Pundi Perempuan

Pundi Perempuan

Pundi Perempuan adalah women’s fund pertama di Indonesia yang hadir untuk mendukung kerja-kerja Lembaga Pengada Layanan (Women’s Crisis Center) dalam memberikan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan. 

Pada tahun 2003, IKa mulai berkolaborasi dengan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), sebuah lembaga nasional HAM yang secara spesifik berjuang untuk memastikan kondisi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan. 

Kerjasama ini adalah model penggalangan dana publik pertama bagi isu keadilan

yang lahir dari kesadaran para pegiat HAM perempuan, baik individual

maupun organisasi. Karena Komnas Perempuan tidak memiliki mandat menyalurkan dana kepada lembaga pendamping korban, maka Komnas Perempuan membuka kerjasama dengan organisasi filantropi satu-satunya yang dimiliki dan dibentuk oleh gerakan sosial untuk transformasi sosial yaitu IKa, yang pada saat itu masih dikenal dengan nama Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (YSIK), yang di dalamnya terdiri dari orang-orang yang memiliki komitmen dan dedikasi untuk persoalan HAM.

Hingga saat ini, IKa dan Komnas Perempuan terus bekerjasama untuk mengelola Pundi Perempuan, termasuk di dalamnya menggalang dan menyalurkan dana bagi Lembaga Pengada Layanan (Women Crisis Center/WCC)

Berbagai inisiatif penggalangan sumber daya pun dilakukan bersama. Mulai dari berkolaborasi dengan perusahaan yang memiliki nilai dan keberpihakan yang selaras hingga menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang membuka pelibatan publik lebih luas dan beragam. 

Beberapa inisiatif kegiatan penggalangan dana yang pernah dilakukan, antara lain;

  1. Kampaye “STOP VIOLENCE IN THE HOME” bersama The Body Shop (2004 – 2006), yang salah satunya capaiannya adalah membentuk Referral System di Komnas Perempuan
  2. “Karya Untuk Kawan”, pameran dan lelang karya para perupa terkemuka Indonesia, termasuk Dolorosa Sinaga, yang diselenggarakan sebayak 4 (empat) kali.
  3. “Opera Clara” (2015), pagelaran musik Ananda Sukarlan dengan latar belakang Tragedi Mei 1998, yang banyak menelan korban perempuan dan menjadi penggerak dibentuknya Komnas Perempuan.
  4. “Fight Back Run” (2017), yang mengambil momentum maraknya kegiatan lari marathon di kalangan masyarakat.

Dan, salah satu inisiatif penggalangan dana publik yang secara konsisten dilakukan setiap tahun oleh IKa adalah GIVE BACK SALE (GBS), yang mulai diselenggarakan pada 2016. Bahkan ketika pandemi COVID-19 melanda, GBS tetap diselenggarakan secara online.

Sekilas Give Back Sale (Box)

  • Sebuah inisiatif penggalangan dana publik Pundi Perempuan berupa penjualan barang bekas layak pakai (preloved) donasi masyarakat, yang kemudian hasilnya disalurkan kepada Lembaga Pengada Layanan.
  • Telah 16 kali diselenggarakan sejak tahun 2016 (dua kali diselenggarakan secara daring selama pandemi Covid-19, tahun 2020-2021).
  • Lebih dari 500 donatur berpartisipasi menyumbangkan barangnya.
  • 25 relawan, yang menjadi bagian Komunitas Pemberdaya, terlibat dari pra hingga paska pelaksanaan GBS. 
  • Rp1,949,969,378 dana terkumpul dari hasil penjualan.
  • 68 Lembaga Pengada Layanan di berbagai daerah telah mendapatkan dukungan dalam bentuk hibah Pundi Perempuan.

Selain itu, IKa pun melakukan berbagai upaya penggalangan dana publik melalui crowdfunding platform Kita Bisa.com di tingkat nasional dan GlobalGiving.org di tingkat internasional.

Hingga tahun 2024, Pundi Perempuan telah menyalurkan hibah kepada:

  • 173 Lembaga Pengada Layanan
  • 3 kelompok perempuan korban
  • 5 individu pekerja kemanusiaan (pendamping perempuan korban kekerasan)
  • 4 dana bergulir bagi pengembangan ekonomi perempuan.

 Tercatat, sekitar 2.481 perempuan korban kekerasan yang telah menerima manfaat dari Pundi Perempuan.


Berita Terbaru

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!