Panggilan Hibah Pundi Perempuan Termin II 2025

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Perempuan bagi komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. 

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Perempuan termin II di tahun 2025 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial.

Kriteria Penerima Hibah:

  1. Komunitas/organisasi masyarakat yang melakukan pendampingan dan pemulihan perempuan korban kekerasan.
  2. Memprioritaskan komunitas/organisasi masyarakat yang belum pernah mengakses dana hibah Pundi Perempuan.
  3. Minimal mencakup kegiatan: pendampingan dan pemulihan, konseling, penguatan kapasitas pendamping, pengelolaan rumah aman.
  4. Menyediakan layanan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulan dan melibatkan orang muda dalam kegiatan layanannya.
  5. Memiliki tata kelola yang menjamin adanya akuntabilitas dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.

Informasi Hibah:

  1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/CallforProposalPPT22025
  2. Pemanfaatan hibah dimulai pada Agustus 2025 dengan periode pelaksanaan 6-12 bulan.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan tanggal 7 Juni 2025 pukul 23.59 WIB.
  4. Seleksi proposal dilakukan oleh Tim Pengarah Pundi Perempuan.
  5. Penerima hibah akan diumumkan pada Juli 2025 melalui media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan konfirmasi email.
  6. Komunitas/organisasi terpilih mengirimkan cerita lapangan, foto, video, laporan kegiatan dan keuangan.
  7. Bagi yang membutuhkan, dapat mengikuti sesi penjelasan pengajuan hibah bertujuan untuk menjelaskan teknis pengisian proposal Pundi Perempuan beserta kelengkapannya; yang akan dilaksanakan secara daring 2 Juni 2025, Pkl 14.00. https://s.id/sesipengajuanhibah

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Perempuan.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara online:

Festival Orang Muda Berdaya: Merawat Air, Menjaga Kehidupan Suara Anak Muda dari Hulu ke Hilir

Festival Orang Muda Berdaya bukan sekadar perayaan, melainkan ruang bertemunya gagasan dan aksi nyata para pemuda dalam menjaga lingkungan, khususnya konservasi air. Di tengah semangat gotong royong dan kebersamaan, festival ini menjadi ajang berbagi inspirasi, berkolaborasi, dan memperkuat komitmen terhadap kelestarian alam.

Pada siang itu 14 Maret, kami melakukan perjalanan ke Desa Pedawa; dimana desa ini menjadi tempat untuk diselenggarakannya festival; kami tiba di lokasi sore hari. Festival Orang Muda Berdaya merupakan kelanjutan dari Festival Wiradewari yang sebelumnya diselenggarakan di Jakarta. Acara puncak festival berlangsung pada 15 Maret 2025 di Wantilan Desa Pedawa, Banjar Dinas Desa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.

Acara ini diselenggarakan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bekerja sama dengan Yayasan Wisnu, Komunitas Kayoman, dan Sekolah Adat Manik Empul, dengan dukungan dari Asian Community Trust (ACT). Festival ini menjadi ruang bagi orang muda untuk bertukar pikiran dan memperkuat komitmen konservasi serta revitalisasi air.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas, termasuk kawasan hulu (Catur Desa), penyangga (Panca Desa Bali Aga), serta komunitas muda hilir. Selain secara luring, festival ini juga berlangsung dalam format hybrid dengan partisipasi komunitas penerima hibah Muda Berdaya seperti Sekolah Pesisi Juang, Rumah Bacarita Sejarah, Mangente Forest, Himba Alam Nusantara, Wahana Jelajah Literasi, SADAP Indonesia, Sekolah Mimpi, Narasi Perempuan, Bio Natural, Youthfel Indonesia, dan Fiof.

Acara ini dihadiri sekitar 85 peserta dengan latar belakang beragam, mulai dari pemuda desa, siswa SMP dan SMA, mahasiswa, ketua adat, hingga aparat desa. Festival berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WITA, diawali dengan pembakaran dupa/sesaji sebagai simbol doa agar acara berjalan lancar.

Tahun ini tema yang diusung adalah “GERAKAN PEMUDA HULU UNTUK KONSERVASI AIR” dengan subtema “Aksi Nyata Pemuda Hulu dalam Pelestarian Lingkungan dan Konservasi Mata Air.” Air memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun ritual spiritual, terutama dalam konsep Gama Tirta di desa-desa Bali Aga. Relasi erat antara manusia dan lingkungan tercermin dalam berbagai tradisi dan ritual yang selalu melibatkan air suci.

Bali sendiri memiliki sumber air yang melimpah berasal dari empat danau yakni Batur, Buyan, Tamblingan dan Beratan, serta memiliki banyak gunung antara lain Gunung Agung, Abang dan lainnya. Gunung-gunung yang memiliki hutan lebat merupakan sumber kehidupan dengan mata air yang banyak. Kekayaan alam membuat masyarakat Bali memungkinkan mendapatkan kehidupan yang tenteram karena penduduk bisa mengelola lahan dengan air yang memadai. Semua itu dapat terwujud oleh kearifan lokal masyarakat. Putu Yuli Supriyandana (narasumber).

Dari hal tersebut, kita tau mengapa pentingnya perlu menjaga air, selain menjaga kita juga harus mengupayakan bahwa mengelola sampah juga penting karena sampah yang belum dikelola dengan baik akan membuat air tercemar, belum lagi Bali menjadi destinasi turis asing maupun lokal yang dimana semakin banyak orang akan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan.

Untuk itu Sita Supomo, Direktur IKa, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga lingkungan dengan mengelola sampah, melindungi sumber air, serta menjaga sungai dari pencemaran. Sementara itu, Gede Patra Santika, ketua panitia, menyoroti peran anak muda dalam menghadapi krisis air dan pentingnya konservasi.

Kami kagum dengan semangat peserta festival. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti tarian Sekar Jagat, berbagi cerita gerakan pemuda hulu oleh Ketut Santi Adnyana dan Putu Yuli Supariyandana serta musik oleh BRASTI, serta testimoni dari komunitas Muda Berdaya tentang produk dan inisiatif mereka serta testimoni dari komunitas Muda Berdaya tentang produk dan inisiatif mereka yang diwakili oleh Sekolah Pesisi Juang, Rumah Bacarita, serta Youthfel, termasuk keripik tenggiri dan produk lokal lainnya. Selain itu, ada sesi inspiratif bersama Bu Jro Jemiwi, seorang life coach dan NLP Trainer yang ditemani oleh I Wayan Sadyana sebagai penanggap, yang membahas pentingnya mencintai diri sendiri.

Menariknya, saat makan siang hujan deras turun, seolah mengingatkan kami pada tema festival: air. Namun, hujan berhenti tepat setelah acara selesai, seakan alam merestui pertemuan ini.

Hibah Komunitas Muda Berdaya: Ajak Orang Muda Bawa Perubahan di Komunitasnya

Orang muda adalah harapan bagi masa depan Indonesia, terlebih lagi di tengah gencarnya fokus pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini berdampak positif pada banyaknya keterlibatan orang muda dalam menyuarakan kegelisahannya dan aktivismenya, baik secara pribadi ataupun dengan dukungan pemerintah, NGO, maupun Perusahaan. Sayangnya di tengah semaraknya pelibatan orang muda, beberapa orang muda masih merasa tidak memiliki ruang yang optimal dan pelibatan mereka hanya sekadar selebrasi tanpa makna. Belum lagi ketimpangan sosial ekonomi yang masih menjadi PR utama di Indonesia.

Indonesia untuk Kemanusiaan sebagai Organisasi Sumber Daya Masyarakat Sipil (OSMS) mencoba mengembangkan Program Orang Muda. Hal ini sejalan dengan visinya, Masyarakat yang berdaya dalam memperjuangkan kehidupan yang adil, bermartabat dan sejahtera bagi semua sebagai tanggung jawab bersama untuk pemenuhan HAM dan kelestarian alam. Program Orang Muda IKa mengoptimalkan kepemimpinan orang muda di komunitasnya dengan dukungan Asian Community Trust Jepang melalui Hibah Komunitas Muda Berdaya.

Hibah diberikan kepada komunitas terpilih melalui seleksi proposal. Pada 2023, IKa memberikan hibah kepada delapan komunitas yaitu Sikola Bajalan, Balad Kawit Seja, Forest is Our Friends, Youthfel Indonesia, Komunitas Peduli Papua, Tanah Tumbuh, Suara Grina, dan KOMPAK Batam. Lalu pada 2024, IKa memberikan hibah kepada sepuluh komunitas muda yaitu Himba Alam Nusantara, Sekolah Mimpi, Narasi Perempuan, SADAP Indonesia, Rumah Bacarita Sejarah, Bio Natural, Wahana Jelajah Literasi, Sekolah Pesisi Juang, Mangente Forest dan Kader Hijau Muhammadiyah. Meskipun pada prosesnya, Kader Hijau Muhammadiyah mengundurkan diri.

IKa fokus menguatkan catur daya (dana, jaringan, pengetahuan, dan kerelawanan) pada komunitas muda penerima hibah. IKa mengadakan Kick Off Meeting pada penerima hibah untuk memberikan pemahaman bagaimana pengelolaan dana hibah, khususnya terkait pelaporan narasi dan keuangan. Hal ini tentu menjadi bekal bagi teman-teman komunitas untuk memperkuat akuntabilitas komunitasnya. Selain itu, mereka juga mendapatkan peningkatan kapasitas melalui workshop dan penguatan jaringan melalui Community of Practice.

Rakha Katresna, pendiri Balad Kawit Seja, komunitas yang mengupayakan pengelolaan wawasan komunitas berbasis kearifan lokal dan aplikasinya dalam kehidupan berterima kasih dan mengapresiasi program hibah bagi komunitas orang muda yang digalang IKa. Menurutnya, hal ini merupakan dukungan yang sangat berarti dan jarang ada lembaga yang memberikan kepercayaan pendanaan bagi komunitas orang muda untuk mereka membawa perubahan bagi komunitas mereka.

Pundi Perempuan Buka Hibah untuk Women Crisis Center dan Layanan Pendampingan Berbasis Komunitas


Jakarta, 12 Februari 2025 – Pundi Perempuan, sebuah inisiatif strategis yang digagas sejak 2003 oleh
Komnas Perempuan dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), kembali membuka kesempatan hibah bagi
organisasi yang bergerak dalam pendampingan perempuan penyintas kekerasan. Hibah ini ditujukan bagi
Women Crisis Center (WCC) dan layanan pendampingan berbasis komunitas guna memperkuat
perlindungan bagi perempuan penyintas.
Sejak 2003, Pundi Perempuan telah menyalurkan hampir 3 miliar rupiah dalam bentuk hibah kepada
173 organisasi pengada layanan di berbagai daerah di Indonesia. Melalui hibah ini, lembaga pendamping
tidak hanya mendapatkan dukungan finansial, tetapi juga diperkuat perannya dalam menciptakan
kemandirian dan ketahanan komunitas dalam menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap
perempuan.
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan layanan pendampingan sangat bergantung pada dukungan yang
konsisten dari masyarakat. Melalui Pundi Perempuan, kami ingin memastikan bahwa para pendamping
memiliki sumber daya yang memadai untuk terus memberikan perlindungan dan advokasi bagi
perempuan penyintas,” ujar Veryanto Sitohang, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat/Komisioner
Komnas Perempuan.
Proses penerimaan proposal hibah Pundi Perempuan berlangsung mulai 7 hingga 20 Februari 2025.
Organisasi yang memenuhi kriteria diundang untuk mengajukan proposal guna memperoleh pendanaan
yang dapat digunakan untuk memperkuat layanan pendampingan dan advokasi bagi perempuan korban
kekerasan.
“Melalui hibah ini, diharapkan semakin banyak organisasi dapat terus memberikan layanan dengan
konsisten bagi perempuan penyintas kekerasan. Pundi Perempuan bukan hanya sekadar bantuan
finansial, tetapi juga bentuk solidaritas dalam mendukung perjuangan komunitas dalam menciptakan
lingkungan yang lebih aman dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan,” tutur Sita Supomo, Direktur
Eksekutif Indonesia untuk Kemanusiaan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pengajuan proposal, sila kunjungi:
https://indonesiauntukkemanusiaan.org/2025/02/07/call-for-proposal-pundi-perempuan-termini-2025/

Tentang Pundi Perempuan
Pundi Perempuan adalah women’s fund (dana hibah perempuan) pertama di Indonesia yang hadir
sebagai respons terhadap meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dari tahun ke tahun. Sejak
2003, Pundi Perempuan telah mendukung 173 lembaga pengada layanan di berbagai provinsi di
Indonesia, dengan total dana hibah hampir mencapai 3 Miliar Rupiah.
Digagas oleh Komnas Perempuan pada tahun 2001, dan sejak 2003 dikelola bersama IKa, Pundi
Perempuan mengusung model hibah yang berorientasi pada pemberdayaan dan selaras dengan nilai-nilai perubahan sosial yang diharapkan. Hibah ini tidak hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga
memperkuat peran organisasi lokal dalam menciptakan ekosistem yang lebih berdaya dan berkelanjutan
dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan.
Dukung Pundi Perempuan
Dukungan bagi Lembaga Pengada Layanan (WCC) dalam mendampingi perempuan korban kekerasan
dapat disalurkan melalui rekening Pundi Perempuan berikut:

Bank Mandiri
Yayasan Sosial Indonesia untuk Kemanusiaan
123.000.5290.004

Bank BCA
a.n. YSIK 3423059008


Kontak Pundi Perempuan:
0813-8673-5816

Call for Proposal Pundi Perempuan Termin I 2025

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Perempuan bagi komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. 

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Perempuan termin pertama I di tahun 2025 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial.

Kriteria Penerima Dana Hibah Pundi Perempuan: 

1. Komunitas/organisasi masyarakat sipil (khususnya Lembaga Pengada Layanan/Women Crisis Center).

2. Menyediakan layanan pendampingan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulan dan melibatkan orang muda dalam kegiatan layanannya.

3. Tidak sedang menerima dana bantuan program baik dari pemerintah maupun lembaga donor lainnya.

4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.

5.Diutamakan memiliki rumah aman bagi perempuan korban kekerasan.

6. Menyertakan dua nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Perempuan:

1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/CallforProposalPP2025

2. Komunitas/organisasi dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 bulan untuk periode Maret 2025 – Agustus 2025.

3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan pada tanggal 20 Februari 2025.

4. Proposal akan diseleksi oleh panitia pengarah Pundi Perempuan, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

5. Pengumuman penerima hibah Pundi Perempuan akan dilakukan pada bulan Maret 2025 di media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan penerima hibah akan menerima email konfirmasi.

6. Komunitas/organisasi terpilih bersedia mengirimkan cerita-cerita lapangan, laporan narasi kegiatan dan keuangan, beserta informasi pendukung lainnya.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Perempuan, Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara online:

Call for Proposal Pundi Hijau

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Hijau bagi komunitas/organisasi untuk mendukung gerakan masyarakat di akar rumput di Indonesia yang berupaya mewujudkan keadilan iklim.

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Hijau di tahun 2025 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 30.000.000, – (Tiga Puluh Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai kerja-kerja perubahan iklim dalam konteks kedaulatan pangan air dan energi.

Kriteria Penerima Hibah Pundi Hijau:

1. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal.

2. Memiliki rekam jejak sebagai organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal yang berkecimpung pada isu perubahan iklim minimal 3 (tiga) tahun dan melibatkan perempuan serta orang muda dalam program kegiatannya.

3. Proposal yang diusulkan fokus pada isu ketahanan pangan, air dan energi.

4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.

5. Menyertakan 2 (dua) nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

6. Bersedia menggunakan aplikasi INCLINE dalam kegiatannya dan secara rutin melakukan pembaharuan (update) data.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Hijau:

1. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/HibahPH2025

2. Organisasi/kelompok/komunitas masyarakat lokal dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 bulan untuk periode 1 Maret 2025 – 31 Agustus 2025.

3. Proposal akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

4. Pengumuman penerima Hibah Pundi Hijau akan disampaikan akhir Februari 2025 melalui media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa), dan penerima akan mendapatkan konfirmasi via email.

5. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Hijau: 17 Februari 2025.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah Pundi Hijau dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara online:

Solidaritas bagi Bu Betet:  Ketegaran Hati yang Menginspirasi

Kamis 18 Juli 2024, musibah kebakaran menimpa rumah Bu Betet (nama panggilan untuk Ibu Sumiyati) seorang penyintas 65. Peristiwa kebakaran terjadi pada sore hari, saat Ibu sedang beribadah ke gereja. Kebakaran berhasil dipadamkan dengan bantuan warga setempat bersama pemadam kebakaran dan hanya menyisakan tembok pada beberapa sisi rumah dan beberapa kursi yang masih cukup layak untuk digunakan. Bu Betet pada masa mudanya adalah juga seorang perias pengantin, Ibu tidak segan memberi pengurangan bahkan tidak keberatan ketika pengantin tidak memiliki dana tidak ada bayaran bagi pekerjaannya. Beberapa waktu ini, rumah Bu Betet kerap kali digunakan untuk menjadi tempat tinggal bagi  mahasiswa yang tengah melangsungkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desanya. Tak mengherankan jika dibalik musibah yang terjadi, muncul kehangatan yang tak terduga. Tetangga dan kerabat segera berdatangan untuk memberikan simpati dan dukungan. 

Sehari selepas musibah kebakaran, bantuan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) datang. Bersama dengan tetangga, mereka bahu-membahu membangun kembali rumah Bu Betet. Hal ini menggerakkan hati Mas Ari, salah satu tetangga Bu Betet yang juga seorang kontraktor yang dengan sukarela menanggulangi  biaya pembangunan kembali rumah tersebut. Sebuah tim bahkan dibentuk oleh masyarakat sekitarnya, untuk memperlancar proses pembangunan, mengurus dapur umum, dan mengelola segala bantuan yang masuk.

Bu Betet merupakan sosok yang tangguh, baginya, “Derita jika dijalankan memang menyakitkan namun kalau dihayati indah pada waktunya.” Ia selalu menebar senyum dan tidak sedikitpun memperlihatkan kesedihannya saat para relawan datang menemuinya. Selama proses pembangunan kembali rumahnya Bu Betet memilih tinggal di tenda yang diberikan Kemensos walau beberapa warga menawarinya bermalam di rumah mereka. Namun Ia menolak dan memilih tetap tinggal dan bermalam di halaman rumahnya. Rumah yang penuh kenangan. 

Bu Betet adalah juga seorang yang tak pernah lepas dari doa dan syukur. Atas solidaritas yang mengalir dari banyak orang, melampaui yang dia bayangkan, Ibu mengucapkan banyak terima kasih dan mendoakan para relawan dan donatur. Menurut Ibu, yang pernah hampir kehilangan nyawa karena ditangkap dalam tragedi 65, kehilangan materi bukanlah hal yang terberat. Sikap Ibu yang tegar ini mengundang rasa takjub dari relawan ataupun donatur yang berkunjung, alih-alih menghibur Bu Betet, malah mereka yang belajar banyak dari kearifan beliau.

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) sebagai organisasi dengan  visi memperjuangkan kehidupan yang adil, bermartabat, dan sejahtera bagi semua , melakukan penggalangan donasi. Dan mengumpulkan bantuan sebesar Rp. 8.500.000 yang disalurkan kepada Bu Betet melalui mitra IKa, Sekretariat Bersama (Sekber) 65. Sekber 65 sendiri merupakan organisasi paguyuban para penyintas 65 yang kegiatannya fokus pada pendampingan lansia penyintas. IKa juga menyempatkan diri hadir mengunjungi Bu Betet, sebelum meninggalkan lokasi, Ibu berpesan,”Jadilah orang yang berguna”.

Festival Wiradewari 2.0: Kami Merayakan Kemudaan

Festival Wiradewari 2.0, Kami Merayakan Kemudaan

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) kembali menghadirkan pentas kolaborasi lintas komunitas bertajuk Festival Wiradewari 2.0 dengan dukungan dari Asian Community Trust (ACT) pada Sabtu, 9 Maret 2024 bertempat di Ke:kini Co-working Space, Cikini dengan mengangkat tema “Kolaborasi Bermakna, Berdaya Bersama”. Festival Wiradewari 2.0 yang dihadiri oleh lebih dari 130 anak muda ini selain menjadi ajang perayaan kemudaan, juga sebuah momen untuk merayakan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret.

“Festival Wiradewari ini telah  mempertemukan beberapa komunitas anak muda dan ke depannya diharapkan bisa menjadi ajang bagi orang muda untuk saling berjejaring, sehingga pergaulan dan pengetahuannya semakin luas”, ujar Sita Supomo, Direktur Pjs Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) pada pembukaan acara yang berlangsung selama sehari penuh ini.

Ragam Acara di Wiradewari 2.0

Festival Wiradewari 2.0 melibatkan enam komunitas orang muda sebagai penyelenggaranya, yaitu  Forum Orang Muda untuk Kemanusiaan (FOR A), Forest is Our Friend (FIOF), Komunitas Anak-Anak Sungai, Young ADHD Indonesia, Muslimverse, dan Kelompok Peneliti Muda (KPM) UNJ. Kolaborasi ini menampilkan beragam acara yang menarik dan inspiratif, mulai dari workshop lokakarya pameran seni yang memamerkan karya-karya kreatif  tentang lingkungan hidup dan kemanusiaan seperti Pop-Up Card oleh Iviola, Kolase oleh Ika Vantiani hingga pentas seni dan musik yang menghibur dan menginspirasi Sanggar Seroja, Gstar Dance, Renie Aryandani, hingga Nonaria.

Acara juga menampilkan diskusi panel tentang isu-isu kritis, termasuk perubahan iklim, kesetaraan gender, dan kesejahteraan sosial. Panel-panel ini melibatkan ahli dan aktivis yang berkompeten dalam bidangnya Alimatul Qibtiyah dari Komnas Perempuan, Maya Kornelia dari Founder of BeWithYou Indoneisa and Content Creator, Harits Ikbar dari Anggota Satgas PPKS UNJ untuk memberikan wawasan mendalam dan solusi konkret.

Wiradewari 2.0 bukan hanya tentang merayakan kebersamaan dan kreativitas, tetapi juga tentang mengeksplorasi isu-isu yang penting dan mendesak dalam masyarakat kita. Ini adalah momen penting untuk refleksi dan aksi, di mana para pemuda dapat bersatu dalam semangat kolaborasi untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Aksi Youth for Charity

Sebelum pelaksanaan acara, anak muda yang tergabung dalam pentas kolaborasi ini telah menggalang dana melalui aksi Youth for Charity. Dana yang terkumpul dari aksi ini akan disalurkan kepada lembaga pengada layanan yang menangani kasus perempuan korban kekerasan di Indonesia melalui Pundi Perempuan Donasi yang terkumpul sebesar Rp 3.256.313,- dalam bentuk uang melalui registrasi untuk mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan. Aksi tersebut menjadi sebuah wujud ajakan kepada generasi muda untuk tidak hanya bersuara, tetapi juga melakukan tindakan nyata dalam upaya mendukung dan membantu perempuan yang menjadi korban kekerasan, yang jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Bagi IKa, Festival Wiradewari 2.0 bukan kegiatan biasa, tetapi juga sebuah gerakan yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam membangun dunia yang lebih adil dan berkelanjutan. Festival Wiradewari tahun ini adalah penyelenggaraan kedua dan akan menyusul Festival Wiradewari 3.0. Kami tunggu kontribusi kamu!

Call for Proposal Hibah Pundi Perempuan Termin I, Tahun 2024

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan membuka kesempatan pengajuan Hibah Pundi Perempuan bagi komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. 

Untuk itu, kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengajukan proposal Hibah Pundi Perempuan termin pertama I di tahun 2024 dengan dana hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Dana hibah ini dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial.

Kriteria Penerima Dana Hibah Pundi Perempuan: 

  1. Komunitas/organisasi masyarakat sipil (khususnya lembaga pengada layanan/women crisis center).
  2. Memberi layanan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulannya.
  3. Tidak sedang menerima dana bantuan program baik dari pemerintah maupun lembaga donor lainnya.
  4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan diharapkan dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.
  5. Diutamakan memiliki rumah aman bagi perempuan korban kekerasan.
  6. Menyertakan dua nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Perempuan:

  1. Komunitas/organisasi mengajukan proposal melalui tautan berikut https://s.id/hibahPP2024
  2. Komunitas/organisasi dapat mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 hingga 12 bulan untuk periode Maret 2024 – Februari 2025.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan adalah tanggal 27 Januari 2024.
  4. Proposal akan diseleksi oleh tim pengarah dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.
  5. Pengumuman penerima hibah Pundi Perempuan akan dilakukan pada bulan Februari 2024 di media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan dan penerima hibah akan menerima email konfirmasi.
  6. Komunitas/organisasi terpilih bersedia mengirimkan cerita-cerita lapangan, laporan narasi kegiatan dan keuangan, beserta informasi pendukung lainnya.

Siapkan Kelengkapan Dokumen Pendukung untuk Diunggah Secara Online Meliputi:

  1. Foto/scan struktur lembaga pengada layanan/ women crisis center (wcc).
  2. Foto/scan rekening bank atas nama lembaga atau rekening tabungan dengan dua nama orang yang berasa dalam struktur lembaga/komunitas.
  3. Foto/scan identitas (KTP) Ketua dan Bendahara.
  4. Unggah proposal anggaran kegiatan sesuai dengan template yang diberikan.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim pengarah dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

*Klik link di bawah ini untuk pengisian proposal naratif dan template anggaran secara on-line:

Call for Proposal Hibah Pundi Perempuan Termin 2, Tahun 2023

Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan kembali membuka Hibah Pundi Perempuan. Hibah akan diberikan pada komunitas/organisasi masyarakat sipil yang memberikan layanan dan pendampingan kepada perempuan korban kekerasan di Indonesia. Selanjutnya disebut dengan
komunitas/organisasi.

Kami mengundang komunitas/organisasi untuk mengirimkan proposal yang akan masuk dalam proses seleksi penerimaan Hibah Pundi Perempuan termin I tahun 2023. Penerimaan proposal akan dilaksanakan pada tanggal 13 September tahun 2023.

Komunitas/organisasi yang terpilih akan memperoleh Hibah maksimal sebesar Rp 25.000.000, – (dua puluh lima juta rupiah) yang dapat digunakan untuk mendanai pendampingan hukum dan pemulihan psikososial (termasuk di dalamnya kegiatan diskusi berbagi pengetahuan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan korban kekerasan).

Kriteria Penerima Dana Hibah Pundi Perempuan: 

  1. Komunitas/organisasi masyarakat sipil (spesifik kepada lembaga pengada layanan/WCC).
  2. Memberi layanan bagi perempuan korban kekerasan, minimal 5 kasus perbulannya.
  3. Tidak sedang menerima dana bantuan program baik dari pemerintah maupun lembaga donor
    lainnya.
  4. Memiliki sistem kerja yang menjamin adanya akuntabilitas, dan diharapkan komunitas/organisasi dapat menunjukkan kemampuan dalam menyusun laporan kegiatan dan keuangan dengan baik.
  5. Diutamakan memiliki rumah aman bagi perempuan korban kekerasan.
  6. Bersedia berkontribusi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan korban kekerasan
    melalui pengadaan diskusi, lokakarya, maupun pelatihan.
  7. Menyertakan dua nama referensi beserta kontak yang dapat dihubungi dalam proposal.

Mekanisme Pelaksanaan Penyaluran Hibah Pundi Perempuan:

  1. Komunitas/organisasi yang mendapatkan hibah Pundi Perempuan akan diumumkan melalui email dan media sosial Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).
  2. Komunitas/organisasi yang telah memasukkan proposal untuk mengakses hibah Pundi Perempuan
    akan diseleksi dan diputuskan oleh Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) bersama Komnas Perempuan.
  3. Batas pengajuan proposal hibah Pundi Perempuan pada tanggal 13 September Tahun 2023.
  4. Komunitas/organisasi diharapkan mengajukan proposal narasi dan anggaran untuk kegiatan selama 6 bulan periode Oktober 2023 – Maret 2024 sesuai dengan format proposal Pundi Perempuan.
  5. Komunitas/organisasi terpilih bersedia mengirimkan cerita-cerita lapangan, laporan narasi kegiatan dan keuangan,beserta informasi pendukungnya.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh panitia pengarah dari Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dan Komnas Perempuan.

*Format proposal dan anggaran biaya dapat anda unduh pada link berikut:

Selalu dapatkan kabar terbaru dari kami!