Dukung Perempuan dengan Berdonasi Melalui Give Back Sale

Maria Jenny, karyawan sebuah kantor di kawasan Sudirman mengirimkan beberapa baju pada sabtu 4 Mei 2019 pekan lalu. Ia juga mengirimkan jaket dan sweater barunya, yang kemudian diantar oleh seorang ojek online.

Sedangkan Lia, datang dari ujung selatan Jakarta. Ia membawa baju dan sepatu bersama seorang temannya. Pengiriman donasi yang dilakukan Maria Jenny dan Lia ini juga diikuti oleh beberapa donatur lainnya. Wida mengirimkan melalui jasa pengiriman barang, begitu juga Marta.

Baju, sepatu, tas, buku, mainan anak adalah beberapa barang yang kemudian didonasikan untuk event Give Back Sale yang diadakan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bekerjasama dengan Komnas Perempuan, Blibli.com dan Ke:Kini

Sebanyak 22 kardus barang yang berisi ratusan baju juga datang dari Blibli.com pekan lalu. Untuk Give Back Sale tahun ini, IKa dan Komnas Perempuan bekerjasama dengan Blibli.com selain dengan Ke:Kini.

Senin, 13 Mei 2019 kemarin walaupun donasi sudah ditutup, namun beberapa donatur masih mengirimkan barangnya.

Barang-barang ini kemudian akan dijual dalam event Give Back Sale yang akan diadakan pada 22-24 Mei 2019 yang diadakan di Ke:Kini- Jl.Cikini Raya 45 Jakpus.

Puluhan kardus yang berisi barang ini kemudian dipisahkan menurut klasifikasi. Ada assesories, barang yang mudah pecah seperti cangkir dan piring, juga sepatu-sepatu dan baju. Sejumlah perempuan yang hadir dan mendonasikan barangnya menyatakan bahwa mereka mengetahui informasi donasi barang rata-rata dari teman dan dari sosial media. Give Back Sale merupakan acara pengumpulan barang yang kemudian dijual untuk digunakan berdonasi. Penjualan baju yang dikumpulkan ini merupakan salah satu bagian dari rasa solidaritas dan kemanusiaan bagi para perempuan korban kekerasan di Indonesia.

Kesibukan Persiapan Give Back Sale

Kesibukan di kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sendiri sudah dimulai sejak 3 minggu lalu yaitu sejak barang donasi berdatangan. Sekar Pireno, Virlian serta sejumlah relawan kemudian datang dan melakukan cek barang, memisahkan dan memberikan harga. Barang yang akan dijual diletakkan di ruang tengah.

Koordinator Give Back Sale 2019, Aya mengatakan bahwa Give Back Sale merupakan acara penggalangangan solidaritas bersama dan melakukan tindakan secara bersama-sama bagi perempuan korban kekerasan.

“Acara ini selain mempromosikan sustainability fashion dengan menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa kita gunakan, tapi juga pada saat yang bersamaan sebagai tindakan aksi untuk bersolidaritas bagi perempuan korban kekerasan,” ujar Aya.

Karena event Give Back Sale ini dilakukan selama 3 hari, jadi panitya harus memastikan bahwa penjualan barang harus cukup selama 3 hari.

Yang datang dan membeli barang untuk donasi ini biasanya adalah para aktivis, karyawan kantor, para mahasiswa, budayawan, seniman, dosen, perusahaan-perusahaan atau lembaga dan sejumlah individu yang selama ini banyak berdonasi. Mereka datang tidak hanya untuk mengumpulkan barang, namun juga membeli barang.

Acara seperti ini selalu dimulai pada pagi hari dan selesai pada malam hari. Acara ini sudah 8 kali dilakukan atau sejak 4 tahun lalu.

Jika dana sudah masuk maka pengiriman dana akan dilakukan melalui dana hibah Pundi Perempuan yang dikelola oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan. Hibah ini diberikan untuk mendukung individu/ komunitas/ lembaga pengada layanan (Women’s Crisis Center/ WCC) yang membantu perempuan korban kekerasan, perempuan pekerja kemanusiaan, dan komunitas/ organisasi perempuan di Indonesia.

Digagas oleh Komnas Perempuan pada tahun 2000, dan mulai tahun 2003 dikelola bersama Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Pundi Perempuan menghadirkan model hibah yang memberdayakan sesuai dengan nilai-nilai perubahan sosial yang diharapkan.

Selama ini sebanyak 90 organisasi/ individu sudah menerima dana hibah Pundi Perempuan yang terdiri dari: 78 organisasi layanan, 3 organisasi korban, 5 individu pekerja kemanusiaan dan 4 dana bergulir bagi pengembangan ekonomi perempuan.