Mengembangkan Konsep Akar Daya; Pengelolaan Sumber Daya Mandiri dan Berkelanjutan di Komunitas Lokal

Forum Belajar ke-empat (FAJAR #4) diadakan pada Kamis, 30 Mei 2024, di kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa). Acara ini menghadirkan pakar yang terdiri dari penggerak, aktivis, dan akademisi yang berbagi pengalaman dalam pengelolaan sumber daya gerakan sosial berbasis kemandirian, keswadayaan, dan keberlanjutan. Para pembicara termasuk Prof. Dr. Melani Budianta dari Jaringan Kampung Nusantara, Noer Fauzi Rahman Ph.D, Farida dan Wakhit Hasyim dari Wangsakerta, serta Hambali dari Mitra Aksi, dengan Kamala Chandra Kirana sebagai fasilitator.

FAJAR #4 merupakan ruang belajar untuk mengembangkan konsep sumber daya transformatif bagi gerakan sosial, merespon penyempitan ruang gerak masyarakat sipil. Forum ini mendiskusikan lima isu utama: aset, pemanfaatan, pengembangan, ekosistem, keberlanjutan, dan penyebaran inisiatif ke komunitas lain.

Noer Fauzi Rahman berbagi pengalaman mengelola sumber daya advokasi agraria melalui Perhutanan Sosial dengan pendekatan agro-ekologi, sedangkan Farida dan Wakhit Hasyim dari Wangsakerta menceritakan pengorganisasian ekonomi komunitas berbasis agro-kultur di Cirebon. Hambali dari Mitra Aksi berbagi tentang kapitalisasi aset transformatif yang mencakup pengembangan aset lembaga dan komunitas. Prof. Dr. Melani Budianta membahas pengalaman Jaringan Kampung dalam memaknai aset sebagai pusat perjuangan melawan kemiskinan dan penaklukan kota.

FAJAR #4 juga membahas pembangunan keberlanjutan dan ekosistem pengembangan sumber daya transformatif serta pentingnya pewarisan pengetahuan. Forum ini merekomendasikan pemetaan komunitas berbasis kolektivitas dan keterkaitan dengan misi gerakan sebagai langkah awal untuk membangun model praktik komunitas dalam pengembangan sumber daya mandiri dan berkelanjutan.

Rekrutmen Terbuka (Manajer Galang Daya dan Komunikasi)

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Galang Daya:

  • Mengembangkan dan mengkoordinasi pelaksanaan inisiatif penggalangan dana, termasuk crowdfunding, fundraising individu/regular, dan kegiatan Give Back Sale.
  • Membangun dan mengelola kemitraan dengan perusahaan dan lembaga donor untuk mendukung kegiatan dan program organisasi.
  • Menyusun proposal untuk kegiatan dan program jangka menengah dan panjang yang memerlukan pendanaan.
  • Mengembangkan dan merawat hubungan antara IKa dengan lembaga donor, perusahaan, dan donatur.

Komunikasi dan Publikasi:

  • Mengembangkan strategi komunikasi dan menyusun materi publikasi yang mendukung pengorganisasian sumber daya.
  • Menyelenggarakan forum dan seminar yang melibatkan relawan dan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap organisasi.
  • Melakukan rebranding dan promosi aktivitas organisasi kepada publik.

Pemahaman dan Kemampuan Teknologi Informasi:

  • Mengintegrasikan solusi teknologi informasi terkini untuk mendukung upaya penggalangan dana dan komunikasi.
  • Memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan dan efektivitas kampanye penggalangan dana.
  • Mengelola dan mengoptimalkan penggunaan basis data dan sistem serupa dengan CRM untuk memastikan manajemen hubungan yang efisien dengan donor dan relawan.

Koordinasi dan Perencanaan:

  • Mengkoordinasikan penyusunan dan revisi Rencana Strategis dan Rencana Kerja Operasional tahunan bersama dengan Dewan Pengurus dan unit-unit kerja terkait.
  • Membuat dan melaksanakan Rencana Operasional Program serta anggaran tahunan.

Monitoring dan Evaluasi:

  • Melakukan monitoring dan supervisi berkala terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran.
  • Menyusun laporan berkala dan tahunan tentang realisasi kegiatan dan anggaran.

Melakukan Evaluasi atas Kinerja Program dan Mengidentifikasi Area untuk Supervisi dan Pengembangan Kapasitas Tim:

  • Mengawasi dan memberikan arahan kepada tim Divisi Sumber Daya untuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan keterampilan tim, serta mengorganisir sesi pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan efektivitas tim.
  • Mendorong inovasi dan pertumbuhan pribadi di antara anggota tim, dan memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.

Kriteria Kandidat untuk Manager Galang Daya dan Komunikasi

Pendidikan dan Pengalaman:

  • Gelar sarjana atau magister di bidang Komunikasi, Manajemen, Bisnis, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman bekerja baik di organisasi profit dan non-profit.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun dalam penggalangan daya termasuk dana, komunikasi.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun mengelola proyek/program di organisasi nirlaba atau sektor terkait.
  • Memiliki pengalaman menulis proposal donor internasional.

Keterampilan dan Kompetensi:

  • Keahlian dalam merancang dan mengimplementasikan strategi penggalangan dana.
  • Keterampilan komunikasi yang kuat, baik lisan maupun tertulis, dan kemampuan untuk menyusun publikasi yang efektif.
  • Kemampuan koordinasi dan kerja sama tim yang baik, serta keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang efektif.
  • Pengalaman dan penguasaan teknologi, termasuk menggunakan alat dan platform digital yang dapat mengakselerasi kerja-kerja galang dana dan komunikasi.
  • Kemampuan dalam menggunakan dan mengelola platform digital, media sosial, dan sistem CRM sederhana.
  • Keterampilan analitis yang baik dengan pemahaman tentang data dan analisis untuk memandu keputusan strategis.
  • Memiliki kemampuan membaca, menulis dan bercakap-cakap dengan bahasa Inggris yang baik.

Kualitas Pribadi:

  • Inisiatif tinggi, motivasi diri, dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan dengan tenggat waktu yang ketat.
  • Dedikasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial-gender, menghormati HAM, dan kelestarian lingkungan.
  • Kemampuan untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menghadapi tantangan.
  • Memiliki kemampuan manajemen tim yang kuat dan pengalaman dalam supervisi serta pengembangan keterampilan tim.
  • Terbuka, menginspirasi dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.

Manajer Galang Daya dan Komunikasi ini harus mampu mengintegrasikan visi organisasi dengan praktik penggalangan dana yang efektif dan komunikasi yang inspiratif, memastikan sumber daya yang berkelanjutan dan dukungan yang meningkat dari berbagai pihak. Manajer Galang Daya dan Komunikasi juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin, menginspirasi, dan mengembangkan anggota tim.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian lowongan kerja secara lengkap

Forum Belajar FAJAR 3: Mengupayakan Sumber Daya Baru dalam Gerakan Organisasi Masyarakat Sipil

Forum Belajar (FAJAR) 3 yang diselenggarakan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) pada 6 Mei 2024, menarik perhatian banyak pihak yang peduli dengan gerakan masyarakat sipil di Indonesia. Dengan tema “Akar Daya dan Urgensi Agenda Transformatif di Tengah Penyempitan Ruang Gerak Masyarakat Sipil,” forum ini menjadi wadah refleksi dan diskusi mengenai pentingnya menumbuhkan sumber daya baru yang transformatif untuk mencapai keadilan sosial dan hak asasi manusia.

Bagian Pertama: Akar Daya dan Urgensi Agenda Transformatif

Kamala Chandra Kirana, Ketua Badan Pembina Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), menjadi narasumber utama yang memaparkan situasi ekonomi politik sumber daya organisasi masyarakat sipil (OMS). Dalam pemaparannya, Kamala menggarisbawahi ketergantungan OMS pada donor internasional, di mana 85% pendanaan OMS bergantung pada sumber luar negeri. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ketimpangan alokasi dana, dengan 88% pendanaan hak asasi manusia mengalir ke negara-negara global utara, sementara Asia Pasifik hanya menerima sebagian kecil dari alokasi tersebut.

Kamala juga membahas inisiatif global seperti The Grand Bargain dan gerakan #ShiftThePower yang berupaya mengubah pola relasi kuasa dalam pendanaan OMS. Ia menekankan perlunya merefleksikan akar daya dan menemukan sumber daya selain dana, seperti jaringan, kerelawanan, dan pengetahuan yang menjadi bagian dari Catur Daya IKa.

Bagian Kedua: Cara Pandang Reflektif dan Kritis

Pada bagian ini, Kamala mengajak peserta FAJAR yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat sipil yang berbasis di Jakarta dan sekitarnya untuk merenungkan dan mencari pendekatan alternatif dalam mengupayakan sumber daya transformatif. Ia menyoroti pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi ketimpangan sistem pendonoran dan menekankan perlunya gerakan masyarakat sipil untuk merefleksikan akar daya mereka sendiri.

Kamala juga memperkenalkan Catur Daya IKa yang meliputi dana, jaringan, kerelawanan, dan pengetahuan. Menurutnya, ketersediaan dana tanpa didukung oleh sumber daya lainnya tidak akan efektif dalam mencapai dampak yang diinginkan. Ia mendorong gerakan masyarakat sipil untuk membongkar mindset mereka mengenai sumber daya dan menemukan jalan baru ke depan.

Bagian Ketiga: Berbagi Pandangan dan Praktik Baik

Proses belajar bersama dalam FAJAR 3 membuka ruang bagi peserta untuk berbagi pandangan, refleksi kritis, dan praktik baik mengenai pengelolaan sumber daya OMS. Diskusi interaktif ini menyoroti ketergantungan OMS pada donor internasional dan ketimpangan relasi kuasa yang terjadi. Peserta juga merefleksikan pentingnya kesadaran kritis dalam menghadapi tantangan ini.

Beberapa praktik baik yang dibahas termasuk pengorganisasian gerakan berbasis iuran anggota, peluang terkait keanggotaan Indonesia dalam G20 dan OECD, serta penggunaan platform digital untuk penggalangan dana. Ide untuk menumbuhkan lebih banyak intermediary organization juga muncul sebagai salah satu solusi untuk memperkuat sumber daya OMS.

Bagian Keempat: Konsensus FAJAR ke Depan

Pada bagian akhir, FAJAR 3 membahas konsensus mengenai waktu, proses, dan substansi isu/topik yang akan dibahas ke depan. Tiga hal substansi yang disepakati adalah pentingnya FAJAR sebagai ruang belajar bersama yang harus terus dilakukan, memfasilitasi berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui tulisan, dan mengumpulkan pengalaman kecil di tingkat lokal/desa.

Dalam hal proses dan waktu, disepakati bahwa FAJAR dapat diadakan setiap 2-3 bulan sekali dengan media pertemuan yang fleksibel, baik online maupun offline. Tempat dan lokasi penyelenggaraan dapat bergilir untuk memastikan keterlibatan jaringan dan komunitas akar rumput di luar Jakarta.

Forum Belajar FAJAR 3 berhasil menjadi platform penting untuk refleksi kritis dan berbagi pengetahuan dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi oleh organisasi masyarakat sipil di Indonesia. Dengan konsensus yang tercapai, diharapkan FAJAR dapat terus menjadi ruang bersama yang efektif untuk mengupayakan sumber daya baru yang transformatif demi keadilan sosial dan hak asasi manusia.

PENGUMUMAN Hibah Komunitas Muda Berdaya

Hi Sahabat IKa,

Terima kasih buat kalian yang udah ikutan dalam Call for Youth Community Komunitas Muda Berdaya yang kita buka kemarin. Maaf ya kalau pengumumannya agak telat dari jadwal. Setelah seleksi yang panjang, terpilih 10 komunitas dari 3 wilayah Kalimantan, NTB, dan Maluku.

Selamat buat 10 komunitas keren yang udah terpilih jadi bagian dari Komunitas Muda IKa!

Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan

Hi sahabat IKa,

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan kembali mengadakan Give Back Sale (GBS) Pundi Perempuan. Barang preloved yang tersedia berupa tas lokal dan branded, sepatu, baju, pakaian dewasa baik etnik maupun modern, kain tradisional (batik, tenun, ulos, songket), peralatan bayi, mainan anak, aksesoris (anting, bros, kalung, kacamata, jam tangan), buku berbagai tema, peralatan rumah tangga dll.

GBS Pundi Perempuan diadakan pada:

Waktu: Rabu – Sabtu, 24 – 27 Juli 2024
Pukul: 10.00 – 20.00 WIB
Tempat: Ke:Kini Ruang Bersama
Jl. Cikini Raya No. 43-45 Menteng, Jakarta Pusat

Give Back Sale merupakan sebuah acara galang dana publik melalui penjualan barang-barang pre-loved yang hasilnya digunakan untuk kerja-kerja pendampingan perempuan korban kekerasan di Indonesia yang dikelola oleh lembaga pengada layanan atau Women Crisis Center (WCC).

Yuk hadir, jangan sampai terlewatkan!

Info lebih lanjut : 0813-8673-5816 (IKa)

Give Back Sale (GBS)

Hallo, Sahabat IKa!

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan mengajak kamu mendonasikan barang-barang preloved untuk Give Back Sale (GBS) yang akan dilaksanakan secara offline. Hasil dari penjualan GBS, akan disalurkan kepada lembaga pengada layanan atau Women Crisis Centre (WCC) yang memberikan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia.

Jenis dan ketentuan barang preloved yang bisa kamu donasikan dapat dilihat pada poster!

Kamu juga bisa antar atau kirimkan barang preloved kamu ke kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)
Ke:kini Ruang Bersama
Jl. Cikini Raya No. 43-45, Menteng,
Jakarta Pusat
Kontak: 0813-8673-5816

Mohon pengantaran/pengiriman dilakukan:
Senin-Jumat, Pkl. 10.00-17.00 WIB
Sabtu, Pkl. 10.00-15.00 WIB

Batas pengumpulan barang preloved:
18 – 28 Juni 2024

Jangan sampai terlewat, ya! Yuk kosongkan lemarimu dan ajak teman-temanmu berdonasi.

Call for Proposal Untuk Komunitas Muda Berdaya

Program Komunitas Berdaya Muda kembali membuka kesempatan bagi Komunitas Muda yang memperjuangkan kehidupan yang adil, bermartabat dan sejahtera bagi semua dalam kerangka hak-hak asasi manusia, kebudayaan, dan kelestarian alam untuk mendapatkan dukungan daya dengan mengirimkan proposal kegiatan andalan masing-masing.

Pembukaan Call ini diinisiasi oleh IKa dengan dukungan Asian Community Trust (ACT). IKa merupakan Organisasi Sumber Daya bagi Masyarakat Sipil (OSMS) yang mendukung inisiatif baik dari Komunitas Muda melalui catur daya (dana, jaringan, pengetahuan, dan kerelawanan) melalui Program Komunitas Muda Berdaya.

Apa bentuk dukungan daya bagi Komunitas Muda Berdaya?

✅Total dukungan Rp. 50.000.000 bagi 10 Komunitas yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara (masing-masing Komunitas mendapatkan bantuan pendanaan kegiatan senilai Rp. 5.000.000).
✅Beasiswa training peningkatan kapasitas.
✅Kesempatan mendapat jaringan yang lebih luas.

Tunggu apa lagi? Segera susun proposal kamu dan kirimkan melalui https://s.id/KomunitasMudaBerdaya2024

Narahubung wa.me/6282112599731

Linimasa Seleksi Komunitas Muda Berdaya:
Pendaftaran 12 – 22 Juni 2024
Proses Seleksi 24 – 26 Juni 2024
Pengumuman 27 Juni 2024

Calling for Donation Give Back Sale (GBS)

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan mengajak kamu mendonasikan barang-barang preloved untuk Give Back Sale (GBS) yang akan dilaksanakan secara offline. Hasil dari penjualan GBS, akan disalurkan kepada lembaga pengada layanan atau Women Crisis Centre (WCC) yang memberikan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia.

Jenis dan ketentuan barang preloved yang bisa kamu donasikan dapat dilihat pada poster!

Kamu juga bisa antar atau kirimkan barang preloved kamu ke kantor Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)
Ke:kini Coworking Space
Jl. Cikini Raya No. 43-45, Menteng,
Jakarta Pusat
Kontak: 0813-8673-5816

Mohon pengantaran/pengiriman dilakukan:
Senin-Jumat, Pkl. 10.00-17.00 WIB
Sabtu, Pkl. 10.00-15.00 WIB

Batas pengumpulan barang preloved:
24 Mei – 14 Juni 2024

Jangan sampai terlewat, ya! Yuk kosongkan lemarimu dan ajak teman-temanmu berdonasi.

Rekrutmen Terbuka (Manajer Galang Daya dan Komunikasi)

Uraian Tugas dan Tanggung Jawab

Galang Daya:

  • Mengembangkan dan mengkoordinasi pelaksanaan inisiatif penggalangan dana, termasuk crowdfunding, fundraising individu/regular, dan kegiatan Give Back Sale.
  • Membangun dan mengelola kemitraan dengan perusahaan dan lembaga donor untuk mendukung kegiatan dan program organisasi.
  • Menyusun proposal untuk kegiatan dan program jangka menengah dan panjang yang memerlukan pendanaan.
  • Mengembangkan dan merawat hubungan antara IKa dengan lembaga donor, perusahaan, dan donatur.

Komunikasi dan Publikasi:

  • Mengembangkan strategi komunikasi dan menyusun materi publikasi yang mendukung pengorganisasian sumber daya.
  • Menyelenggarakan forum dan seminar yang melibatkan relawan dan pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap organisasi.
  • Melakukan rebranding dan promosi aktivitas organisasi kepada publik.

Pemahaman dan Kemampuan Teknologi Informasi:

  • Mengintegrasikan solusi teknologi informasi terkini untuk mendukung upaya penggalangan dana dan komunikasi.
  • Memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas jangkauan dan efektivitas kampanye penggalangan dana.
  • Mengelola dan mengoptimalkan penggunaan basis data dan sistem serupa dengan CRM untuk memastikan manajemen hubungan yang efisien dengan donor dan relawan.

Koordinasi dan Perencanaan:

  • Mengkoordinasikan penyusunan dan revisi Rencana Strategis dan Rencana Kerja Operasional tahunan bersama dengan Dewan Pengurus dan unit-unit kerja terkait.
  • Membuat dan melaksanakan Rencana Operasional Program serta anggaran tahunan.

Monitoring dan Evaluasi:

  • Melakukan monitoring dan supervisi berkala terhadap pelaksanaan program kerja dan anggaran.
  • Menyusun laporan berkala dan tahunan tentang realisasi kegiatan dan anggaran.

Melakukan Evaluasi atas Kinerja Program dan Mengidentifikasi Area untuk Supervisi dan Pengembangan Kapasitas Tim:

  • Mengawasi dan memberikan arahan kepada tim Divisi Sumber Daya untuk memastikan pelaksanaan tugas sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan keterampilan tim, serta mengorganisir sesi pelatihan dan pengembangan profesional untuk meningkatkan efektivitas tim.
  • Mendorong inovasi dan pertumbuhan pribadi di antara anggota tim, dan memastikan bahwa mereka memiliki sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.

Kriteria Kandidat untuk Manager Galang Daya dan Komunikasi

Pendidikan dan Pengalaman:

  • Gelar sarjana atau magister di bidang Komunikasi, Manajemen, Bisnis, atau bidang terkait.
  • Memiliki pengalaman bekerja baik di organisasi profit dan non-profit.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun dalam penggalangan daya termasuk dana, komunikasi.
  • Pengalaman minimal 3-5 tahun mengelola proyek/program di organisasi nirlaba atau sektor terkait.
  • Memiliki pengalaman menulis proposal donor internasional.

Keterampilan dan Kompetensi:

  • Keahlian dalam merancang dan mengimplementasikan strategi penggalangan dana.
  • Keterampilan komunikasi yang kuat, baik lisan maupun tertulis, dan kemampuan untuk menyusun publikasi yang efektif.
  • Kemampuan koordinasi dan kerja sama tim yang baik, serta keterampilan manajerial dan kepemimpinan yang efektif.
  • Pengalaman dan penguasaan teknologi, termasuk menggunakan alat dan platform digital yang dapat mengakselerasi kerja-kerja galang dana dan komunikasi.
  • Kemampuan dalam menggunakan dan mengelola platform digital, media sosial, dan sistem CRM sederhana.
  • Keterampilan analitis yang baik dengan pemahaman tentang data dan analisis untuk memandu keputusan strategis.
  • Memiliki kemampuan membaca, menulis dan bercakap-cakap dengan bahasa Inggris yang baik.

Kualitas Pribadi:

  • Inisiatif tinggi, motivasi diri, dan kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan dengan tenggat waktu yang ketat.
  • Dedikasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, keadilan sosial-gender, menghormati HAM, dan kelestarian lingkungan.
  • Kemampuan untuk berpikir kritis, analitis, dan solutif dalam menghadapi tantangan.
  • Memiliki kemampuan manajemen tim yang kuat dan pengalaman dalam supervisi serta pengembangan keterampilan tim.
  • Terbuka, menginspirasi dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.

Manajer Galang Daya dan Komunikasi ini harus mampu mengintegrasikan visi organisasi dengan praktik penggalangan dana yang efektif dan komunikasi yang inspiratif, memastikan sumber daya yang berkelanjutan dan dukungan yang meningkat dari berbagai pihak. Manajer Galang Daya dan Komunikasi juga harus memiliki kemampuan untuk memimpin, menginspirasi, dan mengembangkan anggota tim.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian lowongan kerja secara lengkap

LBH APIK NTT Melawan Gelombang Kekerasan terhadap Perempuan

Di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Lembaga Bantuan Hukum APIK NTT (LBH APIK NTT) hadir sebagai salah satu garda terdepan dalam merespon kasus kekerasan berbasis gender. Dengan angka kasus yang terus meningkat, LBH APIK NTT memainkan peran penting dalam memberikan bantuan hukum dan pemulihan psiko-sosial bagi perempuan korban kekerasan berbasis gender.

Angka kasus yang dilaporkan mengkhawatirkan. Di tahun 2022, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi NTT menerima 287 laporan kekerasan berbasis gender. LBH APIK NTT pun mengalami peningkatan kasus, dengan jumlah kasus yang dilaporkan melonjak dari 36 pada tahun 2021 menjadi 71 pada tahun 2022.

LBH APIK NTT juga menceritakan bagaimana Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), meskipun mempunyai kedudukan nasional, menghadapi hambatan dalam konteks lokal. Kegagalan aparat penegak hukum setempat dalam mengenali dan menerapkan peraturan ini menyebabkan LBH APIK NTT tidak mempunyai perangkat hukum yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan kekerasan berbasis gender yang mendesak secara efektif.

Kurangnya pengakuan ini membuat seluruh proses bantuan hukum yang diberikan LBH APIK NTT terhambat. Para korban, yang sudah berada dalam situasi rentan, mendapati jalan mereka menuju keadilan terhambat oleh kesenjangan birokrasi. Tidak adanya pedoman dan peraturan yang jelas membuat korban dan pendamping berada dalam posisi yang sulit.

Norma budaya patriarki yang mengakar berkontribusi terhadap tantangan yang dihadapi perempuan di wilayah tersebut. LBH APIK NTT mengemban tanggung jawab memberikan pendampingan litigasi maupun non-litigasi kepada korban yang terjebak dalam siklus kekerasan. Keterbatasan sumber daya menambah kesulitan, menghambat kemampuan lembaga pengada layanan ini untuk menyediakan layanan psikologis dan kesehatan yang komprehensif.

Kolaborasi dengan lembaga pengada layanan lain menjadi penting untuk memperluas akses terhadap layanan dan mengatasi tantangan logistik yang ditimbulkan oleh luasnya geografi wilayah NTT. LBH APIK NTT secara aktif menjalin kemitraan untuk menjembatani kesenjangan sumber daya, memastikan bahwa perempuan di daerah paling terpencil sekalipun menerima dukungan yang mereka butuhkan.

Pada tahun 2022, LBH APIK NTT mendapat dukungan dari Pundi Perempuan, memfasilitasi pemberian dukungan psikologis bagi korban, mendukung pengoperasian rumah aman, dan memenuhi kebutuhan transportasi. Kemitraan ini mendukung LBH APIK NTT untuk menangani 35 kasus, menawarkan pendampingan dan tempat berlindung yang aman bagi para korban.

LBH APIK NTT menyadari pentingnya jaringan dalam menciptakan perubahan yang bertahan lama. Berkolaborasi dengan paralegal dari Aliansi Laki-Laki Baru, lembaga ini memberikan asistensi kasus dan mediasi di desa-desa. Kolaborasi ini pun memperluas cakupan advokasi serta memperkuat upaya untuk memengaruhi norma dan sikap sosial yang melanggengkan kekerasan terhadap perempuan.

Dari 35 kasus yang ditangani LBH APIK NTT, dua kasus melibatkan perempuan dari kelompok rentan, yakni komunitas LGBT dan penyandang disabilitas. Hal ini mendorong LBH APIK NTT untuk meningkatkan kapasitas internal dalam membantu kelompok marginal dan memperluas jaringan mereka agar dapat melayani kebutuhan unik mereka dengan lebih baik.

LBH APIK NTT berdiri untuk membina komunitas yang memiliki tanggung jawab bersama dan upaya kolaboratif untuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Dedikasi lembaga ini dalam memberikan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan berbasis gender, ditambah dengan kolaborasi strategis, mencerminkan komitmen yang kuat untuk memutus siklus kekerasan dan mendorong perubahan positif dalam kehidupan perempuan di NTT.

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!