Pengetahuan
Pengetahuan adalah pemahaman yang tumbuh dari pengalaman, ingatan, refleksi, penelitian, dan proses belajar bersama. Pengetahuan tidak hanya berada dalam buku, laporan, atau ruang akademik. Ia juga hidup dalam pengalaman lapangan, sejarah perjuangan, warisan budaya, praktik keseharian, dan kearifan komunitas.
Dalam Catur Daya, pengetahuan membantu komunitas memahami situasi yang dihadapi, mengenali akar persoalan, melihat daya yang telah dimiliki, serta menentukan perubahan yang ingin diperjuangkan.
IKa menghidupkan pengetahuan melalui beberapa proses berikut.
Menemukenali pengetahuan yang telah hidup
IKa berangkat dari keyakinan bahwa komunitas bukan ruang kosong. Setiap komunitas mempunyai pengetahuan yang lahir dari pengalaman menghadapi persoalan, merawat kehidupan, membangun organisasi, serta mengembangkan berbagai cara untuk bertahan dan saling menjaga.
Pengetahuan tersebut perlu dikenali dan dihargai sebagai sumber daya penting, bukan sekadar menjadi cerita pelengkap bagi pengetahuan yang datang dari luar.
Mengolah pengalaman menjadi pembelajaran
Pengalaman tidak otomatis menjadi pengetahuan bersama. Karena itu, IKa mendukung proses dokumentasi, refleksi, evaluasi, Pemaknaan, penelitian, dan percakapan kritis agar pengalaman dapat dibaca kembali dan dipahami secara lebih mendalam.
Proses tersebut tidak hanya digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan. Ia membantu melihat perubahan yang terjadi, hubungan yang terbangun, daya yang tumbuh, serta pelajaran yang dapat digunakan untuk perjalanan berikutnya.
Menyebarluaskan dan mempertukarkan pengetahuan
Pengetahuan menjadi lebih kuat ketika dapat bergerak dan dipertukarkan. IKa mengembangkan ruang belajar, forum dialog, publikasi, dokumentasi, dan pertemuan antarkomunitas agar pengetahuan tidak berhenti pada satu individu atau organisasi.
Melalui FAJAR, Pemaknaan, Akar Daya, dan berbagai proses belajar lainnya, pengalaman lokal dapat bertemu dengan pengalaman dari tempat lain. Pertemuan tersebut memungkinkan lahirnya gagasan, bahasa, dan imajinasi baru tentang sumber daya, keswadayaan, dan perubahan sosial.
IKa tidak memandang pengetahuan sebagai sesuatu yang hanya dimiliki oleh para ahli. Komunitas, aktivis, penyintas, relawan, peneliti, dan pekerja kemanusiaan membawa bentuk pengetahuan yang berbeda dan sama-sama berharga.
