Serah Terima Bingkisan Idul Fitri untuk Si Mbah, Pegiat Kesenian Banyuwangi

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) di bawah program Pundi Insani menggalang donasi dari tanggal 19 Maret – 2 April 2024 bertajuk Bingkisan Hari Raya untuk Si Mbah, Penyintas Peristiwa ‘65. Pada tahun sebelumnya, IKa mendistribusikan Bingkisan Hari Raya untuk Si Mbah di wilayah Jabodetabek. Berdasarkan diskusi di internal IKa dengan Tim Pengarah Pundi Insani, tahun ini IKa mendistribusikan Bingkisan Hari Raya ke wilayah Banyuwangi melalui komunitas Layar Kumendung, sebuah komunitas seni yang merupakan hasil inisiatif dari sebagian penyintas peristiwa 1965/1966 bersama sejumlah individu dari berbagai latar belakang. Layar Kumendung, melalui komunitas Angklung Soren yang dikelolanya, menjadikan seni sebagai cara untuk menghadirkan kemanusiaan melalui aktivitas pelestarian kesenian Banyuwangi. 

Bapak Slamet Abdul Radjat, Ketua Pengurus Layar Kumendung, adalah pegiat kesenian Banyuwangi. Beliau juga adalah pencipta tarian Genjer-Genjer dan karya terbarunya adalah Tarian Perawan Sunting. Meskipun termasuk dalam kelompok yang terkena stigma peristiwa ‘65, beliau tidak pernah kenal lelah berkesenian serta melestarikan kebudayaan Banyuwangi melalui sanggar asuhannya bahkan hingga usia senja. Melalui Pak Slamet, bingkisan hari raya diberikan kepada 26 lansia penyintas yang berada di Banyuwangi, Ketapang, Glagah, dan Giri.

Saat melakukan pembagian bingkisan, Pak Slamet berperan sebagai koordinator dan membaginya melalui dua skema. Skema pertama, para penyintas sebagai penerima bingkisan berkumpul langsung di Sanggar ataupun di rumah Pak Slamet. Kedua, Pak Slamet mendatangi langsung ke rumah para penerima. Hal ini ternyata semakin memperkuat solidaritas di antara para penyintas pelanggaran berat HAM. Pemberian donasi dilakukan sejak tanggal 7 April 2024, para penyintas merasa bahagia menerima karena merasa ada yang masih memiliki kepedulian terhadap mereka.

Terima kasih, semoga diparingi rezeki dan sehat kanggo donatur. Kami senang atas kepedulian yang diberikan terhadap kami. Berapapun nominal tidak menjadi persoalan,” ungkap Ibu Slamet menyampaikan kesan dari para penerima donasi yang sudah memasuki usia senja. 

Beberapa penyintas juga masih aktif dalam berkesenian. Namun yang menjadi kerisauan mereka adalah kurangnya pendokumentasian atas hasil seni yang dihasilkan. Sejauh ini, mereka merawat ingatan dengan bertutur serta mengajarkan kepada kaum muda kesenian Banyuwangi baik dari tarian maupun permainan alat musik seperti angklung, kesenian yang sedianya dikenal berasal dari Jawa Barat, ternyata terdapat juga di Banyuwangi dengan nama Angklung Banyuwangian dan sudah ada sejak zaman Kerajaan Blambangan.

Pak Slamet kembali menyampaikan harapannya kepada Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan secara umum kepada instansi atau lembaga terkait untuk mendukung dan memfasilitasi proses pendokumentasian karya seni dari Layar Kumendung dan Sanggar Angklung. Harapannya hal ini dapat merawat Sejarah bangsa dan menjaga kelestarian kesenian Banyuwangi.

Festival Wiradewari 2.0: Kami Merayakan Kemudaan

Festival Wiradewari 2.0, Kami Merayakan Kemudaan

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) kembali menghadirkan pentas kolaborasi lintas komunitas bertajuk Festival Wiradewari 2.0 dengan dukungan dari Asian Community Trust (ACT) pada Sabtu, 9 Maret 2024 bertempat di Ke:kini Co-working Space, Cikini dengan mengangkat tema “Kolaborasi Bermakna, Berdaya Bersama”. Festival Wiradewari 2.0 yang dihadiri oleh lebih dari 130 anak muda ini selain menjadi ajang perayaan kemudaan, juga sebuah momen untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret.

“Festival Wiradewari ini telah  mempertemukan beberapa komunitas anak muda dan ke depannya diharapkan bisa menjadi ajang bagi orang muda untuk saling berjejaring, sehingga pergaulan dan pengetahuannya semakin luas”, ujar Sita Supomo, Direktur Pjs Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) pada pembukaan acara yang berlangsung selama sehari penuh ini.

Ragam Acara di Wiradewari 2.0

Festival Wiradewari 2.0 melibatkan enam komunitas orang muda sebagai penyelenggaranya, yaitu  Forum Orang Muda untuk Kemanusiaan (FOR A), Forest is Our Friend (FIOF), Komunitas Anak-Anak Sungai, Young ADHD Indonesia, Muslimverse, dan Kelompok Peneliti Muda (KPM) UNJ. Kolaborasi ini menampilkan beragam acara yang menarik dan inspiratif, mulai dari workshop lokakarya pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif  tentang lingkungan hidup dan kemanusiaan seperti Pop-Up Card oleh Iviola, Kolase oleh Ika Vantiani hingga pentas seni dan musik yang menghibur dan menginspirasi Sanggar Seroja, Gstar Dance, Renie Aryandani, hingga Nonaria.

Acara juga menampilkan diskusi panel tentang isu-isu kritis, termasuk perubahan iklim, kesetaraan gender, dan kesejahteraan sosial. Panel-panel ini melibatkan ahli dan aktivis yang berkompeten dalam bidangnya Alimatul Qibtiyah dari Komnas Perempuan, Maya Kornelia dari Founder of BeWithYou Indoneisa and Content Creator, Harits Ikbar dari Anggota Satgas PPKS UNJ untuk memberikan wawasan mendalam dan solusi konkret.

Wiradewari 2.0 bukan hanya tentang merayakan kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga tentang mengeksplorasi isu-isu yang penting dan mendesak dalam masyarakat kita. Ini adalah momen penting untuk refleksi dan aksi, di mana para pemuda dapat bersatu dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Aksi Youth for Charity

Sebelum pelaksanaan acara, anak muda yang tergabung dalam pentas kolaborasi ini telah menggalang dana melalui aksi Youth for Charity. Dana yang terkumpul dari aksi ini akan disalurkan kepada lembaga pengada layanan yang menangani kasus perempuan korban kekerasan di Indonesia melalui Pundi Perempuan Donasi yang terkumpul sebesar Rp 3.256.313,- dalam bentuk uang melalui registrasi untuk mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan. Aksi tersebut menjadi sebuah wujud ajakan kepada generasi muda untuk tidak hanya bersuara, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam upaya mendukung dan membantu perempuan yang menjadi korban kekerasan, yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Bagi IKa, Festival Wiradewari 2.0 bukan kegiatan biasa, tetapi juga sebuah gerakan yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam membangun dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Festival Wiradewari tahun ini adalah penyelenggaraan kedua dan akan menyusul Festival Wiradewari 3.0. Kami tunggu kontribusi kamu!

YABIKU: Mendampingi Perempuan, Mengubah Komunitas

Yayasan Amnaut Bife “Kuan” (YABIKU), telah menjadi jaring pengaman bagi perempuan dan anak sejak tahun 2001 di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Sebagai satu-satunya Lembaga Pengada Layanan di kabupaten ini, tim YABIKU terdiri dari 146 penyedia layanan yang tersebar di 145 desa. Tim ini bekerja keras untuk mendukung perempuan yang mengalami kekerasan.

Sejak September 2022 hingga Februari 2023, YABIKU menangani 28 kasus perempuan korban kekerasan. Secara mengejutkan, setengah dari kasus tersebut terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga, menyoroti masalah serius di dalam komunitas.

Berbasis di lingkungan yang melihat kasus kekerasan terhadap perempuan sebagai aib, YABIKU mengambil pendekatan proaktif. Mereka tanpa henti melakukan kegiatan peningkatan kesadaran – dan ini membuahkan hasil. YABIKU melihat lebih banyak masyarakat yang bergerak, menelepon untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan di lingkungan mereka. Perubahan sikap ini menandai titik balik di mana masyarakat melihat kekerasan terhadap perempuan bukan lagi sebagai masalah pribadi, tetapi sebagai sesuatu yang harus diatasi bersama.

YABIKU memahami pentingnya memberdayakan korban. Apakah penyelesaian dilakukan melalui jalur hukum atau tidak, sepenuhnya tergantung pada korban. Satu yang pasti, YABIKU ada di sana, memberikan dukungan, bukan hanya dalam masalah hukum tetapi juga menawarkan kekuatan emosional yang penting bagi korban dan keluarganya.

Melalui pekerjaan mereka, YABIKU telah melihat sendiri bagaimana sistem pendukung dapat mengubah hidup. Korban, dengan dukungan yang tepat, merasa diberdayakan, setara di mata hukum, dan bahkan memiliki keberanian untuk menuntut hak-hak mereka.

Sebagai satu-satunya Lembaga Pengada Layanan di Kabupaten Timor Tengah Utara, YABIKU tidak hanya mengubah hidup; mereka membuat perbedaan dalam komunitas dengan mengakhiri keheningan seputar kekerasan terhadap perempuan. YABIKU adalah tempat di mana korban menemukan dukungan, kelegaan, dan keadilan yang seharusnya mereka terima. YABIKU membuat gelombang, tidak hanya mengubah hidup individu tetapi juga komunitas secara keseluruhan.

Festival Wiradewari 2.0 “Kolaborasi Bermakna, Berdaya Bersama”

Halo Sahabat IKa,

Festival Wiradewari 2.0 kembali hadir!

Wiradewari berasal dari bahasa Sansekerta, Wira bermakna pejuang dan pejuang laki-laki, sementara Dewari bermakna muda dan mulia dalam pejuang perempuan. Wiradewari merupakan perpaduan antara maskulinitas dan feminitas dimana kedua unsur tersebut berpadu dalam menjaga keseimbangan.

Dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) berkolaborasi bersama Komunitas Orang Muda mempersembahkan Festival Wiradewari 2.0 yang bertajuk “Kolaborasi Bermakna, Berdaya Bersama” dengan dukungan Asian Community Trust (ACT). Festival ini sebagai ajang penggalangan dana bagi Pundi Perempuan.

Festival ini akan dilaksanakan pada:
? Sabtu, 9 Maret 2024
? 09.00 s.d. 20.00 WIB
? Ke:kini Coworking Space, Cikini

Ada banyak rangkaian acara menarik yang bisa kamu ikuti:

  1. Lokakarya Pop-up Card bersama Iviola
  2. ⁠Lokakarya Kolase bersama Ika Vantiani
  3. ⁠Kelas Bahasa Isyarat bersama Stara.IDN
  4. ⁠Nonton Berdaya “Kampanye Orang Muda dalam Pengesahan RUU PPRT”
  5. ⁠Bincang Kolaborasi “Peran Orang Muda dalam Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan”

Dan pastinya akan ada banyak penampilan keren dari:
??G-Star Dance
??Swastika Entertainment
?Dialita Choir
?Renie Aryandani
?Sanggar Seroja

Stand Up Comedy
?Mpok Citra Multiplasenta

? Bintang Tamu
✨NonaRia✨

❗️FESTIVAL WIRADEWARI 2.0 TERBUKA UNTUK UMUM❗️

Dapatkan tiketnya hanya di:
bit.ly/wiradewarifest

(Siapkan donasi terbaikmu minimal Rp30.000 untuk mengakses seluruh kegiatan Festival Wiradewari 2.0)

?DOORPRIZE MENARIK TOTAL JUTAAN RUPIAH BUAT KAMU YANG BERUNTUNG?

Salam solidaritas!

Pengumuman Hibah Pundi Hijau Tahun 2024

Halo Sahabat IKa,

Terima kasih kepada mitra lembaga/organisasi yang telah mengirimkan proposal Hibah Pundi Hijau Termin I tahun 2024. Dari 112 proposal yang diterima, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama tim pengarah telah memilih 10 penerima dana Hibah Pundi Hijau.

Selamat kepada:

  1. LSM Pelita Harapan Lembata Lembata – NTT
  2. Yayasan Bendega Alam Lestari Denpasar – Bali
  3. Jumpun Pambelom Palangka Raya – Kalimantan Tengah
  4. Obor Timor Ministry Kupang – NTT
  5. Yayasan Abdi Papua Mandiri Sorong – Papua Barat Daya
  6. RUBEK PASI (Rumah Besar Komunitas Pegiat Alam dan Restorasi) Aceh Singkil – Aceh
  7. Gajahlah Kebersihan (Yayasan Inovasi Sosial Berkelanjutan) Teluk Betung Timur – Bandar Lampung
  8. Yayasan Wangsakerta Cirebon – Jawa Barat
  9. Payung Perjuangan Humanis Indonesia (PAPHA Indonesia) Sikka – NTT
  10. Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Sumbawa – NTB

Komunitas yang terpilih, akan memperoleh dana hibah sebesar Rp 30.000.000,- (tiga puluh juta rupiah).

Bagi lembaga/komunitas yang belum terpilih, silakan ajukan proposal pada periode selanjutnya.

Salam solidaritas!

Doa untuk Bangsa: Pertunjukan Wayang Hak Asasi Manusia

16 Desember 2023

Di sebuah Kabupaten di Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia, pada bulan Desember 2023, sebuah peristiwa seni budaya yang penuh makna terlaksana. Dalam rangka peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) melalui program Pundi Insani, berkolaborasi dengan mitra-mitra NGO, turut mendukung penyelenggaraan sebuah pagelaran Wayang Kulit dengan tema yang sangat mendalam, “Doa untuk Bangsa”. Pundi Insani, sebagai wadah pengumpulan sumber daya demi pemulihan dan pemberdayaan korban pelanggaran berat HAM, menemukan sinergi yang kuat dalam kesenian Wayang Kulit, terutama karena dalang yang tampil merupakan penyintas pelanggaran berat HAM yang terjadi tahun 1965.

Pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah medium untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya hak asasi manusia dan diharapkan menjadi bagian dari pemulihan dan rekonsiliasi budaya antara penyintas pelanggaran berat HAM dan masyarakat luas. Wayang sendiri telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia yang tak tergantikan milik Indonesia.

Melalui lakon “Tumuruning Wahyu Cemethi Sapu Jagat Songsong Lumbung Wasiat”, Ki Dalang— penyintas pelanggaran berat HAM yang telah lama menderita stigma dan diskriminasi—memberikan pesan tentang wahyu yang turun untuk kebaikan dunia. Kisah ini dibuka dengan gambaran dunia yang penuh kekacauan, dimana Semar, tokoh sentral dalam pewayangan, menerima sinyal penting dari Khayangan. Semar kemudian menyampaikan bagaimana menghadapi dan menumpas angkara murka agar masa depan dunia menjadi lebih baik. Pesan ini sangat relevan dalam konteks pemulihan hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia dengan pernyataan pengakuan dan penyesalan atas peristiwa pelanggaran berat HAM masa lalu dari Presiden Jokowi, 15 Januari 2023.

Menariknya, Ki Dalang menggunakan dua bahasa dalam pementasannya: Bahasa Kromo Inggil (bahasa Jawa halus) untuk narasi pewayangan melalui lakon Semar, untuk menceritakan kedatangan seorang tamu-tamu yang dianggap memiliki pengetahuan tentang HAM, dan Bahasa Ngapak, bahasa daerah setempat.

Kepala Desa Pageralang, dengan bangga, mengapresiasi desanya menjadi tempat peringatan Hari HAM Sedunia dan mengajak warganya untuk membangun rasa saling menghormati, mulai dari lingkungan keluarga dengan menghindari kekerasan terhadap istri dan anak.

Pagelaran Wayang Kulit “Doa untuk Bangsa” dihadiri banyak pihak mulai dari masyarakat setempat, Kepala Dusun, Kepala Desa, hingga Asosiasi Dalang Indonesia dan berbagai organisasi pendamping korban di tingkat lokal dan nasional. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa proses kebudayaan yang inklusif membuat stigma dapat dikikis secara perlahan, memberikan pengakuan atas martabat penyintas, meningkatkan kesadaran tentang nilai-nilai HAM dan membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati.

Rekrutmen Magang

TERBUKA UNTUK UMUM

Dateline 30 Januari 2024

Ada info menarik dari kami untuk kamu.
Indonesia untuk Kemanusiaan membuka kesempatan magang dan menjadi bagian dari kerja-kerja pengelolaan Program Pundi!

Program Pundi adalah wadah penggalangan daya bagi issue-issue sosial terkait pemulihan serta pemberdayaan hak korban pelanggaran berat HAM, penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, kedaulatan pangan dan keadilan ekologis, gerakan budaya untuk keberagaman.

Tugas dan Tanggung Jawab:

  1. Mereview kelengkapan administrasi dokumen proposal hibah kecil Pundi yang masuk dari komunitas2.
  2. Mempersiapkan pertemuan internal dan pihak ke-3 untuk pembahasan proposal
  3. Mempersiapkan pengumuman penerimaan
  4. Mempersiapkan dokumen distribusi hibah
  5. Mengirimkan email/WhatsApp pengingat dan ucapan selamat kepada donatur rutin Pundi – Pundi IKa
  6. Mendokumentasikan kontak donatur individu dan perusaahaan IKa
  7. Mengingatkan dan melakukan proses penyimpanan dokumen laporan dana hibah Pundi IKa yang dikirim oleh mitra

Periode magang akan berlangsung selama 2 bulan (Februari – Maret 2024).

*Kirimkan CV dengan format subject email: (Nama) – Magang Pundi 2024, pada alamat email berikut: sekretariat@indonesiauntukkemanusiaan.org

Jangan ragu untuk menghubungi kami jika ada pertanyaan!
Contact person: 0813-8673-5816 (IKa)

Call for Proposal Hibah Pundi Hijau Tahun 2024

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Hijau bagi komunitas/organisasi untuk mendukung gerakan masyarakat di akar rumput di Indonesia yang berupaya mewujudkan keadilan iklim.

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Hijau di tahun 2024 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 30.000.000, – (Tiga Puluh Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai kerja-kerja perubahan iklim dalam konteks kedaulatan pangan dan inisiatif kesehatan berakar pada kearifan lokal.

Kriteria Penerima Dana Hibah Pundi Hijau: 

  1. Komunitas/organisasi masyarakat lokal dan organisasi berbasis masyarakat.
  2. Tidak sedang menerima dana bantuan program baik dari pemerintah maupun lembaga donor lainnya.
  3. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.
  4. Proposal yang diusulkan harus selaras dengan prinsip-prinsip keadilan iklim, mengatasi dampak perubahan iklim dalam konteks kedaulatan pangan dan inisiatif kesehatan yang berakar pada kearifan lokal, dan mengadvokasi solusi yang adil.
  5. Menyertakan dua nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Hijau:

  1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/hibahPH2024
  2. Komunitas/organisasi dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 12 bulan untuk periode Februari 2024 – Januari 2025.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Hijau adalah tanggal 31 Januari 2024.
  4. Proposal akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa)
  5. Pengumuman penerima hibah Pundi Hijau akan dilakukan pada bulan Februari 2024 di media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan dan penerima hibah akan menerima email konfirmasi.
  6. Komunitas/organisasi terpilih bersedia mengirimkan cerita-cerita lapangan, laporan narasi kegiatan dan keuangan, beserta informasi pendukung lainnya.

Siapkan Kelengkapan Dokumen Pendukung untuk Diunggah Secara Online Meliputi:

  1. Foto/scan struktur komunitas/organisasi.
  2. Foto/scan rekening bank atas nama lembaga atau rekening tabungan dengan dua nama orang yang berasa dalam struktur lembaga/komunitas.
  3. Foto/scan identitas (KTP) Ketua dan Bendahara.
  4. Unggah proposal anggaran kegiatan sesuai dengan template yang diberikan.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara on-line:

Call for Proposal Hibah Pundi Perempuan Termin I, Tahun 2024

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Perempuan bagi komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. 

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Perempuan termin pertama I di tahun 2024 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial.

Kriteria Penerima Dana Hibah Pundi Perempuan: 

  1. Komunitas/organisasi masyarakat sipil (khususnya lembaga pengada layanan/women crisis center).
  2. Memberi layanan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulannya.
  3. Tidak sedang menerima dana bantuan program baik dari pemerintah maupun lembaga donor lainnya.
  4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.
  5. Diutamakan memiliki rumah aman bagi perempuan korban kekerasan.
  6. Menyertakan dua nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Perempuan:

  1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/hibahPP2024
  2. Komunitas/organisasi dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 hingga 12 bulan untuk periode Maret 2024 – Februari 2025.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan adalah tanggal 27 Januari 2024.
  4. Proposal akan diseleksi oleh tim pengarah dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.
  5. Pengumuman penerima hibah Pundi Perempuan akan dilakukan pada bulan Februari 2024 di media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan dan penerima hibah akan menerima email konfirmasi.
  6. Komunitas/organisasi terpilih bersedia mengirimkan cerita-cerita lapangan, laporan narasi kegiatan dan keuangan, beserta informasi pendukung lainnya.

Siapkan Kelengkapan Dokumen Pendukung untuk Diunggah Secara Online Meliputi:

  1. Foto/scan struktur lembaga pengada layanan/ women crisis center (wcc).
  2. Foto/scan rekening bank atas nama lembaga atau rekening tabungan dengan dua nama orang yang berasa dalam struktur lembaga/komunitas.
  3. Foto/scan identitas (KTP) Ketua dan Bendahara.
  4. Unggah proposal anggaran kegiatan sesuai dengan template yang diberikan.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara on-line:

Total Hasil Penjualan Give Back Sale (GBS) Desember 2023

Kami keluarga besar Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan kerja sama berbagai pihak mulai dari donatur, komunitas pemberdaya, sahabat IKa dan pembeli pada kegiatan Give Back Sale (GBS) yang dilaksanakan pada 6 – 9 Desember 2023. Dana yang berhasil terkumpul sebesar Rp. 98.200.000,-.

Dana akan digunakan untuk mendukung korban kekerasan melalui lembaga pengada layanan/women’s crisis center di Indonesia melalui Pundi Perempuan yang dikelola Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan.

Bagi Sahabat IKa yang ingin terus berdonasi bisa melalui rekening di bawah ini:
BCA – 342.305.9008 an. YSIK

Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi nomor berikut: +62 813-8673-5816 (admin IKa)

Sampai jumpa di Give Back Sale selanjutnya!

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!