Tentang

Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) didirikan pada tahun 1995 di masa tahun-tahun terakhir rezim otoriter Indonesia yang berkuasa selama 32 tahun. Ketika itu gerakan pro-demokrasi mulai berkembang. IKa didirikan untuk mendukung gerakan pro-demokrasi melalui hibah kecil/mikro dari organisasi donor internasional yang berbasis di Eropa (kebanyakan Belanda dan Belgia). Pendirinya adalah empat aktivis masyarakat sipil yang pada saat itu aktif dalam memajukan hak-hak buruh, hak-hak konsumen, hak asasi manusia dan pengembangan organisasi masyarakat sipil.

IKa terus mendukung gerakan pro-demokrasi melalui dana hibah/mikro dengan memperluas komunitas terpinggirkan yang dilayani. Penggalangan sumber daya dilakukan dengan pendekatan catur daya di antaranya dana, pengetahuan, jaringan dan kerelawanan. Saat ini IKa memiliki empat Pundi sebagai basis untuk melakukan penyaluran dana kepada kelompok terpinggirkan yang menggunakan pendekatan komunitas pemberdaya. Pertama, Pundi Insani merupakan Pundi yang digunakan untuk mendukung komunitas korban pelanggaran hak asasi manusia dan pembela hak asasi manusia. Kedua, Pundi Perempuan merupakan Pundi yang didirikan oleh IKa bersama-sama Komnas Perempuan pada tahun 2003 untuk membantu pendampingan kasus dan pemulihan psikososial bagi perempuan korban kekerasan dengan menyalurkan dana hibah kepada lembaga layanan (Woman Crisis Centre/WCC). Ketiga, Pundi Budaya yang didirikan untuk menjawab kesenjangan keberagaman dan toleransi budaya di Indonesia. Keempat, Pundi Hijau didirikan untuk merespon masyarakat korban bencana alam dan pentingnya kedaulatan pangan.

Bagi IKa Pundi dapat diartikan sebagai dana perwalian (trust fund), gerakan perubahan dan isu/area tematik. Karena itu kerja-kerja Pundi tidak selalu berkaitan dengan penggalangan dana namun juga mendorong terbentuknya komunitas pemberdaya sebagai ekosistem pendukung Pundi.

Pandemik COVID-19 yang mulai merebak pada Maret 2020 membawa dampak pada cara kerja IKa dalam hal penggalangan dana. Berpindahnya cara penggalangan dana dari offline ke online membawa dampak menurunnya jumlah dana yang tergalang dari masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh IKa tetapi juga dirasakah oleh masyarakat sipil secara luas, utamanya dalam hal layanan kepada komunitas. Hal ini akibat adanya kebijakan pembatasan sosial dalam meredam penyebaran COVID-19 di masyarakat. IKa memandang kondisi tersebut sebagai penanda perlunya reimajinasi arah strategis IKa agar dapat terus menjaga relevansi dan peran IKa terhadap komunitas yang dilayani.

Gagasan yang mengemuka dan menjadi perbincangan di dalam IKa adalah model ekonomi solidaritas. Ekonomi solidaritas merupakan gerakan sedunia untuk membangun ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Ekonomi solidaritas mensyaratkan perubahan paradigma dari mengutamakan keuntungan dan pertumbuhan menjadi mengutamakan keselarasan hidup sesama manusia dan alam. Gagasan ini sejalan dengan perubahan sosial yang diharapkan IKa.

Pada situasi pandemi COVID-19 dimana rantai nilai ekonomi terbatas maka lokus perhatian ekonomi malah mendekat kepada sumber-sumber daya yang lebih lokalistik dan bergantung pada komunitas. Komunitas merupakan pemilik sumber daya dan dalam jangka panjang dapat menciptakan kemandirian komunitas dalam memahami rantai nilai. Pada sisi yang lain, pelaku non-ekonomi yang berperan menyuarakan demokrasi, keadilan dan kelestarian alam belum mendapat posisi dalam rantai ekonomi lokal tersebut.

IKa melihat pentingya mendorong dua hal yaitu semangat lokalitas dalam menciptakan kemandirian dan menjalin keterhubungan antar pelaku ekonomi dan non-ekonomi. Kedua hal tersebut harus terjadi dalam satu napas gerakan sosial secara bersamaan yang selanjutnya disebut dengan ekonomi solidaritas. Ekonomi solidaritas merupakan pengembangan program yang bersifat implementasi secara langsung dengan tetap menjaga kekhasan IKa dalam memperkuat komunitas-komunitas yang terpinggirkan.

IKa percaya bahwa kehidupan yang bermartabat, adil dan sejahtera hanya bisa tercapai melalui perjuangan panjang mendorong perubahan yang transformatif. IKa ikut membangun keswadayaan dan keberdayaan masyarakat dalam perjuangan ini.

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!