Dana
Dana adalah sumber daya finansial yang membantu sebuah gagasan bergerak menjadi tindakan. Dana dapat menyediakan ruang, waktu, perlengkapan, perlindungan, dan kesempatan bagi individu atau komunitas untuk menjalankan prakarsa perubahan.
Namun, dalam cara pandang Catur Daya, dana bukan satu-satunya ukuran kekuatan. Manfaat dana ditentukan oleh siapa yang mengambil keputusan, bagaimana dana dikelola, hubungan seperti apa yang dibangun, dan apakah penggunaannya memperkuat daya yang telah dimiliki komunitas.
Karena itu, IKa memandang dana sebagai pemantik. Dana membuka kemungkinan, mengaktifkan sumber daya lain, dan membantu komunitas mengembangkan daya yang telah hidup di dalamnya.
IKa menggalang dan mengembangkan dana melalui empat cara berikut.
1. Dana Pemantik Terfokus
Dana pemantik terfokus dikembangkan melalui kerja sama antara IKa dan pihak yang ingin mendukung isu, komunitas, atau tujuan tertentu. Pihak tersebut dapat berupa lembaga donor, organisasi, komunitas, keluarga, maupun individu.
Dana yang dipercayakan kepada IKa dikelola melalui Pundi yang sesuai, dipertemukan dengan pengetahuan dan jejaring yang relevan, serta digunakan untuk membuka ruang bagi tumbuhnya prakarsa dan daya komunitas.
Beberapa contohnya adalah:
O’ong Maryono Pencak Silat Award, yaitu dana pemantik yang dititipkan di Pundi Budaya oleh Rosalia Sciortino untuk mengenang sumbangsih almarhum O’ong Maryono bagi dunia pencak silat. Dana ini mendukung penelitian, dokumentasi, dan publikasi agar pengetahuan serta warisan pencak silat dapat dirawat dan dikenal lebih luas.
Dana Pemantik Victor Bottini, yaitu dana yang dipercayakan oleh keluarga mendiang Victor Bottini kepada IKa untuk mendukung penguatan kapasitas organisasi serta berbagai prakarsa kemanusiaan yang menjadi prioritas IKa. Kedua contoh tersebut memperlihatkan bahwa dana dapat menjadi cara untuk merawat nilai, meneruskan warisan, serta menghubungkan kepedulian pribadi dengan kepentingan masyarakat yang lebih luas.
2. Penggalangan Dana Publik
Penggalangan dana publik membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kerja kemanusiaan, keadilan sosial, kebudayaan, dan kelestarian alam.
Kontribusi publik tidak harus selalu dalam jumlah besar. Kekuatan utamanya terletak pada keterlibatan banyak orang dan tumbuhnya rasa memiliki terhadap perubahan yang ingin diwujudkan bersama.
Penggalangan dilakukan melalui kampanye donasi, kegiatan kreatif, platform digital, mekanisme Komunitas Pemberdaya, serta kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kesamaan nilai.
Salah satu contohnya adalah Give Back Sale, sebuah prakarsa penggalangan dana publik untuk Pundi Perempuan yang melibatkan Relawan Galang Daya dan berbagai simpul Komunitas Pemberdaya. Dalam kegiatan ini, barang, waktu, keterampilan, jejaring, dan kepedulian dipertemukan untuk mendukung kerja organisasi pengada layanan bagi perempuan korban kekerasan.
Penggalangan dana publik dengan demikian tidak hanya menghasilkan uang. Prosesnya juga memperluas jejaring solidaritas, menghidupkan kerelawanan, dan membangun pengetahuan masyarakat mengenai isu yang diperjuangkan.
3. Kemitraan dengan Perusahaan Berbasis Kesamaan Nilai
IKa membangun kemitraan dengan perusahaan swasta, BUMN, maupun pelaku usaha yang memiliki komitmen terhadap kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan.
Kemitraan tidak semata-mata dipandang sebagai transaksi pendanaan. IKa mempertimbangkan keselarasan nilai, rekam jejak, tujuan penggunaan dana, serta kemungkinan untuk membangun hubungan yang bertanggung jawab dan saling memperkuat.
Dukungan perusahaan dapat menjadi dana pemantik bagi kegiatan Pundi, pengembangan kapasitas, kampanye publik, penguatan layanan komunitas, maupun bentuk kolaborasi lainnya sesuai dengan kesepakatan.
Melalui pendekatan ini, kemitraan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tanggung jawab sosial sesaat, tetapi turut mendorong perubahan yang lebih berkelanjutan.
4. Investasi dalam Ekonomi Solidaritas
IKa juga menjajaki dan mengembangkan dukungan bagi koperasi, wirausaha sosial, usaha bersama komunitas, dan berbagai prakarsa ekonomi yang bekerja berdasarkan nilai solidaritas.
Dukungan pemantik ini diarahkan agar sumber daya tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu penerima. Manfaat yang tumbuh dari kegiatan ekonomi diharapkan dapat berputar, memperkuat para pelaku di dalamnya, serta ikut menopang komunitas atau prakarsa lainnya.
Bagi IKa, investasi dalam ekonomi solidaritas bukan hanya tentang memperoleh keuntungan finansial. Hal yang lebih utama adalah memperkuat kepemilikan bersama, distribusi manfaat yang adil, hubungan saling menopang, dan keberlanjutan gerakan sosial.
Ketika Empat Daya Bergerak Bersama
Pengetahuan membantu komunitas memahami realitas, mengenali daya yang telah dimiliki, dan menentukan arah perubahan. Jejaring mempertemukan pengetahuan tersebut dengan orang, peluang, ruang, dan dukungan yang relevan. Kerelawanan mengubah kepedulian menjadi keterlibatan dan tindakan bersama. Dana kemudian menjadi pemantik yang membuka kemungkinan agar gagasan dapat diuji, dikembangkan, dan dijalankan.
Pada saat yang sama, pergerakan satu daya dapat melahirkan daya lainnya. Pengetahuan dapat membuka hubungan dan dukungan baru. Jejaring dapat menggerakkan relawan. Kerelawanan dapat menghasilkan pengalaman dan pembelajaran. Dana pemantik dapat membuka ruang bagi tumbuhnya pengetahuan, jejaring, dan keterlibatan masyarakat.
Inilah energi khas Catur Daya: sumber daya tidak hanya dihimpun dan dibagikan, tetapi dikenali, dihubungkan, dipertukarkan, dimaknai, serta ditumbuhkan bersama.
Melalui Komunitas Pemberdaya, setiap orang dan kelompok dapat menjadi pihak yang berbagi daya sekaligus menerima daya dari pihak lain. Dari hubungan yang setara dan saling menopang inilah keswadayaan dapat bertumbuh.
