Laporan Tahunan 2023

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) adalah organisasi sumber daya masyarakat sipil (OSMS), yang
memiliki mandat menggalang, mengelola, menyalurkan sumber daya, dan membangun keswadayaan
masyarakat, bersyukur telah dapat melalui tahun 2023 dengan baik serta semakin memperoleh
dukungan dari berbagai pihak untuk menjalankan perannya.


Perjalanan IKa tahun 2023, tentu tidak dapat dilepaskan dari situasi nasional dan juga global.
Keputusan Pemerintah Indonesia untuk mencabut status Pandemi COVID-19 pada bulan Juni
mengubah status pandemi menjadi endemik yang mempengaruhi tata kerja organisasi. Di tingkat
global perang antara Rusia dan Ukraina mempengaruhi pengelolaan keuangan, karena nilai kurs
yang berubah mengakibatkan kerugian (exchange loss) pada penerimaan lembaga pada tahun 2024.
Di penghujung tahun, situasi politik di tingkat global semakin buruk karena serangan Israel terhadap
Palestina yang memunculkan gerakan boikot produk di kalangan masyarakat, persiapan pemilu 2024
yang mulai dibayangi oleh praktik-praktik nepotisme yang melukai etika dan demokrasi

Laporan Tahunan 2022

Puji syukur selalu kita panjatkan kepada Tuhan yang telah banyak memberikan kemudahan kepada Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai lembaga sumber daya dalam menjalankan mandat memperkuat keswadayaan gerakan dan komunitas masyarakat sipil di Indonesia. Di awal tahun 2022 badai pandemik COVID-19 telah berlalu, namun kehati-hatian masih mewarnai kerja-kerja organisasi saat menjalankan aktivitas. Protokol kesehatan masih dijalankan secara ketat untuk berjaga-jaga kemungkinan adanya penyebaran COVID-19. Hal yang sama juga dijalankan oleh IKa. Kegiatan IKa lebih banyak dilakukan secara online. Bahkan kegiatan galang dana seperti GiveBackSale masih dijalankan secara online hingga pertengahan tahun 2022. GiveBackSale offline baru dapat terlaksana pada November 2022 setelah pemerintah mengumumkan bahwa pandemik sudah benar-benar mereda. Aktivitas-aktivitas mulai semester ke-2 sudah dijalankan secara tatap muka.

IKa sebagai lembaga sumber daya, yang mempunyai peran sebagai “dapur” gerakan masyarakat sipil berupaya secara terus menerus menjalankan prinsip berbagi sumber daya dengan konsep “catur daya”. Sumber daya dimaknai tidak hanya dana, namun juga jaringan, pengetahuan dan kerelawanan. Tantangan yang dihadapi IKa juga cukup tinggi ketika memilih perannya sebagai lembaga sumber daya. Tidak banyak donor dan sektor swasta mempunyai skema pendanaan yang dapat mendukung model kerja IKa dimana terdapat pengarah, penggalang, pemanfaat dan pemakna yang berada dalam satu ekosistem komunitas pemberdaya. Keempat program IKa yaitu Pundi Insani, Pundi Perempuan, Pundi Budaya dan Pundi Hijau yang dijalankan dengan model komunitas pemberdaya, seringkali menghadapi dinamika dan melakukan strategi untuk dapat konsisten menerapkan model kerja IKa. Namun demikian, internalisasi model kerja IKa terus dilakukan agar seluruh komponen organisasi IKa dapat mendukung model kerja IKa meski dengan beragam skema pendanaan yang diperoleh. Selain itu hal yang membanggakan adalah IKa pada tahun 2022 tetap konsisten dalam mengembangkan komunitas orang muda untuk membangun kepedulian orang muda atas isu hak asasi manusia, lingkungan dan nilai-nilai keberagaman.

Laporan Program IKa Tahun 2021

Tahun 2021, Indonesia masih diwarnai dengan pandemik COVID-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya. Bahkan puncak pandemik dapat dirasakan pada bulan Juni – Juli 2021 yang ditunjukkan dengan naiknya kasus COVID-19, ditambah lagi beberapa dari tim IKa juga terdampak COVID-19. COVID-19 juga menyebabkan para pendamping perempuan korban kekerasan teridentifikasi positif.

IKa bersama-sama Komnas Perempuan melalui Pundi Perempuan dan Pundi Insani berupaya menggalang sumber daya bagi pendamping perempuan korban kekerasan karena mereka merupakan garda terdepan yang mendampingi perempuan korban kekerasan. Situasi lembaga pengada layanan (LPL) atau women crisis centre (WCC) kurang kondusif untuk pendampingan sementara waktu karena para pendamping harus melakukan isolasi mandiri (isoman) dan beberapa melakukan pemulihan. Penggalangan donasi yang dilakukan IKa pada akhirnya berhasil memberikan kontribusi pemulihan kesehatan bagi 25 orang pendamping perempuan korban kekerasan.

Laporan Tahunan 2020

Situasi 2020 pada akhirnya berhasil dilewati dengan banyak pencapaian berkat kerja keras personel IKa, relawanan dan komunitas pemberdaya IKa yang mencurahkan waktu dan tenaganya bagi IKa. Pada bulan Maret ketika diumumkan Indonesia sebagai pandemik COVID-19 oleh pemerintah, IKa masih bersikap responsif. Wajar, karena pada saat itu hampir seluruh percakapan di media sosial maupun media mainstreaming menganggap bahwa Pandemik COVID-19 hanya berlangsung beberapa bulan dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Dua bulan pertama (Maret-April), IKa merespon situasi tersebut dengan membuat kebijakan-kebijakan organisasi seperti aturan work from home, pengelolaan kantor, dan pengelolaan kegiatan-kegiatan program. IKa memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan GBS offline seperti yang dilakukan sebelumnya. Keputusan ini dirasakan cukup berat karena hasil penggalangan dana melalui GBS ini akan digunakan untuk penyaluran dana di tahun 2021. Namun, tentu keselamatan jiwa lebih utama untuk diprioritaskan. Pertemuan-pertemuan dalam rangka penggalangan dana tentu tidak dapat dilaksanakan dalam kondisi seperti itu. Kalaupun ada pertemuan online belum terlalu optimal, karena peralihan cara kerja dari offline ke online yang ternyata membutuhkan energi dan pemahaman perangkat aplikasi yang lumayan. Demikianlah sedikit latar belakang situasi di balik Laporan Tahunan 2020 ini. Salam sehat!

Laporan Program IKa Tahun 2019

Tahun 2019, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) terus berupaya mengokohkan diri sebagai lembaga sumber daya yang menggalang dana, pengetahuan, jaringan, dan kerelawanan bagi pemajuan dan keswadayaan gerakan sosial untuk kemanusiaan dan kelestarian alam. Akhir 2019, bersama dengan pengurus, staff dan jaringan, IKa menyelesaikan panduan kerja pada tahun ini selaras dengan juklak dan juknis dan diharapkan dapat perlahan-lahan diterapkan pada tahun 2020. Panduan kerja ini dinyatakan bahwa cara kerja IKa adalah melalui “Komunitas Pemberdaya”. Komunitas Pemberdaya terdiri dari komponen tim pengarah,penggalang, pemanfaat, pemakna dan pengelola yaitu IKa. Penerimaan dana IKa tahun ini sejumlah Rp 5,959, 434, 508 di mana bagian terbesar berasal dari Program Peduli. Jumlah dana ini turun dibandingkan penerimaan dana tahun 2018 sebesar Rp. 6,632,096,178 karena Peduli memang memasuki fase akhir. Secara keseluruhan pendapatan IKa pada tahun 2019 masih didominasi dana dari donor, walaupun menunjukan keragaman namun dana ini terikat untuk melaksanakan program.

Laporan Program IKa Tahun 2018

Tahun 2018 ditetapkan sebagai tahun konsolidasi di mana pengurus mengunci beberapa metode dan cara kerja IKa setelah perubahan yang ditetapkan sejak 2010. Untuk itu beberapa capaian yang telah dilakukan adalah menuliskan pembelajaran selama 7 tahun dalam dokumen yang disebut , “Panduan Kerja” sebuah dokumen “hidup” yang menjelaskan bagaimana visi, misi dan strategi pelaksanaan saling terkait serta langkah-langkah detail proses pelaksanaan kerja IKa. Proses penulisan ini tidak mudah mengingat model lembaga IKa sangat unik dan hampir tidak memiliki benchmark. Oleh karena itu IKa harus membangun strategi dan mekanismenya sendiri dengan tetap menjaga visi pendiriannya pada tahun 1995.

Laporan Program IKa Tahun 2017

Pada tengah tahun 2017, IKa telah berhasil menyelesaikan teori perubahan lembaga yang dibagi menjadi beberapa capaian yang diharapkan dalam 5 (lima) tahun mendatang, yaitu: 1) Inisiatif perubahan oleh individu/kelompok yang semakin berkembang dan tepat-guna untuk keluar dari segala bentuk ketidakadilan dan kekerasan dalam upaya transformasi sosial menuju kemanusiaan bagi semua; 2) Gerakan BERBAGI DAYA yang semakin berkembang, tepat guna, akuntabel dan berkelanjutan untuk mendukung upaya transformasi sosial menuju kemanusiaan bagi semua; 3) Sumber daya (catur daya) berbasis solidaritas yang semakin meningkat, beragam dan berkelanjutan untuk mendukung upaya transformasi sosial menuju kemanusiaan bagi semua.

Laporan Program IKa Tahun 2016

Pada 2016, Indonesia untuk Kemanusiaan menyepakati untuk melakukan finalisasi alat kerja agar konsisten satu sama lain. Beberapa kesepakatan meliputi 3 mekanisme kerja (galang -bagi dan bangun keswadayaan), perubahan logo yang sekarang tampil dengan 4 benih yang melambangkan 4 sumber daya (dana, jaringan, pengetahuan dan ke relawanan), 4 pundi sebagai wadah penggalangan dana dan 4 cara melakukan penggalangan dana. Pada tahun ini pula, IKa hendak memantapkan posisinya sebagai organisasi sumber daya di tingkat nasional maupun di internasional dengan semakin aktif dalam jaringan internasional dan nasional.

Laporan Program IKa Tahun 2015

Pada periode ini, IKa mendeklarasikan dirinya sebagai lembaga yang melakukan mobilisasi sumber daya dalam 4 bentuknya yang disebut “Catur Daya” yaitu dana, jaringan, pengetahuan dan kerelawanan. Untuk memobilisasi dan mendistribusikan “Catur Daya” IKa menggunakan 4 pendekatan kerja yaitu: penggalangan sumber daya, pengembangan pengetahuan, pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat sipil melalui 4 Pundi yaitu Pundi Insani, Pundi Hijau, Pundi Perempuan, Pundi Budaya. Dalam 5 tahun perjalanan kepengurusan, IKa telah memantapkan 3 peran utamanya sebagai penggalang sumber daya keuangan yaitu melalui:

  • Penggalangan dana publik melalui mekanisme Pundi
  • Intermediary atau organisasi perantara bagi dana-dana hibah pemerintah dan donor serta trust fund perorangan
  • Investasi yang diupayakan pada unit-unit usaha milik komunitas atau untuk membangun ekonomi yang berbasis solidaritas
Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!