Pundi Budaya
Pundi Budaya adalah wadah pengelolaan catur daya (dana, pengetahuan, jejaring dan kerelawanan) untuk mendukung inisiatif-inisiatif komunitas akar rumput yang berjuang untuk membuka ruang-ruang budaya yang inklusif guna mendorong tumbuh dan kuatnya rasa toleransi di kalangan masyarakat yang beragam.
IKa berkeyakinan bahwa ekspresi budaya, dalam berbagai bentuknya (benda maupun tak benda) adalah bentuk dari cara pandang, cara hidup dan identitas individu maupun komunitas yang harus dihormati selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai toleransi dan keadilan.
Sebagai organisasi yang tumbuh dan berjuang bersama komunitas dengan berbagai latar belakang kebudayaan, Pundi Budaya pun mengembangkan pendekatan yang unik dalam mendukung inisiatif komunitas.
Beberapa inisiatif yang dapat dijadikan contoh untuk menggambarkan kelenturan Pundi Budaya dalam memberikan dukungannya, antara lain kepada;
Apotik Komik, kolektif seniman yang berbasis di Yogyakarta, yang aktif antara 1997 dan 2005. Kolektif ini menggunakan mural dan komik sebagai medium literasi dan ekspresi sosial, termasuk kritik terhadap pemerintah.
Pundi Budaya pun memiliki kekhasan dalam menggalang daya, terutama dana, untuk mendukung berbagai inisiatif budaya.
O’ong Maryono Pencak Silat Award
Adalah dana hibah yang dititipkan di Pundi Budaya oleh Rosalia Sciortino Sumaryono, untuk memperingati sumbangsih suaminya pada dunia pencak silat sekaligus wujud kasih seorang istri kepada almarhum suami tercinta.
Dana hibah diberikan untuk mendanai kegiatan-kegiatan penelitian, dokumentasi dan publikasi mengenai pencak silat agar seni bela diri ini dikenal lebih luas.
Canting untuk Lasem
Sebuah kegiatan penjualan dan lelang kain batik Lasem yang diselenggarakan di kediaman Ibu Ratmini Soedjatmoko pada tahun 2011. Temu solidaritas ini bertujuan untuk menggalang dana bagi kegiatan perempuan pembatik, yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Srikandi Jeruk di Desa Jeruk, Lasem, Jawa Tengah, dalam mengembangkan pewarnaan alam dan mempelajari kembali motif-motif kuno yang pernah menjadi kekhasan Batik Lasem.Acara yang diselenggarakan bersama Institut Pluralisme Indonesia (IPI), berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 61,925,000.
