Tema Laporan Tahunan 2024, “Dari Refleksi Menuju Dampak: Menguatkan Pemaknaan dan
Akar Daya”, merepresentasikan evolusi strategis IKa dalam mendorong perubahan sistemik,
terukur, dan berkelanjutan bagi gerakan masyarakat sipil. Tema ini menekankan bahwa
dampak kelembagaan yang sesungguhnya dimulai dengan pembelajaran internal yang
mendalam, alih-alih sekadar melaporkan hasil proyek.
Dari Refleksi Menuju Dampak
Konsep refleksi diusung oleh metodologi inovatif IKa, Pemaknaan, yang didukung oleh Global
Fund for Community Foundations (GFCF). Pemaknaan sengaja dirancang untuk melampaui
evaluasi kuantitatif tradisional, melainkan berfungsi sebagai “proses reflektif tentang
transformasi organisasi”. Refleksi internal ini penting untuk menciptakan dampak yang nyata
karena memungkinkan mitra hibah (Pemrakarsa) untuk mengidentifikasi nilai-nilai dan
tantangan inti organisasi. Sebagai contoh, proses ini mendorong Yayasan YABIKU untuk
memulai upaya pembentukan dana abadi dan membantu berbagai organisasi meninjau
kembali misi dasar mereka. Karena keunikan pendekatan ini, IKa menerbitkan dokumen
berbahasa Inggris untuk berkontribusi pada diskusi global mengenai pendekatan
pengukuran alternatif.

Menguatkan Pemaknaan dan Akar Daya
Dampak yang diupayakan IKa berpusat pada ketahanan dan kemandirian. Tujuan strategis ini
diwujudkan melalui inisiatif AKAR DAYA, yang merupakan respons IKa terhadap menyusutnya
ruang publik (Pancaroba) dan gerakan global Shift The Power. Dialog AKAR DAYA, yang
diselenggarakan pada November 2024, menekankan bahwa ketahanan tidak hanya
bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada mobilisasi segala bentuk sumber daya, yang
dikenal sebagai Catur Daya: dana, pengetahuan, jaringan, dan kerelawanan. Dengan
memperkuat aset lokal ini, IKa memastikan bahwa gerakan masyarakat sipil dapat mengatasi
tantangan eksternal dan membangun kemandirian, menunjukkan bahwa sumber daya
kemanusiaan dimanfaatkan untuk membina ekonomi solidaritas yang adil dan
berkelanjutan.
