
Kecil. Lentur. Berani. Inklusif
Kecil. Sejak dilahirkan IKa tidak dirancang atau diniatkan untuk menjadi besar. IKa sering menyuarakan: “IKa tidak ingin menjadi besar. Kami ingin jadi banyak.”
Artinya, IKa lebih memilih menjadi lembaga sumber daya yang dapat terus mendorong tumbuhnya keswadayaan lembaga dan komunitas akar rumput sehingga mampu mandiri dan berdaulat untuk menjalankan perannya dalam gerakan sosial. Dengan demikian, IKa tidak menjadi “pohon besar” dengan cabang dan ranting yang menjulur ke segala arah. IKa lebih memilih menghidupkan sebuah “ekosistem”, di mana setiap unsur di dalamnya saling melengkapi, meneguhkan dan menghidupi.
Justru skala kecilnya – dalam besaran sumber daya yang disalurkan maupun ukuran organisasi – yang memberikan peluang unik bagi lembaga ini untuk mendukung gagasan-gagasan baru yang muncul dari akar rumput dan membantu para penggerak yang kerja untuk memberdayakan komunitas yang terpinggirkan.
Bagi para pendiri, hal ini senafas dengan ungkapan “biarkan seribu bunga berkembang,” yang sering disampaikan dalam diskusi-diskusi mereka. Skala kecil IKa juga memungkinkan adanya daya lentur yang dibutuhkan untuk membangun resiliensi gerakan menghadapi berbagai gejolak dan serangan dalam perjuangannya.
Agar skala kecil IKa sungguh-sungguh bermanfaat bagi perjuangan yang lebih besar, syaratnya adalah cara kerja serta para pekerja IKa memang hidup dan berkembang dalam gerakan-gerakan yang didukungnya, sebagaimana para pendiri IKa. Hanya dalam skema inilah maka IKa bisa berfungsi sebagai simpul atau situs penghubung antara mereka yang bekerja di akar rumput dan di pusat-pusat kuasa dan sumber daya, antara kerja yang mikro dan yang makro, antara masukan yang teknis dan strategis. Kedekatan yang terpelihara baik dengan aktor-aktor gerakan di berbagai konteksnya juga memungkinkan dukungan IKa dapat tepat sasaran dan tepat momentum.
Lentur. IKa tidak didesain sebagai organisasi yang birokratis dan kaku. IKa menjaga kelenturannya agar dapat bergerak mengikuti perubahan konteks, merespons kebutuhan pada waktu yang tepat, serta bekerja bersama individu, komunitas, dan organisasi yang beragam, yang bekerja untuk transformasi sosial. Bagi IKa, lentur bukan berarti bekerja tanpa arah atau mengurangi akuntabilitas. Kelenturan justru memungkinkan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan diterapkan dengan peka terhadap realitas setiap komunitas.
Kelenturan tercermin dalam dukungan. IKa yang dapat menjangkau individu, kelompok kecil, komunitas yang bekerja secara organik, maupun organisasi yang sedang bertumbuh atau organisasi yang dalam masa kritis pertumbuhannya. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk hibah kecil yang cepat tanggap dan strategis, pengetahuan yang relevan dengan konteks, jejaring yang memiliki visi yang sama, kerelawanan, dan bentuk daya lain yang sesuai dengan kebutuhan serta kekuatan masing-masing komunitas.
IKa menyediakan ruang bagi gagasan baru untuk dicoba, karena tidak semua perubahan dapat direncanakan secara rinci atau dipastikan keberhasilannya sejak awal. Karena itu, IKa bersedia berjalan bersama para pemrakarsa (inisiatif di tingkat lokal) dalam proses bereksperimen, merefleksikan pengalaman, belajar dari kegagalan, dan menyesuaikan langkah. Hubungan yang dekat dan saling percaya menjadi landasan agar kelenturan tidak berhenti pada prosedur yang lebih sederhana, tetapi benar-benar menghasilkan dukungan yang relevan dan bermakna dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi IKa, lentur bukan berarti bekerja tanpa arah atau mengurangi akuntabilitas. Kelenturan justru memungkinkan prinsip-prinsip kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan diterapkan dengan peka terhadap realitas setiap komunitas.
Inklusif. Membuka Ruang dan Membagi Daya IKa tidak pernah bekerja sendiri. IKa berpijak pada keyakinan bahwa perubahan sosial hanya dapat tumbuh melalui keterlibatan banyak pihak dengan pengalaman, pengetahuan, identitas, sumber daya, dan cara berorganisasi yang beragam
Inklusif bagi IKa bukan hanya berarti membuka pintu bagi lebih banyak orang. Inklusif berarti mengakui bahwa daya dan pengetahuan tidak hanya berada pada organisasi besar, ahli, atau lembaga formal. Daya juga hidup dalam pengalaman penyintas, pengetahuan komunitas, solidaritas warga, jejaring lokal, kerja kerelawanan, serta kelompok-kelompok organik yang mungkin belum memiliki bentuk kelembagaan yang mapan.
Inklusivitas juga berarti berbagi ruang untuk menentukan arah. ini berarti komunitas tidak ditempatkan hanya sebagai penerima dukungan atau sumber data, tetapi sebagai pihak yang memiliki pengetahuan, suara, dan kemampuan untuk menentukan perubahan yang bermakna bagi kehidupannya sendiri. IKa berupaya mengenali serta mengurangi ketimpangan relasi kuasa agar suara kelompok yang selama ini dipinggirkan tidak sekadar didengar, tetapi ikut membentuk keputusan dan proses pembelajaran.
Karena itu, inklusif bukan sekadar menghadirkan keberagaman, melainkan membuka ruang, membagi peran, dan mendistribusikan daya agar setiap unsur dalam ekosistem dapat tumbuh serta berkontribusi menurut kekuatannya.
Berani. Berpihak pada Kemanusiaan IKa lahir pada masa ketika perjuangan hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan mengandung risiko yang besar. Dalam situasi represif, IKa memilih hadir untuk mendukung pembela kemanusiaan, aktivis pro-demokrasi, korban ketidakadilan, dan komunitas yang menghadapi tekanan. Sejarah tersebut membentuk keberanian sebagai bagian penting dari watak IKa.
Saat ini, keberanian IKa diwujudkan dengan tetap berpihak pada isu, kelompok, dan perjuangan yang kerap dianggap sulit, sensitif, atau kurang menarik bagi sumber pendanaan arus utama. IKa bersedia mendukung gagasan yang belum banyak dikenal, komunitas yang belum mempunyai akses terhadap sumber daya, serta para penggerak yang berhadapan dengan ketimpangan kuasa yang jauh lebih besar daripada dirinya.
Berani juga berarti membuka ruang bagi eksperimen dan imajinasi baru. IKa menyadari bahwa perubahan transformatif tidak selalu lahir dari cara-cara yang telah teruji. Dukungan terhadap inisiatif baru selalu mengandung kemungkinan gagal, tetapi IKa memandang kegagalan yang direfleksikan secara jujur sebagai bagian dari pembelajaran dan pertumbuhan gerakan.
Keberanian IKa juga tampak dalam upayanya menjaga kemandirian. IKa terus mengembangkan sumber daya yang lebih beragam dan berakar pada solidaritas publik agar tujuan serta cara kerjanya tidak ditentukan oleh ketergantungan kepada satu pihak. Melalui penggalangan Catur Daya, penguatan Akar Daya, dan pencarian bentuk-bentuk ekonomi solidaritas, IKa berusaha membangun fondasi yang memungkinkan gerakan menentukan arah perjuangannya sendiri.
Bagi IKa, berani bukan berarti bertindak tanpa pertimbangan. Keberanian dijalankan bersama etika kepedulian, keselamatan, refleksi, dan tanggung jawab. Berani berarti mengenali risiko, menjaga independensi, dan tetap memilih berpihak pada kemanusiaan ketika pilihan tersebut tidak mudah dan seringkali berada di jalan yang sunyi.
