyintas 65, yang beranggotakan 10 orang. Perjalanan yang cukup membahagiakan karena bisa berkunjung ke salah satu komunitas penerima dana hibah Pundi Insani. perjalanan menuju Wira Shanti memakan waktu selama 4 jam dari Kec Cipari Cilacap.

Rumah yang menjadi singgahan pertama kunjungan adalah rumah ibu Anifah, ibu Anifah sendiri melakukan budidaya ikan lele, tanaman porang, keripik ikan kating dan juga belut. Bila ada pesanan belut baik yang belum maupun yang sudah diolah menjadi makanan siap santap ibu Anifah akan memanennya sesuai pesanan dari konsumen. Kami melakukan kunjungan ditemani oleh bapak Christdion (ketua Wira Shanti) dan juga bapak Bayu. Setelah kunjungan pertama selesai, kami mendatangi rumah bapak Partowiyono Beliau ini beternak ayam, ikan lele dan juga membuat pelet (makanan untuk lele terbuat dari keong dan dedek) bibit lele yang di ternak ini dijual dengan harga Rp. 2000 dapat 3 ekor lele. Hasil dana hibah yang diberikan Tifa ini untuk membeli mesin pembuat pelet.

Waktu menunjukan pukul 14.00 kami melanjutkan kunjungan kerumah selanjutnya yaitu rumah bapak Kartosudarmo dulunya beliau merupakan seorang dalang, kini sehari-harinya beliau membuat wayang yang terbuat dari karton lalu beliau pahat dan lukis sendiri, walaupun terbuat dari karton wayang ini tidak kalah bagus dengan wayang-wayang yang terbuat dari kayu.

Cuaca di Cilacap sedang tidak mendukung, kabut hitam tebal menyebar di mana-mana kami bergegas untuk mengunjungi tempat selanjutnya yaitu sawah milik bapak Sukirman. Beruntung sawah yang kami kunjungi ini termasuk yang cukup sukses karena sekali menanam langsung jadi tanpa perlu menanam berkali-kali akibat banjir. Yang memprihatinkan ialah sawah dari bapak Bayu yang terletak di daerah Sumpyuh, sawah tersebut sampai 4 kali tanam karena terendam banjir diakibatkan curah hujan di Cilacap yang masih tinggi. Dan tempat terakhir kami mengunjungi rumah bapak Joko Ciptadi beliau merupakan pembina dari Wira Shanti, beliau memproduksi pot yang terbuat dari sabut kelapa sehari bisa memproduksi 10 buah pot, tapi agak disayangkan karena masa pandemi Covid-19 yang belum usai penjualan pot agak menurun.

Tertarik dengan usaha yang dilakukan komunitas dari Wira Shanti? Jika tertarik dan ingin memesan makanan yang dijual, wayang atau pot dari sabut kelapa, anda bisa menghubungi IKa. Dan dari kami akan menghubungkan langsung agar anda dapat berkomunikasi langsung dengan komunitas dari Wira Shanti.