Lowongan Kerja (Staf Pelaksana Program – Pundi Hijau)

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

  1. Melakukan identifikasi pola-pola penggalangan dana, pengetahuan , kerelawanan dan jaringan sosial untuk  pengembangan sumber daya Pundi Hijau
  2. Menyiapkan rencana kerja operasional (work plan) dan anggaran kegiatan atau program di lingkup Pundi Hijau dengan capaian target penggalangan daya. 
  3. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan atau program Pundi Hijau sesuai ketentuan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan-tujuan strategis IKa sesuai visi dan misi IKa.
  4. Memberikan pelayanan, asistensi, dan penguatan kapasitas kepada organisasi mitra dalam bidang penggalangan dan pengelolaan sumber daya sesuai yang mereka butuhkan.
  5. Mengembangkan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka penggalangan sumber daya sesuai model kerja IKa (komunitas pemberdaya).
  6. Mengkoordinasikan tercapainya kegiatan pemantauan dan evaluasi atas program/kegiatan Pundi HIjau untuk memastikan adanya pembelajaran yang transformatif dan berkelanjutan.
  7. Mengedepankan kerja tim (teamwork) di dalam divisi pengembangan sumber daya dan lintas divisi di dalam lembaga IKa.
  8. Menyusun laporan-laporan kegiatan/program yang menjadi lingkup tugas dan tanggung jawab program/kegiatan Pundi Hijau bagi pengembangan dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Kualifikasi:

  1. Lulus S1 dengan pengalaman bekerja  di LSM minimal 3 tahun
  2. Memiliki wawasan dan pengetahuan mengenai lingkungan hidup, utamanya perubahan iklim.
  3. Memiliki pemahaman manajemen organisasi dan manajemen program
  4. Memiliki pengalaman dalam menjalankan program di LSM.
  5. Lancar menggunakan program Microsoft office (Ms. Word, Ms. Excell, dan lainnya) dan aplikasi kerja online (Zoom, Teams, dll.).
  6. Memiliki ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab dan loyalitas dalam menyelesaikan tugas.
  7. Memiliki kepedulian dan wawasan ke-LSM-an serta transformasi sosial.
  8. Memiliki kemampuan berkomunikasi, motivasi dan persuasi kepada orang lain yang berhubungan dengan bidang tugasnya.
  9. Fasih berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
  10. Memiliki pengalaman bekerja dalam tim dengan beragam karakter.

Bagi calon pelamar yang berminat, silakan kirim surat lamaran, CV termasuk referensi (minimal 2 orang) dan gaji yang diharapkan  ke email: sekretariat@indonesiauntukkemanusiaan.org, paling lambat tanggal 31 Agustus 2023.

Hanya pelamar yang memenuhi kualifikasi yang akan dihubungi.

Kerangka Acuan, Audit Laporan Keuangan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)

A. Latar Belakang

IKa merupakan organisasi pengelola sumber daya, yang menghimpun, mengelola dan menyalurkan dana, jejaring,kerelawanan dan pengetahuan bagi perjuangan warga sebagai bagian dari kekuatan gerakan masyarakat sipil untuk memperjuangkan kehidupan yang sejahtera, adil dan bermartabat bagi semua orang dalam kerangka hak asasi manusia dan pemeliharaan lingkungan yang berkelanjutan.

IKa  sebagai organisasi CSRO (Civil Society Resource Organization) tidak terbatas pada mobilisasi sumber daya tetapi juga pengembangan kapasitas (capacity building) dari organisasi masyarakat sipil (OMS) dan organisasi-organisasi pada level akar rumput. Sifat lokal CSRO akan memberikan legitimasi dan sekaligus akuntabilitas dan transparansi bagi gerakan masyarakat sipil dan sekaligus transfer kepedulian terhadap perubahan masyarakat sipil.

Saat ini IKa menerima dana hibah Program Better Together, yakni suatu program untuk mendukung lansia penyintas 65 dan keluarganya, dari VOICE Global sebesar EURO 200.000 untuk jangka waktu program dari tanggal 01 September 2021 hingga tanggal 31 Agustus 2023. Dalam mengelola Program tersebut IKa bekerja sama dengan mitra konsorsium yakni organisasi pendamping korban yang bekerja pada isu perlanggaran HAM berat sebagai penerima manfaat langsung, yaitu Sekretariat Bersama’65 (Solo) dan PBH Nusra (Sikka).

B. TUJUAN

Kerangka Acuan ini dibuat sebagai pedoman atas pelaksanaan audit Laporan Keuangan Khusus Program VOICE untuk tahun buku 01 September 2021 – 31 Agustus 2023

Selain itu tujuan pelaksanaan audit laporan keuangan baik IKa  secara umum dan juga Program VOICE secara khusus yakni

  1. Sebagai bentuk akuntabilitas dan pertanggungjawaban IKa sebagai organisasi pengelola sumber daya.
  2. Mendapatkan pernyataan opini audit dari KAP atas laporan keuangan IKa secara lembaga dan juga Laporan keuangan IKa khusus Program VOICE “Better Together”, bahwa laporan keuangan tersebut bebas dari salah saji material dan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum Indonesia.

C. KRITERIA PENILAIAN

Pelaksanaan kegiatan ini harus memenuhi kriteria persyaratan sebagai berikut :

  1. Unsur Pengalaman
    • Memilik izin Kantor Akuntan Publik sebagaimana ditetapkan dalam peraturan Menteri Keuangan RI dan Kantor Akuntan Publik terdaftar di BPK
    • Pengalaman melaksanakan pekerjaan di non-profit organisasi
    • Pengalaman peserta harus dilengkapi dengan referensi/kontrak sebelumnya, yang menunjukkan kinerja perusahaan yang bersangkutan selama 10 (sepuluh) tahun terakhir dan dapat dibuktikan kebenarannya dengan menghubunginya.
  2. Unsur Pendekatan dan Metodologi
    • Metodologi yang digunakan dalam proses audit
    • Pendekatan yang diterapkan selama proses audit
  3. Unsur Kualifikasi Tenaga Ahli :
    • Memiliki izin akuntan dan reputasi yang baik
    • Memiliki pengalaman audit yang cukup
    • Mampu menjalankan pekerjaan audit sesuai skedul yang telah ditetapkan

D. RUANG LINGKUP PEKERJAAN AUDIT

  1. Melakukan penilaian atas laporan keuangan yang telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.
  2. Melakukan penilaian kepatuhan sesuai dengan  Prosedur Manual yang berkaitan dengan pembiayaan dan keuangan akuntansi.
  3. Melakukan pemeriksaan dan verifikasi atas laporan keuangan beserta dokumen pendukung

E. OUTPUT PEKERJAAN AUDIT

Output yang dihasilkan atas pekerjaan audit adalah Laporan Audited – Special Audit Program Better Together VOICE.

F. PERIODE  LAPORAN AUDIT

Periode Laporan Audit dimulai pada tanggal 01 September 2021 dan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023.

G. JADWAL AUDIT

Jadwal pelaksanaan audit di mulai pada awal Juni 2023 sampai dengan September 2023 (Minggu ke-

H. ANGGARAN BIAYA

Anggaran biaya untuk pekerjaan audit adalah Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah)

I. PROSEDUR PENGAJUAN

Surat Penawaran (mencakup metode audit, scope audit, perkiraan biaya, dan perkiraan waktu pengerjaan), Curriculum Vitae (CV) auditor, dan profil KAP, dapat dikirimkan ke email sekretariat@indonesiauntukkemanusiaan.org paling lambat 28 Mei 2023. 

Mengingat adanya keterbatasan yang ada pada kami, maka perlu kami sampaikan bahwa hanya kandidat konsultan yang masuk dalam shortlist yang akan kami hubungi. 

Kerangka Acuan Kegiatan, Konsultan untuk Evaluasi Proyek Better Together

Latar Belakang

Proyek Better Together merupakan sebutan yang merujuk pada program “Meraih Hak-Hak atas Akses Ekonomi, Sosial-Budaya bagi Lansia Korban Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu dan Mempromosikan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia kepada Orang Muda”. Proyek Better Together telah berjalan sejak 1 September 2021 dan akan berakhir pada 31 Agustus 2023 yang didukung pendanannya oleh VOICE Global. Pelaksana proyek ini adalah tiga organisasi yaitu Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), Sekber’65, dan PBH Nusra yang disebut dengan Konsorsium Better Together. Saat ini koordinasi konsorsium dilakukan oleh IKa untuk memastikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat berkontribusi pada pencapaian baik output maupun outcome yang telah disepakati bersama-sama di dalam konsorsium.

Wilayah kerja proyek meliputi Karanganyar, Surakarta dan Sikka, serta kerja-kerja kampanye di nasional. Sekber’65 mengelola kegiatan-kegiatan di wilayah Karanganyar dan Surakarta (Jawa Tengah), PBH Nusra mengelola kegiatan-kegiatan di wilayah Sikka NTT, dan Indonesia untuk Kemanusiaan mengelola kegiatan-kegiatan kampanye dalam rangka menyuarakan kepentingan lansia penyintas pelanggaran HAM berat masa lalu di nasional. Dalam hal monitoring perkembangan program, IKa telah melaksanakannya dengan melakukan kunjungan ke dua anggota konsorsium, selain itu mekanisme pelaporan kegiatan dilakukan setiap bulan untuk melaporkan kegiatan dalam satu bulan. Dalam hal keuangan, kontrol dilakukan setiap dua bulan dimana anggota konsorsium menyampaikan laporan penggunaan anggaran dan pengajuan uang muka untuk kegiatan berikutnya.

Proyek Better Together menggunakan pendekatan pada tiga level intervensi. Pertama, terpenuhinya akses layanan lansia penyintas atas hak ekonomi, sosial-budaya serta hak-hak dasar yang sama dengan warga negara lainnya. Hal ini ditandai dengan terselenggaranya layanan-layanan yang diberikan dari negara kepada lansia penyintas. Layanan-layanan tersebut dapat berupa layanan dalam hal kepastian hukum seperti akses memperoleh Surat Keterangan Korban Pelanggaran HAM (SKKPHAM), Buku Hijau dari LPSK, dan insentif untuk pengobatan seperti transport dan uang makan. Dalam hal layanan sosial, akses yang diberikan dapat berupa pemberian makanan tambahan (PMT), bantuan langsung tunai (BLT), bantuan ternak, bantuan permodalan dan lain sebagainya. Lansia penyintas dalam kondisinya yang rentan seperti fisik yang semakin renta serta keinginan memperoleh keadilan yang belum kunjung diperoleh sering terdiskriminasi oleh layanan-layanan tersebut. Oleh karena itu pada level intervensi ini salah satu upayanya adalah membangun kerelawanan orang-orang muda untuk mendampingi lansia dalam menjangkau unit-unit layanan publik yang tersedia.

Kedua, orang muda semakin berperan dalam menyuarakan isu-isu hak asasi manusia, dengan salah satu strateginya melalui seni dan budaya. Dalam rangka mendorong hal tersebut, proyek ini memfasilitasi forum-forum orang muda di desa, kabupaten dan nasional. Proyek ini juga mendorong orang-orang muda untuk mengoptimalkan sosial media sebagai platform menyebarluaskan kampanye mengenai isu-isu HAM. Selain itu, orang muda juga diharapkan dapat menggunakan sarana seni dan budaya yang khas di wilayah kerja proyek untuk menyuarakan konteks hak asasi manusia. Pesan “menjaga ingatan, dan mencegah keberulangan pelanggaran HAM di masa depan” menjadi semangat diskusi di antara orang-orang muda.

Ketiga, organisasi pendamping korban pelanggaran HAM dapat berkelanjutan dalam mendampingi lansia korban pelanggaran HAM berat masa lalu. Upaya yang diharapkan dalam intervensi ini adalah adanya bentuk-bentuk upaya penggalangan dana dari organisasi pendamping agar dapat memenuhi kebutuhan lansia korban pelanggaran HAM baik dalam hal akses memperoleh pengakuan negara, serta layanan-layanan ekonomi, sosial-budaya, dan hak-hak dasar lainnya. Organisasi pendamping juga mempunyai mekanisme pengelolaan pengetahuan yang tersistematis, salah satu target utamanya mempunyai database lansia penyintas yang terupdate terus-menerus.

Selama pelaksanaan proyek, Indonesia untuk Kemanusian (IKa) telah melakukan kunjungan monitoring program di awal program untuk melihat perkembangan di tiga bulan pertama proyek. Kunjungan monitoring kedua program dilakukan pada April dan Mei 2023 untuk memantau perkembangan kegiatan serta mengantisipasi pelaksanaan kegiatan ke depan. Namun demikian sangat penting dilakukan evaluasi atas dampak secara komprehensif untuk dapat memetakan tingkat kemanfaatan maupun dampak dari capaian proyek pada setiap level intervensi, serta keberlanjutannya. Evaluasi ini juga diharapkan dapat memperoleh gambaran komprehensif bagi IKa sebagai pengelola konsorsium sekaligus sebagai lembaga sumber daya dapat berperan lebih optimal dalam melayani kebutuhan pemanfaat program organisasi, utamanya dalam penerapan model kerja salah satu program IKa yaitu Pundi Insani

 Tujuan Evaluasi

  1. Memetakan dampak intervensi dan mengukur tingkat pengaruh maupun kontribusinya kepada perubahan kebijakan, perubahan aparatur layanan publik, tingkat kemanfaatannya pada kelompok sasaran, dan organisasi pendamping korban.
  2. Mengidentifikasi pembelajaran-pembelajaran terkait efektivitas capaian/hasil (output dan outcome) dari mitra maupun kelompok target, baik yang bersifat kelemahan maupun kekuatan, sebagai acuan bagi perbaikan pendekatan maupun strategi pelaksanaan program IKa (Pundi Insani) ke depan.
  3. Mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat tercapainya dampak intervensi maupun keberlanjutannya pasca proyek.

Hasil yang diharapkan

Hasil yang diharapkan adalah laporan analisis evaluasi dampak yang komprehensif serta rekomendasi yang dapat secara konkret diterapkan sebagai pembelajaran bagi program yang akan dijalankan IKa dan anggota konsorsium di masa depan.

Cakupan Evaluasi & Metodologi

Periode evaluasi dimulai sejak proyek ini berjalan 1 September 2021 hingga Juli 2023.  Wilayah kerja evaluasi antara lain Surakarta, Karanganyar, Sikka dan Nasional.

Metode analisis menggunakan data gabungan kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh baik dari data primer maupun sekunder. Data kuantitatif dapat diperoleh dari data sekunder seperti, data-data statistik, laporan-laporan kegiatan, dokumen kebijakan, db lansia penyintas, db relawan orang muda, db kampanye media, dll yang dapat diperoleh dari anggota Konsorsium. Data kualitatif dapat diperoleh dari hasil wawancara, diskusi dan kunjungan ke organisasi pendamping, lansia penyintas, pemerintah daerah. Metode gabungan ini merupakan bagian dari proses triangulasi agar dapat memperoleh data secara akurat dan reliable. Dalam melakukan evaluasi ini, konsultan akan didampingi oleh tim IKa sebagai pengelola kegiatan pembelajaran, monitoring dan evaluasi.

Untuk melakukan evaluasi dampak ini, IKa bermaksud merekrut Konsultan. Konsultan terpilih akan mengusulkan kerangka metodologi maupun metode-metode pengumpulan data dan kemudian disepakati secara bersama oleh kedua belah pihak. IKa juga akan meminta pertimbangan anggota konsorsium lainnya mengenai metodologi maupun metode-metode pengumpulan data. Setelah kedua pihak bersepakat maka Konsultan dapat melakukan pengumpulan data sampai dengan menghasilkan laporan. Cakupan kerja Konsultan secara detil dijelaskan di bawah ini.

Cakupan Kerja Konsultan

  • Konsultan membangun kerangka metodologi evaluasi dampak dan instrumen berdasarkan desk review dan diskusi intensif dengan IKa dan anggota konsorsium lainnya.
  • Konsultan menyampaikan langkah-langkah kerja pengumpulan data dan disepakati oleh kedua pihak.
  • Konsultan melakukan pengumpulan data lapangan sesuai dengan instrumen yang telah disepakati kedua belah pihak.
  • Konsultan mengusulkan dan membangun kerangka analisis dan format laporan.
  • Konsultan mendiskusikan draft laporan dengan IKa dan anggota konsorsium lainnya.
  • Konsultan memfinalisasi draft laporan menjadi Final Laporan.

Durasi Pekerjaan: 2 bulan (Juni-Juli 2023)

Keluaran dan Waktu:

No.Tahap KegiatanJumlah Hari KerjaTahapan KeluaranTenggat Waktu
1Diskusi dengan IKa2 hariMendapat gambaran komprehensif mengenai program yang akan dievaluasiJuni, Minggu 1
2Desk review3 hari•     Memahami data sekunder program yang akan dievaluasi •     Draf kerangka evaluasi dan instrumenJuni, Minggu II
Final kerangka evaluasi dan instrumen serta sampel wilayah dan daftar responden yang disepakatiJuni, Minggu II
3Pengumpulan data di Sekber’654 hariData kuantitatif dan kualitatif terkumpulJuni, Minggu III
4Pengumpulan data di PBH Nusra4 hariData kuantitatif dan kualitatif terkumpulJuni, Minggu IV
5Penyusunan, pemaparan kerangka analisis dan format laporan3 hariKerangka analisis dan format laporan disepakati kedua pihakJuli, Minggu I
6Penyusunan dan pemaparan draf awal laporan5 hariDraft laporan awal evaluasi dampakJuli, Minggu II
7Finalisasi draf laporan evaluasi dampak berdasarkan masukan dari IKa dan konsorsium2 hariDokumen Final Evaluasi DampakJuli, Minggu II

Kompetensi Konsultan

IKa membutuhkan 1 orang konsultan dengan kompetensi berikut ini:

  • Berpengalaman melakukan monitoring dan evaluasi dampak program terkait dengan isu pemulihan hak-hak korban pelanggaran HAM
  • Penguasaan yang baik terhadap berbagai metodologi penelitian
  • Memiliki kemampuan analisis yang baik
  • Memiliki pengalaman bekerja dengan organisasi pendamping korban
  • Memahami isu hak asasi manusia, utamanya pelanggaran HAM berat masa lalu
  • Mampu bekerja mandiri dalam tekanan situasi dan mampu bekerja multitasking serta berorientasi pada hasil
  • Tidak mempunyai hambatan dalam menggunakan aplikasi untuk mendukung pekerjaan yaitu program Microsoft.

Kualifikasi Konsultan

  • Master degree untuk bidang yang relevan
  • Minimal mempunyai pengalaman 3 kali melakukan evaluasi program
  • Kemampuan menulis, mengkaji, menganalisis, mengedit laporan, dan mempresentasikan hasil kajian
  • Memahami konteks isu HAM, kebijakan publik, kelompok rentan, dan baik bila memahami pendekatan kelansiaan.

Perkiraan lokasi pengambilan data kualitatif melalui wawancara dan FGD adalah sebagai berikut:

  • Jakarta/Nasional: Wawancara dilakukan dengan tim pengelola program IKa
  • Surakarta dan Karanganyar (Jawa Tengah): FGD dilakukan dengan para pemangku di daerah terdiri dari unsur dinas/Lembaga pemerintah di daerah, organisasi pendamping korban (Sekber’65), Forum Generasi Muda (FGM), penyintas pelanggaran HAM berat masa lalu, organisasi kepemudaan.
  • Sikka (Flores, Nusa Tenggara Timur): FGD dilakukan dengan para pemangku di daerah terdiri dari unsur dinas/Lembaga pemerintah di daerah, organisasi pendamping korban (PBH Nusra), kelompok orang muda dari tiga desa (Ian tena, Natar Mage, Tua Bao), penyintas pelanggaran HAM berat masa lalu, organisasi kepemudaan.
  • Perkiraan jumlah hari pengambilan data di Sekber’65 dan PBH Nusra adalah 4 hari, termasuk dengan waktu perjalanan.  Jumlah peserta kegiatan FGD beserta fasilitatornya adalah 15 orang di masing-masing lokasi FGD. Jumlah peserta akan disesuaikan dengan kerangka evaluasi dan instrumen yang disampaikan oleh konsultan.

Cara Pengajuan

Proposal/lamaran beserta CV (sebagai dokumen pendukung) dapat dikirimkan ke emailsekretariat@indonesiauntukkemanusiaan.org paling lambat 20 Mei 2023. Mengingat adanya keterbatasan yang ada pada kami, maka perlu kami sampaikan bahwa hanya kandidat konsultan yang masuk dalam shortlist yang akan kami hubungi. 

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!