Para Perempuan Donasikan Barang untuk Perempuan Korban Kekerasan

Jumat 3 Mei 2019 lalu, Ingrid Irawati datang pagi. Tak terlalu pagi memang, tepatnya jam 10. Ia membawa container berisi buku, tas dan baju ke kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) di jalan Cikini Raya 43, Jakarta Pusat. Selain container, ada 1 tas besar berisi beberapa tas kecil yang juga akan didonasikan.

Siangnya, Dewi Bastina datang dengan membawa buku-buku untuk didonasikan. Dewi pernah aktif menjadi relawan perempuan, maka donasi kali ini bukan donasi pertama yang ia lakukan. Bagi Dewi, mendonasikan barang berapapun jumlahnya sangat penting untuk terus mendukung perjuangan perempuan korban.

“Saya pernah jadi relawan perempuan, jadi berdonasi seperti ini penting untuk mendukung korban,” kata Dewi Bastina.

Dan Sabtu kemarin, banyak perempuan lainnya yang juga datang ke kantor IKa membawa barang-barangnya seperti baju, tas dan buku.Beberapa merupakan jaringan lama IKa, tetapi banyak diantaranya adalah donator baru yang mengetahui informasi ini dari sosial media serta dari jaringan pribadi.

Donasi bagi perempuan ini memang bukan dilakukan sekali, tetapi Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sudah mengadakannya beberapakali.

Tepatnya di tahun 2015 lalu IKa dan Komnas Perempuan yang sejak tahun 2003 mengelola Pundi Perempuan kemudian menyelenggarakan event pengumpulan donasi barang yang kemudian dijual. Hasil dari donasi barang ini dijual dalam event Give Back Sale dan hasilnya didonasikan bagi para perempuan korban kekerasan seksual. Donasi ini dilakukan dengan cara mengundang publik untuk mendonasikan barangnya.

Di kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sendiri, saat ini sudah banyak barang-barang donasi yang berdatangan. Baju sudah mulai dipisahkan dari buku, juga assesories, baju laki-laki, baju anak-anak dan sepatu. Barang-barang ini sebagian sudah dirapikan dan disimpan. Sedangkan yang lain masih ada yang berjajaran dalam kotak-kotak seiring barang donasi lain yang terus berdatangan.

Barang-barang donasi ini akan dipisahkan dan diberi harga untuk dijual dalam event Give Back Sale. Selama kurang lebih sebulan yaitu hingga tanggal 10 Mei 2019, memang dibuka donasi barang yang kemudian akan dijual dalam event Give Back Sale.

Selama ini dukungan dari Pundi Perempuan diberikan pada women crisis center di Indonesia dari Aceh hingga Papua. Women crisis center ini bekerja untuk melakukan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan sekual, dari mendampingi korban untuk menyelesaikan kasus yang dialami hingga melakukan kampanye dan melakukan perubahan kebijakan bagi perempuan korban kekerasan seksual.

Pundi Perempuan adalah upaya penggalangan dana bagi lembaga pengada layanan yang bekerja untuk pendampingan perempuan korban kekerasan, serta dana darurat yang dapat diberikan untuk perempuan pembela/pejuang/pekerja HAM yang mengalami ancaman keselamatan maupun kondisi kesehatan kritis baik psikis.

Digagas oleh Komnas Perempuan pada tahun 2000, dan mulai tahun 2003 dikelola bersama Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Pundi Perempuan menghadirkan model hibah yang memberdayakan sesuai dengan nilai-nilai perubahan sosial yang diharapkan.

Selama ini sebanyak 90 organisasi/ individu sudah menerima dana hibah Pundi Perempuan yang terdiri dari: 78 organisasi layanan, 3 organisasi korban, 5 individu pekerja kemanusiaan dan 4 dana bergulir bagi pengembangan ekonomi perempuan.