Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Grab dan Komnas Perempuan Galang Dana Bersama untuk Perempuan Korban Kekerasan Seksual

Tiap hari kita bisa melihat bagaimana para perempuan membutuhkan transportasi umum, hal ini bisa kita lihat setiap pagi dan sore ketika para perempuan pergi untuk bekerja dan beraktivitas. Kehadiran layanan transportasi umum nyaris tidak dapat dipisahkan dari aktivitas harian perempuan Indonesia. Perempuan pekerja misalnya, setiap hari menggunakan transportasi umum, tak terkecuali transportasi online.

Maka penting bagi perusahaan transportasi untuk memberikan rasa aman bagi penggunanya, khususnya perempuan. Dengan memberikan rasa aman pada para penumpang, khususnya perempuan, maka perempuan akan lebih percaya dan nyaman menggunakan layanan transportasi. Hal ini penting mengingat Komnas Perempuan mencatat jumlah laporan kekerasan terhadap perempuan yang selalu naik setiap tahunnya.

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) dan Grab Indonesia berkolaborasi untuk mencegah tindak kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia.

Selain melakukan perjanjian kerjasama, selama tanggal 1-23 April 2019, pengguna Grab juga melakukan donasi melalui point Grab Reward. Donasi yang terkumpul yaitu sebanyak Rp. 131.565.000 atau seratus tigapuluh satu juta lima ratus enam puluh lima ribu rupiah yang berasal dari 6121 pengguna Grab digunakan untuk mendukung program Pundi Perempuan yang dikelola Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

Penyerahan donasi ini dilakukan dalam serangkaian acara diskusi yang dilakukan Rabu, 24 April 2019 di Jakarta. Pada diskusi terpapar sejumlah persoalan perempuan dan transportasi, misalnya perempuan sering mendapatkan pelecehan seksual di transportasi ketika pulang kerja atau beraktivitas, mereka diraba, mendapatkan siulan, bahkan ada yang diancam hingga diperkosa. Namun sayangnya, ketika mereka melaporkan aparat keamanan seperti kepolisian belum banyak memberikan respon.

Kepala Satgas unit pelayanan khusus perlindungan perempuan dan anak Bareskrim Mabes Polri, Kompol Sri Bayangkari menyatakan bahwa masih minimnya penanganan korban secara cepat karena terbatasnya jumlah aparat kepolisian dan juga fasilitas kepolisian seperti Ruang Pelayanan Khusus untuk perempuan dan anak dalam menangani kekerasan seksual.

“Saat ini kondisinya jumlah aparat yang minim dan jumlah Ruang Pelayanan Khusus (RPK) yang ada hanya di tingkat Polres, belum sampai ke tingkat di bawahnya. Jika korban ada di Polsek maka ini harus dibawa ke Polres.”

Maria Fatima Barata, Direktur Tata Kelola Aplikasi Kominfo mengatakan bahwa Kominfo sudah bekerjasama dengan beberapa lembaga untuk menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan di sosial media dan berencana akan melakukan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan mengingat pengguna handphone di Indonesia saat ini sudah mencapai 56% dan penting untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan melalui aplikasi online.

Presiden Direktur Grab Indonesia, Ridzky Kramadibrata menyatakan bahwa Grab Indonesia saat ini melakukan beberapa hal untuk mengatasi kekerasan seksual terhadap perempuan di transportasi online. Seperti membuat feature kampanye anti kekerasan terhadap perempuan di aplikasi Grab, melatih pengemudi Grab dan memasang Emergency SOS Button yang bisa digunakan. Semua fitur tersebut dapat digunakan oleh para perempuan pada khususnya dalam menggunakan layanan Grab, serta ada juga workshop anti kekerasan terhadap perempuan kepada pengemudi. Hal lainnya melakukan penggalangan donasi untuk Pundi Perempuan.

Direktur Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Anik Wusari mengatakan bahwa dukungan untuk Pundi Perempuan ini akan disalurkan bagi perempuan korban kekerasan seksual.

“Kampanye ini dilakukan untuk mengajak masyarakat menyumbang, berdonasi bagi para perempuan korban kekerasan seksual di Indonesia,” kata Anik Wusari.

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sangat mendukung perusahan transportasi online seperti Grab yang berkomitmen dalam mencegah kekerasan seksual di jalanan. Ini merupakan upaya yang sangat baik yang dilakukan perusahaan untuk bersama-sama melakukan stop kekerasan seksual terhadap perempuan.

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) juga mendorong diadakannya mekanisme keluhan bagi para pengguna transportasi online, terutama perempuan karena ini merupakan upaya untuk memperkecil jumlah kekerasan terhadap perempuan, karena kekerasan yang terjadi di jalan akan membatasi ruang gerak perempuan.