Mural Pemilu Damai, Mengajak untuk Menghargai Perbedaan Pilihan

Sebanyak 11 mural berjajar di Kantor DPRD Depok dan di sepanjang Jl. Margonda, Depok, Jawa Barat. Mural ini bertuliskan berbagai macam kampanye damai Pemilu 2019. Pesan yang ditampilkan yaitu mengajak semua orang agar tetap menghargai perbedaan.

Pembuat mural adalah anak-anak muda yang tergabung dalam Lembaga Rumah Tanpa Jendela Depok. Aksi mural yang diadakan Senin-Rabu, 25-27 Februari 2019 ini mengambil tema "Beda Pilihan Tetap Berteman” dan mendapatkan dukungan dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Koalisi Seni Indonesia (KSI) melalui program hibah dana Pundi Budaya 2018.

Lukisan mural ini dikerjakan oleh sejumlah seniman dan dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari pemilik bangunan yang pagarnya akan dicat. Beberapa pemilik bangunan malah senang karena pagarnya digambar Pemilu damai. Mereka merasa menjadi bagian dari kontribusi keberagaman.

Beberapa warga di sekitar tempat mural sebelumnya juga ikut membantu dan bahkan ada yang ikut berkarya dengan giat. Salah satunya adalah seorang bapak paruh baya yang dulunya adalah ilustrator di sebuah koran. Ia lalu ikut meramaikan dinding sekitar lokasi dengan karyanya. Bentuk partisipasi ini cukup menggembirakan.

Mural-mural lainnya yang dibuat Rumah Tanpa Jendela yang digambar di atas tripleks juga dipamerkan di kantor DPRD Kota Depok. Aditya Fajar dari Rumah Tanpa Jendela menyatakan bahwa ini tak lain dilakukan sebagai aksi kampanye untuk mengajak para anggota DPRD untuk berkontribusi dalam Pemilu damai.

Pameran ini menarik perhatian para wakil rakyat tersebut. Sebagian setuju dengan tema Pemilu damai dan ikut berfoto serta berdiskusi dengan para seniman mengenai tema mural tersebut dan tentang kesenian secara lebih luas.

Selain di Depok, Rumah Tanpa Jendela juga mempromosikan Pemilu damai di Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan menyediakan potongan ilustrasi (cut out) berbentuk kampanye di laman instagram dan mengajak para pengunjung untuk melakukan foto selfie di sosial media. Dengan mengambil lokasi di Taman Ismail Marzuki, aksi mural dilakukan bertepatan dengan perayaan 50 tahun Taman Ismail Marzuki Jakarta.