Pundi Budaya

Pundi Budaya hadir sebagai wadah penggalangan daya (dana, pengetahuan, jejaring, kerelawanan) untuk pemulihan dan pemberdayaan bagi korban/pejuang budaya dan keberagaman. Pundi yang saat ini dikelola bersama dengan Koalisi Seni Indonesia (KSI) ini bertujuan untuk mewujudkan adanya pijakan kokoh untuk akses pemenuhan hak-hak korban/pejuang tersebut.

Akses Dana Pundi Budaya

Pundi Budaya membuka akses dana bagi setiap individu/ komunitas/ organisasi yang berjuang di bidang seni dan budaya bisa mengakses dana berupa pengajuan proposal. Program/kegiatan yang diajukan berupa kegiatan seni dan budaya yang mendorong demokratisasi dan keberagaman. Calon penerima hibah merupakan pegiat seni dan budaya yang telah memiliki pengalaman bekerja dengan masyarakat menggunakan pendekatan budaya, memiliki sistem kerja yang dapat menjamin akuntabilitas, tidak sedang menerima dana bantuan operasional dari pemerintah, dan diutamakan memiliki pendekatan kerja kreatif dan inovatif.

Penerima Hibah Pundi Budaya:

Dalam kerja-kerjanya, Pundi Budaya pernah bekerjasama dengan Oong Maryono Pencak Silat Award (OMPSA) sebuah program hibah kecil yang mendanai upaya-upaya penelitian, dokumentasi, dan publikasi mengenai pencak silat.

Dalam kerjasama IKa dengan OMPSA tersebut, melalui Oong Maryono Award, tercatat:

1. Gusman Natawijaya
Dengan judul buku “Maen Pukulan Betawi (Silat Betawi)”
2. Edward Lebe
Dengan judul buku “Pedoman Bergambar Mengenai Silat Minangkabau Baringin Sakti”
3. Agus Mulyana
Dengan judul buku “History, Philosophy, and Culture”

Pada tahun 2017, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) memberikan bantuan sumber daya pada penyebarluasan buku tentang keberagaman “Cerita untuk Sahabat” yang diterbitkan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI).

Pada tahun 2018 bekerjasama dengan Koalisi Seni Indonesia, IKa memberikan hibah dana untuk program seni dalam demokratisasi dan keberagaman kepada 5 organisasi diantaranya adalah:

Unduh dokumen penerima dana hibah Pundi Budaya Sampai dengan tahun 2018