Give Back Sale, Ruang Berdonasi yang Mempertemukan Banyak Perempuan

Sally tak menyangka jika ia bisa menemukan baju-baju pre-loved berkualitas bagus pada Jumat 24 Mei 2019 yang merupakan hari terakhir pelaksanaan acara Give Back Sale. Ia tanpa sengaja lewat di Jalan Cikini Raya. Karena ada sesuatu yang berbeda di Ke:Kini, maka ia mampir.

Waktu itu hanya ingin melihat keramaian yang terjadi yang nampak di balik kaca ruang depan Ke:Kini. Ada manekin baju dan orang-orang yang berbelanja. Karena penasaran, maka iapun masuk. Namun akhirnya ia menghabiskan waktunya disini.

Sally juga merasa senang ketika ia kemudian mengetahui bahwa hasil pembelian baju ini kemudian langsung didonasikan untuk para perempuan korban kekerasan dan women’s crisis center di Indonesia.

“Saya seperti kena rejeki tiba-tiba, dapat barang bagus sebelum lebaran dan bisa langsung berdonasi,” ujar Sally yang ditemani seorang temannya.

Sally membeli baju dan aksesories. Ia menghabiskan waktu lebih dari 1 jam untuk berbelanja. Semua produk fashion, barang dan buku yang dijual di Give Back Sale ini jumlahnya ribuan dan beragam. Maka 1 orang bisa menghabiskan waktu hingga 2 jam buat berbelanja.

Hal ini juga diakui pengunjung lain, Yanti. Bahkan Yanti menghabiskan siang hingga sorenya di acara Give Back Sale. Bagi Yanti menghabiskan uang dengan langsung berdonasi merupakan satu nilai kepuasaan baginya. Ini bukan pertamakali bagi Yanti datang di Give Back Sale.

Banyak pengunjung yang mengetahui acara ini melalui sosial media, selebihnya melalui teman atau memang sudah beberapakali datang ke Give Back Sale, ada juga seperti Sally yang tak sengaja sedang lewat di sepanjang jalan Cikini Raya.

Karena adanya kerusuhan yang terjadi di Jakarta maka hari pertama pelaksanaan Give Back Sale hanya dilakukan selama setengah hari. Ini diputuskan untuk alasan keamanan. Di hari kedua dan ketiga acara dilaksanakan hingga malam hari. Acara Give Back Sale tanggal 22-24 Mei ini merupakan Give Back Sale yang ke 8 kalinya setelah diadakan sejak tahun 2016 lalu. Sebelum pelaksanaan, ada sejumlah proses yang dilakukan, pertama akan dibuka call for donation dimana barang-barang dikumpulkan oleh publik, baru kemudian barang-barang tersebut dijual ke publik. Bagi sejumlah perempuan, Give Back Sale adalah ruang untuk mempertemukan antara pihak-pihak yang mendonasi dan perempuan korban.

Setahun diadakan selama 2 kali. Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan kali ini bekerja sama dengan Blibli.com, dan Ke: Kini mengadakan Give Back Sale (GBS) pada 22-24 Mei 2019.

Direktur Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Anik Wusari mengatakan selain mendukung kerja-kerja perempuan dan kemanusiaan, Indonesia untuk Kemanusiaan dan Komnas Perempuan selama ini juga mengajak banyak pihak termasuk perusahaan untuk mendukung para perempuan korban kekerasan.

“Kami mendorong semua pihak untuk bergerak bersama dalam berdonasi untuk mendukung perempuan korban kekerasan,” ujar Anik Wusari.

Anik Wusari menambahkan bahwa Give Back Sale ini juga menjadi penanda bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang tinggi terhadap persoalan yang dialami perempuan. Hal ini juga menunjukkan bagaimana banyak perempuan dan masyarakat umum kemudian bersolidaritas untuk perempuan lain yang menjadi korban.

Mal online Blibli.com turut berpartisipasi di GBS di tahun 2019 ini karena menyadari pentingnya untuk mendukung inisiatif-inisiatif positif untuk perempuan. Kali ini, Blibli.com menyumbangkan ratusan produk fashion untuk dijual di GBS, di mana dana yang dihasilkan akan diberikan pada Pundi Perempuan untuk disalurkan kepada Women’s Crisis Center.
Lisa Widodo, SVP Operations and Product Management menjelaskan inisiatif untuk mendukung pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus yang menjadi perhatian di Blibli.com.

“Kami melihat bahwa perempuan adalah pilar penting dan bagian integral dari masyarakat dan kami percaya bahwa semakin sejahtera perempuan, semakin sehat pula masyarakat secara umum. Kami juga secara aktif melakukan program-program edukasi untuk perempuan, salah satunya melalui Komunitas Ibu Pintar. Selain itu kami juga menyediakan kesempatan yang sama dalam bekerja dan berkarir di Blibli.com. Hal ini tercermin dari komposisi yang hampir sama besar antara laki-laki dan perempuan di level manajemen. Kami berharap partisipasi kami melalui donasi pakaian dalam Give Back Sale ini akan bermanfaat bagi para pembelanja yang datang ke GBS dan hasilnya dapat membantu program perempuan dan women’s crisis center,” ditambahkan oleh Lisa Widodo.

Data dari Komnas Perempuan menyebutkan bahwa di tahun 2013 terdapat 279.688 kasus kekerasan terhadap perempuan, di tahun 2016 terdapat 321.725 kasus dan 348.446 kasus terjadi selama tahun 2017 dan di tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 14% atau berjumlah 406.178 kasus.

Kekerasan yang terjadi selama ini antaralain mencakup kekerasan di ranah privat yang terjadi dalam lingkup rumah tangga, pelaporan kasus marital rape (perkosaan dalam perkawinan), incest (perkosaan oleh orang yang memiliki hubungan darah), selain di luar rumah tangga. Perempuan juga mengalami kekerasan dalam pacaran, penggunaan teknologi untuk menyebarkan konten-konten yang merusak reputasi korban, kekerasan yang terjadi pada perempuan atau anak dengan kebutuhan khusus dan kelompok minoritas, serta kekerasan akibat pemberlakuan kebijakan diskriminatif, kebijakan tata ruang dan eksploitasi sumber daya alam.

Pundi Perempuan merupakan women’s fund (dana hibah perempuan) pertama di Indonesia yang hadir dalam konteks persoalan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan akan menyalurkan donasi di Pundi Perempuan melalui sistem hibah terbuka untuk women’s crisis center yang selama ini mengelola rumah aman dan mendampingi para perempuan korban kekerasan. Kasus kekerasan yang makin banyak jumlahnya, membuat women’s crisis center di Indonesia masih berjuang keras untuk keberlanjutannya. Hal ini yang membuat women’s crisis center membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

Selama ini sebanyak 90 organisasi/ individu sudah menerima dana hibah Pundi Perempuan yang terdiri dari: 78 organisasi layanan, 3 organisasi korban, 5 individu pekerja kemanusiaan dan 4 dana bergulir bagi pengembangan ekonomi perempuan.

Digagas oleh Komnas Perempuan pada tahun 2001, dan mulai tahun 2003 dikelola bersama Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Pundi Perempuan menghadirkan model hibah yang memberdayakan sesuai dengan nilai-nilai perubahan sosial yang diharapkan.