Berkarya Bersama IKa: Pelaksana Keuangan Senior (Senior Finance Officer)

Penuh Waktu/ Full Time
Lokasi: Jakarta Pusat

Deadline: 20 Maret 2026 (Pkl: 23.59 WIB)

Tentang Kami
Indonesia untuk Kemanusiaan adalah organisasi masyarakat sipil yang berdiri sejak 1995 dan
bekerja pada isu Hak Asasi Manusia (HAM), lingkungan hidup, dan kesetaraan gender. Kami
menggalang dan mengelola dana hibah serta mendampingi organisasi lokal untuk memperkuat
kapasitas dan kemandirian mereka.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas, kami melaksanakan
audit keuangan tahunan oleh akuntan independen dan menerapkan prinsip tata kelola yang
baik.

Untuk memperkuat sistem keuangan organisasi, kami membuka kesempatan bagi profesional
yang teliti, berintegritas, dan berpengalaman untuk bergabung sebagai Pelaksana Keuangan
Senior.

Tujuan Posisi:

• Peran strategis, yaitu peran untuk memberikan pengaruh positif pada status dan performa organisasi, melalui penyajian Laporan Keuangan secara cepat dan akurat, sesuai dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan Indonesia ISAK 35, Pencatatan mengunakan aplikasi akuntansi Sango, Format Laporan Keuangan dari Lembaga Donor dan Perpajakan
• Peran teknis, yaitu peran untuk meningkatkan kinerja pimpinan melalui pembuatan sistem dan prosedur keuangan yang cocok dengan karakteristik organisasi
• Peran pendukung, yaitu peran untuk memberikan manfaat positif kepada anggota organisasi lainnya melalui pendistribusian informasi keuangan.

Tugas dan Tangung jawab Pelaksana Keuangan Senior Keuangan:
• Bersama Direktur Eksekutif dan Program Manager membuat rencana anggaran – pertahun untuk kegiatan program yang telah disutujui oleh Donor dan Organisasi
• Membantu pembuatan anggaran proposal dan admin keuangan ke Donor (re-alokasi budget) bila diperlukan
• Monitoring dan analisis pengeluaran kegiatan progam dan operasional, terutama dalam hal perlaporan keuangan sesuai dengan SOP dan aturan-aturan yang relevan
• Review dan monitoring semua pengeluaran yang akan diajukan oleh semua staf atau FPU dan RPB yang diterima oleh keuangan sesuai dengan anggaran yang ada
• Monitoring dan review semua pencatatan dari sistem akuntansi SANGO; posisi bank, uang muka, piutang, hutang dan asset
• Membuat laporan keuangan lembaga dan baik laporan keuangan ke donor sesuai dengan format donor
• Review Laporan audit dan Management Letter tahunan untuk lembaga dan donor termasuk berdiskusi dengan Manajement sebelum Final Audit
• Supervisi pekerjaan unit keuangan, akuntan dan admin

Kualifikasi:
● Minimal S1 Akuntansi/Keuangan.
● Minimal 4–6 tahun pengalaman di bidang keuangan.
● Berpengalaman menyusun laporan keuangan dan laporan donor.
● Pernah terlibat dalam proses audit eksternal.
● Pengalaman di LSM/non-profit menjadi nilai tambah.
● Mahir Microsoft Excel (rumus, pivot, rekonsiliasi).
● Memahami dasar pengendalian internal dan monitoring anggaran.
● Memahami administrasi pajak dasar (PPh 21/23).
● Teliti, sistematis, dan mampu bekerja dengan tenggat waktu.
● Integritas tinggi dan menjaga kerahasiaan data.
● Mampu bekerja mandiri maupun dalam tim.
● Komitmen terhadap nilai HAM, lingkungan, dan kesetaraan gender.

Fasilitas:
● Gaji kompetitif sesuai pengalaman dan kapasitas.
● THR sesuai ketentuan yang berlaku.
● BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
● Lingkungan kerja profesional berbasis nilai dan akuntabilitas.

Perpajakan:
Memahami dan membuat laporan Perpajakan (PPh 21 pegawai dan non pegawai, PPh 23, dan PPh Final pasal 4 ayat 2)

Administrasi:
Menyiapkan pembuatan payrol bulanan
Mensupervisi pembuatan filling dokumen keuangan baik softcopy & hardcopy

*Silakan isi FORM di bawah ini:

Panggilan Hibah Pundi Perempuan Termin II 2025

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Perempuan bagi komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. 

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Perempuan termin II di tahun 2025 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial.

Kriteria Penerima Hibah:

  1. Komunitas/organisasi masyarakat yang melakukan pendampingan dan pemulihan perempuan korban kekerasan.
  2. Memprioritaskan komunitas/organisasi masyarakat yang belum pernah mengakses dana hibah Pundi Perempuan.
  3. Minimal mencakup kegiatan: pendampingan dan pemulihan, konseling, penguatan kapasitas pendamping, pengelolaan rumah aman.
  4. Menyediakan layanan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulan dan melibatkan orang muda dalam kegiatan layanannya.
  5. Memiliki tata kelola yang menjamin adanya akuntabilitas dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.

Informasi Hibah:

  1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/CallforProposalPPT22025
  2. Pemanfaatan hibah dimulai pada Agustus 2025 dengan periode pelaksanaan 6-12 bulan.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan tanggal 7 Juni 2025 pukul 23.59 WIB.
  4. Seleksi proposal dilakukan oleh Tim Pengarah Pundi Perempuan.
  5. Penerima hibah akan diumumkan pada Juli 2025 melalui media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan konfirmasi email.
  6. Komunitas/organisasi terpilih mengirimkan cerita lapangan, foto, video, laporan kegiatan dan keuangan.
  7. Bagi yang membutuhkan, dapat mengikuti sesi penjelasan pengajuan hibah bertujuan untuk menjelaskan teknis pengisian proposal Pundi Perempuan beserta kelengkapannya; yang akan dilaksanakan secara daring 2 Juni 2025, Pkl 14.00. https://s.id/sesipengajuanhibah

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Perempuan.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara online:

Call for Proposal Pundi Hijau

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Hijau bagi komunitas/organisasi untuk mendukung gerakan masyarakat di akar rumput di Indonesia yang berupaya mewujudkan keadilan iklim.

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Hijau di tahun 2025 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 30.000.000, – (Tiga Puluh Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai kerja-kerja perubahan iklim dalam konteks kedaulatan pangan air dan energi.

Kriteria Penerima Hibah Pundi Hijau:

1. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal.

2. Memiliki rekam jejak sebagai organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal yang berkecimpung pada isu perubahan iklim minimal 3 (tiga) tahun dan melibatkan perempuan serta orang muda dalam program kegiatannya.

3. Proposal yang diusulkan fokus pada isu ketahanan pangan, air dan energi.

4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.

5. Menyertakan 2 (dua) nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

6. Bersedia menggunakan aplikasi INCLINE dalam kegiatannya dan secara rutin melakukan pembaharuan (update) data.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Hijau:

1. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/HibahPH2025

2. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 bulan untuk periode 1 Maret 2025 – 31 Agustus 2025.

3. Proposal akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

4. Pengumuman penerima Hibah Pundi Hijau akan disampaikan akhir Februari 2025 melalui media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), dan penerima akan mendapatkan konfirmasi via email.

5. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Hijau: 17 Februari 2025.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara online:

Mengembangkan Konsep Sumber Daya Transformatif, Pendekatan Ekonomi Solidaritas:  Sebagai Sarana Ekonomi dan Tujuan Gerakan Sosial Politik

Forum Belajar Sumber Daya Baru ke lima (FAJAR #5) berlangsung pada Rabu, 5 Juni 2024 dengan tema:”AKAR DAYA: Mengembangkan Konsep Sumber Daya Transformatif, Pendekatan Ekonomi Solidaritas:  Sebagai Sarana Ekonomi dan Tujuan Gerakan Sosial Politik. Forum yang berlangsung secara daring ini menghadirkan aktivis dan penggerak gerakan sosial yang sudah menerapkan pendekatan ekonomi solidaritas guna memastikan keberlanjutan gerakan sosial yang sedang dilakukan masing-masing. Dina Lumbantobing dari Perkumpulan Sahda Amo (Pesada) Sumatera Utara, Romlah dari Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), Jakarta Timur, Stefanus Masiun dari Credit Union (CU) Keling Kumang, Pontianak, Kalimantan Barat, Ngurah Termana dari Taman 65, Bali hadir sebagai pembicara selain juga Komunitas Pemberdaya, Pengurus serta Badan Eksekutif Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa). Kamala Chandra Kirana juga hadir sebagai fasilitator.

Forum Belajar Sumber Daya Baru (FAJAR) adalah ruang belajar untuk mengembangkan konsep sumber daya transformatif bagi gerakan sosial, merespon penyempitan ruang gerak masyarakat sipil. Forum sudah berlangsung sejak akhir 2023 ini mendiskusikan lima isu utama: aset, pemanfaatan, pengembangan, ekosistem, keberlanjutan, dan penyebaran inisiatif ke komunitas lain. Salah satu pendekatan alternatif yang sangat relevan dan penting dalam ruang perbincangan dan pencarian sumber daya transformatif tersebut adalah bagaimana menemukan, membangun dan merawat keberlanjutan gerakan masyarakat sipil yang berbasis pada pendekatan ekosistem sosial ekonomi yang berlandaskan pada asas saling percaya, saling merawat dan saling bahu-membahu (solidaritas). Bagaimana pendekatan, model dan praktik ekonomi solidaritas seperti koperasi atau alternatif lainnya dapat menjadi sarana ekonomi untuk tujuan gerakan.

Dina Lumbantobing sebagai pembicara pertama membuka forum dengan cerita mengenai tantangan yang dihadapi saat bertemu dengan wilayah suku minoritas, Pakpak yang jarang dikenal di Sumatera Utara pada tahun 90-an dan melihat kemiskinan di sana  yang memengaruhi perempuan sehingga kemudian memulai pendekatan melalui program untuk anak-anak dan memperhatikan betapa berat beban perempuan dalam masyarakat. Dengan dukungan Ashoka dan pengalaman di Bina Swadaya, Dina mengedukasi perempuan tentang menabung, pengelolaan ekonomi, dan hak asasi manusia. Gerakan tersebut berkembang menjadi kelompok simpan pinjam dan Credit Union (CU), yang memberdayakan perempuan secara ekonomi dan politik. Kini, perempuan Pakpak terlibat aktif di politik lokal, dan gerakan ini terus berdampak positif di berbagai kabupaten.

Romlawati dari PEKKA berbagi pengalaman bagaimana awal aktivitas PEKKA yang dirintis oleh Nani Zulminarnsi. Bermula dari mendokumentasikan kehidupan perempuan kepala keluarga, para perempuan ini kemudian diajak berorganisasi, dan kegiatan simpan pinjam dipilih sebagai pintu masuk untuk memberdayakan perempuan yang sebagian besar sangat miskin. Simpanan awal yang sangat kecil  dan ternyata mengikat mereka sebagai perempuan kepala keluarga. Setelah melakukan kegiatan simpanan selama tiga bulan, simpanan tersebut bisa digunakan sebagai pinjaman, termasuk untuk pendidikan dan kesehatan. Pada 2004, kelompok-kelompok simpan pinjam mulai bergabung di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Pekka juga mengembangkan usaha grosir melalui PekkaMart untuk kebutuhan dasar anggota, dan di tahun 2016, Koperasi Artakarya dibentuk untuk membantu pemasaran produk ibu-ibu Pekka. Pekka membangun rantai pasok lokal dan mengadakan pasar-pasar yang tidak hanya menggunakan uang tetapi juga barter. Pekka menekankan ekonomi yang adil, mendukung pendidikan, dan advokasi kebijakan lokal yang mendorong kesejahteraan anggotanya.

Integrasi Islam dan Ekologi: Inovasi Kurikulum Green Islam di Pesantren Ath Thaariq

“Kami percaya bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab spiritual kita sebagai umat Islam. Dengan pemikiran itulah, kami merancang kurikulum berbasis Green Islam untuk mendidik santri dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam sesuai dengan ajaran Islam,” ujar Nisya Saadah, pendiri Pesantren Ekologi  Ath-Thaariq Garut pada Jumat, 2 Agustus 2024, melalui pertemuan online bersama Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

Nisya Saadah, atau yang akrab disapa teh Nisya menyampaikan bahwa kurikulum ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga pada bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan dalam konteks perlindungan lingkungan dan bertujuan untuk mengintegrasikan ajaran Islam dengan prinsip-prinsip ekologi, agroekologi, ekofeminisme serta menegaskan peran penting pesantren dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat hubungan manusia dengan alam berdasarkan nilai-nilai keislaman. Atau dengan kata lain kurikulum ini menjadi bagian dari upaya untuk menjadi rahmatan lil alamin, atau rahmat bagi seluruh alam.

Melalui integrasi tiga komponen utama, yaitu Kurikulum Agama Islam sebagai Agama Semesta, Kurikulum Ekologi, dan Kurikulum Ekofeminis, Teh Nisya mengajarkan para santri di Pesantren Ath-Thaariq untuk memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam menjaga lingkungan, seperti konsep Tauhid, Khalifah (wakil di muka bumi), dan Fitrah (kesucian).

Sejak 2008, Pesantren Ath-Thaariq telah dikenal sebagai pelopor dalam pendidikan berbasis ekologi di Indonesia. Pesantren ini mengajarkan santri untuk bertani, mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan memperkuat hubungan antara manusia dan alam sebagai bagian dari ibadah mereka.

“Kami berharap kurikulum ini tidak hanya bermanfaat bagi santri di pesantren, tetapi juga dapat diimplementasikan oleh masyarakat luas yang peduli terhadap lingkungan,” tambah Nisya.

Kurikulum Green Islam  sendiri merupakan gagasan  teh Nisya bersama Salwa Khanza (putrinya) dan Tarmizi, Ketua Ekologi Indonesia sejak 15 September hingga 24 November 2023. Hal yang membedakan kurikulum Green Islam yang disusun teh Nisya dan tim terletak pada Kurikulum Ekofeminis yang disampaikan. Hal ini karena kerap kali Green Islam hanya dipandang sebagai kepanjangan Fiqih Lingkungan. Padahal lingkup Green Islam lebih luas karena mengartikulasikan nilai-nilai dan elemen dalam Islam, di antaranya Tauhid, Fiqih Lingkungan, Akhlak Lingkungan, Kesetaraan, Amanah, Keadilan, Amal Sholeh, dsb. 

Dasar dari penulisan kurikulum ini sendiri berdasarkan Al-Qur’an, Hadits, dan pendapat ulama. Kurikulum berbasis epistemologi ini dapat dikatakan sebagai pengantar karena masih ada beberapa pembahasan lebih jauh. Meski demikian, kurikulum ini sangat penting dipelajari baik dari kalangan santri, mahasiswa, umum, hingga konsultan Pembangunan karena menggunakan pendekatan Islam yang holistik dan universal. Pesantren At-Thariq adalah salah satu mitra Pundi Hijau Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) tahun 2023 yang  mendapat dukungan dari ClimateWorks Foundation.

Rekrutmen Terbuka (Manajer Galang Daya dan Komunikasi)

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Galang Daya:

  • Mengembangkan dan mengkoordinasi pelaksanaan inisiatif penggalangan dana, termasuk crowdfunding, fundraising individu/regular, dan kegiatan Give Back Sale.
  • Membangun dan mengelola kemitraan dengan perusahaan dan lembaga donor untuk mendukung kegiatan dan program organisasi.
  • Menyusun proposal untuk kegiatan dan program jangka menengah dan panjang yang memerlukan pendanaan.
  • Mengembangkan dan merawat hubungan antara IKa dengan lembaga donor, perusahaan, dan donatur.

Komunikasi dan Publikasi:

  • Mengembangkan strategi komunikasi dan menyusun materi publikasi yang mendukung pengorganisasian sumber daya.
  • Menyelenggarakan forum dan seminar yang melibatkan relawan dan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap organisasi.
  • Melakukan rebranding dan promosi aktivitas organisasi kepada publik.

Pemahaman dan Kemampuan Teknologi Informasi:

  • Mengintegrasikan solusi teknologi informasi terkini untuk mendukung upaya penggalangan dana dan komunikasi.
  • Memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan dan efektivitas kampanye penggalangan dana.
  • Mengelola dan mengoptimalkan penggunaan basis data dan sistem serupa dengan CRM untuk memastikan manajemen hubungan yang efisien dengan donor dan relawan.

Koordinasi dan Perencanaan:

  • Mengkoordinasikan penyusunan dan revisi Rencana Strategis dan Rencana Kerja Operasional tahunan bersama dengan Dewan Pengurus dan unit-unit kerja terkait.
  • Membuat dan melaksanakan Rencana Operasional Program serta anggaran tahunan.

Monitoring dan Evaluasi:

  • Melakukan monitoring dan supervisi berkala terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran.
  • Menyusun laporan berkala dan tahunan tentang realisasi kegiatan dan anggaran.

Melakukan Evaluasi atas Kinerja Program dan Mengidentifikasi Area untuk Supervisi dan Pengembangan Kapasitas Tim:

  • Mengawasi dan memberikan arahan kepada tim Divisi Sumber Daya untuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan keterampilan tim, serta mengorganisir sesi pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan efektivitas tim.
  • Mendorong inovasi dan pertumbuhan pribadi di antara anggota tim, dan memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.

Kriteria Kandidat untuk Manager Galang Daya dan Komunikasi

Pendidikan dan Pengalaman:

  • Gelar sarjana atau magister di bidang Komunikasi, Manajemen, Bisnis, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman bekerja baik di organisasi profit dan non-profit.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun dalam penggalangan daya termasuk dana, komunikasi.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun mengelola proyek/program di organisasi nirlaba atau sektor terkait.
  • Memiliki pengalaman menulis proposal donor internasional.

Keterampilan dan Kompetensi:

  • Keahlian dalam merancang dan mengimplementasikan strategi penggalangan dana.
  • Keterampilan komunikasi yang kuat, baik lisan maupun tertulis, dan kemampuan untuk menyusun publikasi yang efektif.
  • Kemampuan koordinasi dan kerja sama tim yang baik, serta keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang efektif.
  • Pengalaman dan penguasaan teknologi, termasuk menggunakan alat dan platform digital yang dapat mengakselerasi kerja-kerja galang dana dan komunikasi.
  • Kemampuan dalam menggunakan dan mengelola platform digital, media sosial, dan sistem CRM sederhana.
  • Keterampilan analitis yang baik dengan pemahaman tentang data dan analisis untuk memandu keputusan strategis.
  • Memiliki kemampuan membaca, menulis dan bercakap-cakap dengan bahasa Inggris yang baik.

Kualitas Pribadi:

  • Inisiatif tinggi, motivasi diri, dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan dengan tenggat waktu yang ketat.
  • Dedikasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial-gender, menghormati HAM, dan kelestarian lingkungan.
  • Kemampuan untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menghadapi tantangan.
  • Memiliki kemampuan manajemen tim yang kuat dan pengalaman dalam supervisi serta pengembangan keterampilan tim.
  • Terbuka, menginspirasi dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.

Manajer Galang Daya dan Komunikasi ini harus mampu mengintegrasikan visi organisasi dengan praktik penggalangan dana yang efektif dan komunikasi yang inspiratif, memastikan sumber daya yang berkelanjutan dan dukungan yang meningkat dari berbagai pihak. Manajer Galang Daya dan Komunikasi juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin, menginspirasi, dan mengembangkan anggota tim.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian lowongan kerja secara lengkap

Forum Belajar FAJAR 3: Mengupayakan Sumber Daya Baru dalam Gerakan Organisasi Masyarakat Sipil

Forum Belajar (FAJAR) 3 yang diselenggarakan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) pada 6 Mei 2024, menarik perhatian banyak pihak yang peduli dengan gerakan masyarakat sipil di Indonesia. Dengan tema “Akar Daya dan Urgensi Agenda Transformatif di Tengah Penyempitan Ruang Gerak Masyarakat Sipil,” forum ini menjadi wadah refleksi dan diskusi mengenai pentingnya menumbuhkan sumber daya baru yang transformatif untuk mencapai keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Bagian Pertama: Akar Daya dan Urgensi Agenda Transformatif

Kamala Chandra Kirana, Ketua Badan Pembina Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), menjadi narasumber utama yang memaparkan situasi ekonomi politik sumber daya organisasi masyarakat sipil (OMS). Dalam pemaparannya, Kamala menggarisbawahi ketergantungan OMS pada donor internasional, di mana 85% pendanaan OMS bergantung pada sumber luar negeri. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketimpangan alokasi dana, dengan 88% pendanaan hak asasi manusia mengalir ke negara-negara global utara, sementara Asia Pasifik hanya menerima sebagian kecil dari alokasi tersebut.

Kamala juga membahas inisiatif global seperti The Grand Bargain dan gerakan #ShiftThePower yang berupaya mengubah pola relasi kuasa dalam pendanaan OMS. Ia menekankan perlunya merefleksikan akar daya dan menemukan sumber daya selain dana, seperti jaringan, kerelawanan, dan pengetahuan yang menjadi bagian dari Catur Daya IKa.

Bagian Kedua: Cara Pandang Reflektif dan Kritis

Pada bagian ini, Kamala mengajak peserta FAJAR yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang berbasis di Jakarta dan sekitarnya untuk merenungkan dan mencari pendekatan alternatif dalam mengupayakan sumber daya transformatif. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi ketimpangan sistem pendonoran dan menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil untuk merefleksikan akar daya mereka sendiri.

Kamala juga memperkenalkan Catur Daya IKa yang meliputi dana, jaringan, kerelawanan, dan pengetahuan. Menurutnya, ketersediaan dana tanpa didukung oleh sumber daya lainnya tidak akan efektif dalam mencapai dampak yang diinginkan. Ia mendorong gerakan masyarakat sipil untuk membongkar mindset mereka mengenai sumber daya dan menemukan jalan baru ke depan.

Bagian Ketiga: Berbagi Pandangan dan Praktik Baik

Proses belajar bersama dalam FAJAR 3 membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pandangan, refleksi kritis, dan praktik baik mengenai pengelolaan sumber daya OMS. Diskusi interaktif ini menyoroti ketergantungan OMS pada donor internasional dan ketimpangan relasi kuasa yang terjadi. Peserta juga merefleksikan pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi tantangan ini.

Beberapa praktik baik yang dibahas termasuk pengorganisasian gerakan berbasis iuran anggota, peluang terkait keanggotaan Indonesia dalam G20 dan OECD, serta penggunaan platform digital untuk penggalangan dana. Ide untuk menumbuhkan lebih banyak intermediary organization juga muncul sebagai salah satu solusi untuk memperkuat sumber daya OMS.

Bagian Keempat: Konsensus FAJAR ke Depan

Pada bagian akhir, FAJAR 3 membahas konsensus mengenai waktu, proses, dan substansi isu/topik yang akan dibahas ke depan. Tiga hal substansi yang disepakati adalah pentingnya FAJAR sebagai ruang belajar bersama yang harus terus dilakukan, memfasilitasi berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui tulisan, dan mengumpulkan pengalaman kecil di tingkat lokal/desa.

Dalam hal proses dan waktu, disepakati bahwa FAJAR dapat diadakan setiap 2-3 bulan sekali dengan media pertemuan yang fleksibel, baik online maupun offline. Tempat dan lokasi penyelenggaraan dapat bergilir untuk memastikan keterlibatan jaringan dan komunitas akar rumput di luar Jakarta.

Forum Belajar FAJAR 3 berhasil menjadi platform penting untuk refleksi kritis dan berbagi pengetahuan dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi oleh organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Dengan konsensus yang tercapai, diharapkan FAJAR dapat terus menjadi ruang bersama yang efektif untuk mengupayakan sumber daya baru yang transformatif demi keadilan sosial dan hak asasi manusia.

PENGUMUMAN Hibah Komunitas Muda Berdaya

Hi Sahabat IKa,

Terima kasih buat kalian yang udah ikutan dalam Call for Youth Community Komunitas Muda Berdaya yang kita buka kemarin. Maaf ya kalau pengumumannya agak telat dari jadwal. Setelah seleksi yang panjang, terpilih 10 komunitas dari 3 wilayah Kalimantan, NTB, dan Maluku.

Selamat buat 10 komunitas keren yang udah terpilih jadi bagian dari Komunitas Muda IKa!

Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan

Hi sahabat IKa,

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan kembali mengadakan Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan. Barang preloved yang tersedia berupa tas lokal dan branded, sepatu, baju, pakaian dewasa baik etnik maupun modern, kain tradisional (batik, tenun, ulos, songket), peralatan bayi, mainan anak, aksesoris (anting, bros, kalung, kacamata, jam tangan), buku berbagai tema, peralatan rumah tangga dll.

GBS Pundi Perempuan diadakan pada:

Waktu: Rabu – Sabtu, 24 – 27 Juli 2024
Pukul: 10.00 – 20.00 WIB
Tempat: Ke:Kini Ruang Bersama
Jl. Cikini Raya No. 43-45 Menteng, Jakarta Pusat

Give Back Sale merupakan sebuah acara galang dana publik melalui penjualan barang-barang pre-loved yang hasilnya digunakan untuk kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan di Indonesia yang dikelola oleh lembaga pengada layanan atau Women Crisis Center (WCC).

Yuk hadir, jangan sampai terlewatkan!

Info lebih lanjut : 0813-8673-5816 (IKa)

Give Back Sale (GBS)

Hallo, Sahabat IKa!

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan mengajak kamu mendonasikan barang-barang preloved untuk Give Back Sale (GBS) yang akan dilaksanakan secara offline. Hasil dari penjualan GBS, akan disalurkan kepada lembaga pengada layanan atau Women Crisis Centre (WCC) yang memberikan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia.

Jenis dan ketentuan barang preloved yang bisa kamu donasikan dapat dilihat pada poster!

Kamu juga bisa antar atau kirimkan barang preloved kamu ke kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)
Ke:kini Ruang Bersama
Jl. Cikini Raya No. 43-45, Menteng,
Jakarta Pusat
Kontak: 0813-8673-5816

Mohon pengantaran/pengiriman dilakukan:
Senin-Jumat, Pkl. 10.00-17.00 WIB
Sabtu, Pkl. 10.00-15.00 WIB

Batas pengumpulan barang preloved:
18 – 28 Juni 2024

Jangan sampai terlewat, ya! Yuk kosongkan lemarimu dan ajak teman-temanmu berdonasi.

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!